Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Kembali ke Akar: Menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban dengan Kesadaran Ibadah

Kembali ke Akar: Menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban dengan Kesadaran Ibadah

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Malam Nishfu Sya’ban, yang sering dianggap sebagai momen biasa dalam kalender Islam, sebenarnya memiliki makna mendalam yang terkait erat dengan nilai-nilai spiritual dan kesadaran diri. Dalam konteks yang lebih luas, malam ini menjadi momen penting untuk merenung, memperbaiki diri, serta menjalin hubungan yang lebih baik dengan sesama dan Tuhan. Ustaz Abdul Somad (UAS) menyoroti pentingnya kembali mengingat tradisi para Salaf, generasi awal Islam, dalam memaknai malam istimewa ini.

Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban dalam Hadits

Keutamaan Malam Nishfu Sya’ban tidak hanya berdasarkan keyakinan semata, tetapi juga didukung oleh hadits-hadits yang kuat. Dalam beberapa riwayat, seperti yang dikutip dari kitab Musnad Ahmad, al-Mu’jam al-Kabir karya Imam ath-Thabrani, dan Musnad al-Bazzar, disebutkan bahwa Allah SWT melihat para hamba-Nya pada malam Nishfu Sya’ban dan memberikan ampunan bagi seluruh makhluk-Nya, kecuali bagi orang yang masih menyekutukan Allah dan orang yang belum berdamai dengan sesama.

Hadits ini dinyatakan sahih oleh Syekh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah, no. 1144. Pesan utamanya adalah bahwa malam ini menjadi kesempatan emas untuk memohon pengampunan dan memperbaiki diri.

Tradisi Para Tabi’in Negeri Syam

UAS menegaskan bahwa pengagungan Malam Nishfu Sya’ban bukanlah praktik baru. Praktik ini telah hidup sejak masa Tabi’in, terutama di wilayah Syam. Dalam kitab al-Mawahib al-Ladunniyyah, juz II, hal. 259, Imam al-Qasthallani menyebutkan bahwa para Tabi’in seperti Khalid bin Ma’dan dan Mak-hul bersungguh-sungguh menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan ibadah, adab, dan kesungguhan.

Catatan ini menunjukkan bahwa tradisi ini sudah ada sejak zaman awal Islam, jauh sebelum muncul perdebatan modern tentang bid’ah. Ini menjadi bukti bahwa pengagungan Nishfu Sya’ban bukanlah hal asing, tetapi bagian dari warisan spiritual yang telah dijaga oleh generasi awal.

Pandangan Ulama Syam: Berjamaah atau Sendiri?

Dalam upaya menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban, ulama Syam memiliki dua pandangan yang sama-sama lahir dari kehati-hatian ilmiah. Pertama, dianjurkan untuk menghidupkan malam tersebut secara berjamaah di masjid. Khalid bin Ma’dan dan Luqman bin ‘Amir, misalnya, memakai pakaian terbaik, memakai harum-haruman, dan memakai celak saat menghadiri malam tersebut di masjid.

Kedua, pendapat lain menyatakan bahwa berkumpul di masjid untuk salat, kisah-kisah, dan doa bisa dianggap makruh. Namun, jika seseorang melaksanakan salat secara khusus untuk dirinya sendiri, maka itu diperbolehkan. Pendapat ini berasal dari Imam al-Auza’i, salah satu ulama besar negeri Syam.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa ruang ijtihad tetap terbuka, selama niat dan cara pelaksanaannya tetap sesuai dengan tuntunan agama.

Penegasan Ibnu Taimiyah: Ibadah Boleh, Ritual Berlebihan Jangan

UAS juga mengutip pendapat Imam Ibnu Taimiyah, yang sering dijadikan rujukan dalam isu tentang bid’ah. Menurut beliau, jika seseorang melakukan salat pada malam Nishfu Sya’ban sendirian atau berjamaah secara khusus seperti yang dilakukan oleh beberapa kelompok Salaf, maka itu baik. Namun, jika terjadi ritual berlebihan seperti berkumpul di masjid untuk salat seratus rakaat dengan membaca surat al-Ikhlas sebanyak seribu kali, maka itu dianggap bid’ah dan tidak dianjurkan.

