Lebanon Kembali Picu Kekacauan dan Korban Jiwa, Akibat Serangan Israel
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sen, 12 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Serangan Israel terhadap wilayah selatan Lebanon kembali memicu kekacauan dan korban jiwa. Dalam serangkaian serangan, satu warga sipil tewas akibat serangan udara yang menargetkan kendaraan di kota Bint Jbeil. Pihak berwenang Lebanon mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan bentuk kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Israel. Sementara itu, militer Israel mengklaim bahwa serangan mereka bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur milik kelompok Hezbollah.
Serangan yang Terus Berlanjut
Menurut laporan dari pihak berwenang Lebanon, serangan Israel terjadi beberapa hari setelah militer negara tersebut menyatakan telah menyelesaikan tahap pertama dari rencana nasional untuk mendisarmir Hezbollah di bawah Sungai Litani. Namun, Israel tetap merasa bahwa upaya ini tidak cukup. Militer Israel menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan serangan jika diperlukan, terutama jika ada indikasi adanya pelanggaran kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pada akhir 2024.
“Beberapa saat yang lalu, dalam respons terhadap pelanggaran berkelanjutan oleh Hezbollah terhadap kesepakatan gencatan senjata, militer Israel menyerang seorang teroris Hezbollah,” demikian pernyataan resmi dari militer Israel. Serangan tersebut terjadi di kawasan Bint Jbeil, yang menjadi fokus utama karena aktivitas Hezbollah di sana.
Kerusakan yang Menyebabkan Kekacauan
Selain serangan di Bint Jbeil, pihak berwenang Lebanon juga melaporkan bahwa pesawat tempur Israel melakukan lebih dari sepuluh serangan terhadap kota Kfar Hatta. Wilayah ini terletak utara Sungai Litani dan mengalami kerusakan signifikan. Militer Israel sebelumnya telah memberi peringatan evakuasi bagi penduduk di kawasan tersebut. Setelahnya, mereka mengumumkan bahwa mereka sedang menargetkan infrastruktur Hezbollah di beberapa area.
Sebuah serangan tambahan juga dilakukan terhadap situs bawah tanah yang digunakan sebagai gudang senjata oleh Hezbollah. Serangan-serangan ini menunjukkan bahwa Israel tetap bersikeras untuk memastikan bahwa Hezbollah tidak dapat mengembangkan kembali kemampuan militer mereka.
Tantangan dalam Kesepakatan Gencatan Senjata
Meskipun gencatan senjata telah ditandatangani antara Israel dan Lebanon pada tahun 2024, serangan Israel terhadap Lebanon masih terus berlangsung. Pasukan Israel tetap berada di lima wilayah selatan Lebanon yang mereka anggap penting untuk keamanan negara. Sejak kesepakatan tersebut ditandatangani, lebih dari 300 orang tewas dalam serangan Israel.
Selain menargetkan Hezbollah, militer Israel juga menyerang target terkait Hamas. Serangan-serangan ini menunjukkan bahwa konflik antara Israel dan kelompok-kelompok seperti Hezbollah dan Hamas masih berlangsung, bahkan setelah adanya kesepakatan gencatan senjata.
Perspektif Pemerintah Lebanon
Pihak berwenang Lebanon menyatakan bahwa mereka akan terus melakukan upaya untuk membawa senjata yang dimiliki oleh kelompok non-negara di bawah kendali pemerintah. Pernyataan ini disampaikan oleh kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata menyatakan dengan jelas bahwa Hezbollah harus sepenuhnya didisarmir.
“Upaya yang dilakukan oleh pemerintah Lebanon dan militer mereka adalah awal yang menjanjikan, tetapi jauh dari cukup, seperti yang terlihat dari usaha Hezbollah untuk merebut kembali senjata dan membangun kembali infrastruktur teror mereka dengan dukungan Iran,” kata pernyataan tersebut.
Namun, Hezbollah terus menolak untuk mendisarmir diri. Mereka mengklaim bahwa Israel terus melanggar aturan kesepakatan gencatan senjata. Hal ini mencerminkan ketegangan yang masih berlangsung antara kedua pihak, meskipun ada upaya diplomatis untuk menciptakan perdamaian.***





Saat ini belum ada komentar