Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » Pemenuhan Hak Kesejahteraan Hakim Ad Hoc Jadi Fokus Pemerintah, Tunggu Tanda Tangan Prabowo

Pemenuhan Hak Kesejahteraan Hakim Ad Hoc Jadi Fokus Pemerintah, Tunggu Tanda Tangan Prabowo

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Indonesia kini tengah menyelesaikan proses penghitungan kenaikan gaji untuk para hakim ad hoc. Proses ini diharapkan segera rampung dan akan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang menjelaskan bahwa peraturan terkait kenaikan gaji tersebut sudah dalam tahap akhir.

Penjelasan dari Mensesneg tentang Proses Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc

Menurut Prasetyo Hadi, seluruh angka dan perhitungan telah selesai. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Mahkamah Agung (MA) pekan lalu untuk finalisasi aturan sebelum akhirnya diteken oleh presiden. Meski demikian, ia belum memberikan detail jumlah kenaikan yang akan diterima oleh hakim ad hoc.

“Peraturan ini tinggal menunggu tanda tangan Bapak Presiden. Jadi sudah selesai perhitungan, sudah selesai angka-angkanya,” ujar Prasetyo.

Perbedaan Kenaikan Gaji Antara Hakim Ad Hoc dan Hakim Karir

Prasetyo tidak menjelaskan apakah kenaikan gaji untuk hakim ad hoc akan lebih besar atau lebih kecil dibandingkan hakim karir. Namun, ia menegaskan bahwa penyesuaian kenaikan gaji maupun tunjangan untuk hakim ad hoc tidak diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2025.

Penataan kenaikan gaji ini akan diatur dalam beleid lain yang sedang didetailkan. “Itu nanti akan dihitung tersendiri. Karena berkenaan dengan hakim ad-hoc itu perinciannya itu sedang didetailkan,” tambahnya.

Dialog dengan Para Hakim Ad Hoc

Selain itu, pemerintah juga telah membuka dialog dengan para hakim ad hoc. Tujuannya adalah untuk memahami kondisi dan harapan mereka secara lebih jelas. Prasetyo mengatakan bahwa hasil komunikasi tersebut sedang didetilkan karena setiap hakim memiliki situasi yang berbeda-beda.

“Sudah (buka dialog), kan kita berkomunikasi terus. (Hasil komunikasinya) Sedang didetilkan, karena masing-masing lain-lain. (Kenaikan tunjangan) nanti disesuaikan dengan yang hakim karir,” jelas Prasetyo.

Respons dari Komisi III DPR

Komisi III DPR juga turut merespons isu ini. Ketua Komisi III DPR menegaskan bahwa gaji hakim ad hoc akan naik, meskipun tidak diatur dalam PP Nomor 42 Tahun 2025. Ia menekankan bahwa pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan hakim ad hoc agar bisa bekerja dengan optimal.

Masalah Awal yang Menyebabkan Mogok Sidang

Sebelumnya, para hakim ad hoc melakukan mogok sidang setelah mengetahui bahwa PP Nomor 42 Tahun 2025 tidak mencakup kenaikan gaji mereka. Namun, pihak Istana Kepresidenan memastikan bahwa kenaikan gaji ini akan segera diberlakukan.

Penyebab Kenaikan Gaji Ditetapkan Terpisah

Prasetyo menjelaskan bahwa kenaikan gaji dan tunjangan untuk hakim ad hoc memang tidak diatur dalam PP Nomor 42 Tahun 2025. Hal ini dilakukan karena perincian khusus untuk hakim ad hoc masih dalam proses penyelesaian.

“Karena berkenaan dengan hakim ad-hoc itu perinciannya itu sedang didetailkan,” tambahnya.

