Memahami Penyakit yang Disebut “Superflu” dan Bagaimana Tingkat Bahayanya?
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jum, 9 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Penyakit yang disebut sebagai “superflu” belakangan ini menjadi perhatian masyarakat luas. Meski namanya terdengar menakutkan, ahli kesehatan menegaskan bahwa kondisi ini tidak lebih berbahaya dibandingkan influenza biasa. Istilah “superflu” sendiri bukanlah istilah medis resmi, melainkan istilah populer yang digunakan oleh masyarakat untuk menggambarkan penyebaran virus Influenza A strain H3N2 subclade K.
Apa Itu Superflu?
Superflu merujuk pada infeksi yang disebabkan oleh virus Influenza A H3N2 subclade K. Virus ini telah dilaporkan oleh berbagai lembaga kesehatan internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Namun, meskipun penyebarannya cepat, tingkat keparahan penyakit ini tidak melebihi influenza biasa.
Menurut Daeng M Faqih, Ketua Dewan Penasihat Ikatan Dokter Indonesia (IDI), “Superflu itu istilah masyarakat ya. Istilah populer ya, bukan istilah medis.” Ia menekankan bahwa tidak ada indikasi bahwa virus ini menyebabkan keparahan seperti yang terjadi selama pandemi Covid-19.
Perbedaan dengan Virus Corona
Meski sama-sama merupakan virus, superflu dan virus corona memiliki perbedaan signifikan. “Covid itu kan golongan Coronavirus ya. Sama-sama virusnya, tapi beda ini. Kalau ini Virus Influenza Tipe A, H3N2. Kalau yang Covid, Coronavirus ya,” jelas Daeng.
Perbedaan ini penting karena memengaruhi cara penanganan dan respons masyarakat. Virus influenza biasanya menyerang sistem pernapasan, sedangkan virus corona dapat menimbulkan gejala yang lebih kompleks, termasuk gangguan pada organ lain.
Gejala yang Dikeluhkan
Beberapa pasien mengeluhkan gejala yang terasa lebih berat dibanding flu biasa, meskipun tidak sampai mengarah pada kondisi fatal. Gejala umum yang dilaporkan antara lain nyeri di tenggorokan, punggung, dan tulang-tulang tubuh. Meski demikian, Daeng menegaskan bahwa tingkat keparahan tidak sebesar yang dikhawatirkan masyarakat.
Waspada Tanpa Kepanikan
Meskipun tidak perlu panik, Daeng tetap menyarankan masyarakat untuk tetap waspada. “Karena ada gejala-gejala yang seperti itu dan penyebarannya cepat, masyarakat tetap harus waspada,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kewaspadaan bisa dilakukan melalui tindakan pencegahan seperti menjaga kebersihan diri, menghindari kerumunan, serta segera mengunjungi dokter jika mengalami gejala yang memburuk.
Penyebaran yang Cepat
Virus Influenza A H3N2 subclade K memiliki tingkat penyebaran yang cepat, meski tidak lebih mematikan dibandingkan jenis influenza lainnya. Daeng menjelaskan bahwa penyebaran yang cepat ini bisa membuat masyarakat lebih rentan terinfeksi, terutama jika tidak menjaga kebersihan dan pola hidup sehat.
Dalam konteks kesehatan masyarakat, penting untuk memahami bahwa “superflu” bukanlah ancaman yang lebih besar dari influenza biasa. Meskipun penyebarannya cepat, tingkat bahaya dan keparahan tidak sebesar yang dikhawatirkan. Masyarakat perlu tetap waspada dengan menjaga kesehatan dan kebersihan, tetapi tidak perlu merasa takut berlebihan.***





Saat ini belum ada komentar