Dengan penyelesaian proses penghitungan dan koordinasi dengan MA, pemerintah diharapkan segera menyelesaikan aturan kenaikan gaji untuk hakim ad hoc. Proses ini menjadi penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan motivasi para hakim ad hoc dalam menjalankan tugasnya.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiket Ludes di JAFF 2025 Film Esok Tanpa Ibu Siap Jadi Gebrakan Baru Cinema Indonesia

    Tiket Ludes di JAFF 2025 Film Esok Tanpa Ibu Siap Jadi Gebrakan Baru Cinema Indonesia

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 84
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTACOM – Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) kembali menjadi sorotan setelah semua tiket tayangan di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 habis terjual dalam waktu singkat. Prestasi ini memperkuat posisi film tersebut sebagai salah satu karya Indonesia yang paling ditunggu-tunggu pada akhir 2025 dan awal 2026. Film garapan sutradara Malaysia Ho Wi-ding ini akan tayang […]

  • Polres Pasuruan Kota Bersama Tokoh Masyarakat Tegaskan Komitmen Berantas Perjudian

    Polres Pasuruan Kota Bersama Tokoh Masyarakat Tegaskan Komitmen Berantas Perjudian

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 11
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polres Pasuruan Kota Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk memberantas segala bentuk perjudian di wilayah hukumnya. Komitmen tersebut ditegaskan bersama tokoh masyarakat sebagai wujud sinergi antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uli, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa perjudian merupakan penyakit masyarakat […]

  • Meski Dengan Risiko Pendaratan, Helikopter Poludara Baharkam Polri Berhasil Dropping Logistik Bantuan ke Aceh Tamiang

    Meski Dengan Risiko Pendaratan, Helikopter Poludara Baharkam Polri Berhasil Dropping Logistik Bantuan ke Aceh Tamiang

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 63
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Personel Polisi Udara Baharkam Polri melakukan pengiriman bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang. Daerah ini menjadi lokasi terdampak yang cukup sulit untuk dilakukan droping batuan melalui jalur udara. Kondisi terkini di Aceh Tamiang menunjukan lokasi terdampak yang layak untuk dilakukan pendaratan helikopter untuk droping logistik sangat minim. Sebab, genangan […]

  • Jusuf Kalla Marah, Tanah PT Hadji Kalla Disita, Menteri ATR Minta Penjelasan ke PN Makassar

    Jusuf Kalla Marah, Tanah PT Hadji Kalla Disita, Menteri ATR Minta Penjelasan ke PN Makassar

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 133
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) marah karena lahan seluas 16,4 hektar milik PT Hadji Kalla di Makassar disengketakan. Ia menyatakan bahwa tanah di Jalan Metro Tanjung Bunga tersebut dibeli secara sah sejak 35 tahun lalu. Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) langsung mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Dilaporkan […]

  • SPM-MP

    Aktivis SPM-MP Mengaku Alami Intimidasi PascaDemo APBD

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 215
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Solidaritas Pemuda Mahasiswa Merah Putih (SPM-MP) Jawa Timur mengaku mendapatkan intimidasi pasca aksi demonstrasi di Balai Kota Surabaya, Kamis (25/9/2025), terkait dugaan penyimpangan APBD 2025. Koordinator Wilayah SPM-MP Jawa Timur, A. Sholeh, menyebut sejumlah mahasiswa yang ikut aksi mengalami tindakan represif dari kelompok tertentu. Pihaknya tengah mengumpulkan bukti dan berencana menyerahkannya ke aparat […]

  • Isu Dana Hilang, Keamanan Akun Pengguna Aset Kripto Diungkap oleh INDODAX

    Isu Dana Hilang, Keamanan Akun Pengguna Aset Kripto Diungkap oleh INDODAX

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 53
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Platform perdagangan aset kripto INDODAX memberikan penjelasan terkait isu dugaan kehilangan dana pengguna yang belakangan beredar di media sosial dan sejumlah media digital. Informasi tersebut dikaitkan dengan penggunaan aplikasi INDODAX oleh salah satu pihak. Manajemen INDODAX menyatakan memahami bahwa isu keamanan akun merupakan hal yang sensitif dan menjadi perhatian utama para pengguna platform investasi […]

expand_less