Pesan ini sangat jelas: hidupkan malamnya, jaga niatnya, hindari ritual yang ditentukan tanpa dasar.

Inti Nishfu Sya’ban: Pembersihan Hati

Di akhir refleksi, UAS mengingatkan bahwa inti dari Nishfu Sya’ban bukanlah perdebatan teknis, melainkan pembersihan hati. Malam ini menjadi momen untuk berdamai, dengan Allah, dengan sesama, dan dengan diri sendiri. Ampunan Allah terbentang luas, kecuali bagi hati yang masih memelihara syirik dan permusuhan. Di situlah Nishfu Sya’ban menemukan maknanya yang paling dalam.

Wallahu a’lam.

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cyber Security

    Inovasi Cyber Security Mahasiswa UMS Curi Perhatian Dunia

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 110
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah inovasi teknologi yang menarik perhatian para ahli keamanan siber internasional datang dari Indonesia. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Bayu Fedra, berhasil membawa karya terbarunya di ajang Black Hat Europe 2026. Karya ini dikenal dengan nama Most Basic Penetration Testing Lab (MBPTL), sebuah platform virtual untuk belajar cyber security secara komprehensif. Inovasi ini […]

  • IHSG Pergerakan Pasar Modal Indonesia yang Menarik Perhatian

    IHSG Pergerakan Pasar Modal Indonesia yang Menarik Perhatian

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 132
    • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pergerakan yang menarik selama perdagangan hari ini, Kamis (29/1/2026). Meski sempat mengalami pelemahan signifikan, indeks ini berhasil memangkas koreksi dan menutup perdagangan dengan penurunan sebesar 88,35 poin atau 1,06% ke level 8.223,20. Pada awalnya, IHSG sempat ambles hingga 10% setelah trading halt dibuka, namun akhirnya mampu pulih […]

  • KRYD : Kapolda Jatim Laksanakan Patroli Udara Pastikan Arus Balik Lebaran 2026 Tetap Aman dan Kondusif

    KRYD : Kapolda Jatim Laksanakan Patroli Udara Pastikan Arus Balik Lebaran 2026 Tetap Aman dan Kondusif

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 52
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, M.Si., melaksanakan patroli udara menggunakan helikopter dalam rangka Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pascaoperasi Ketupat Semeru 2026. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan KRYD digelar guna memastikan situasi kamtibmas di wilayah Jatim tetap aman dan kondusif pada arus balik mudik […]

  • Serikat buruh Buruh , Aksi May Day ,Surabaya

    Sejarah Baru dalam Kesejahteraan Buruh: UMSK 2026 di Kabupaten Probolinggo

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 165
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pengakuan terhadap perjuangan dan kebutuhan para pekerja di Kabupaten Probolinggo kini menjadi kenyataan. Di bawah kepemimpinan Bupati Gus Haris, kabupaten ini secara resmi menerapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) untuk pertama kalinya. Ini menjadi momen penting yang mengakhiri masa penantian panjang bagi para buruh yang selama ini merasa tidak diakui dalam sistem upah yang […]

  • Jadwal dan Cara Menonton Pertandingan Sassuolo vs Bologna di Serie A

    Jadwal dan Cara Menonton Pertandingan Sassuolo vs Bologna di Serie A

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 74
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pertandingan sepak bola kelas dunia kembali hadir dalam laga antara Sassuolo melawan Bologna. Laga ini akan digelar pada Minggu, 15 Maret 2026, pukul 21.00 WIB. Bagi penggemar sepak bola, terutama yang menyukai kompetisi Liga Italia, pertandingan ini menjadi momen penting untuk disaksikan secara langsung. Laga ini menawarkan persaingan sengit antara dua tim yang berada […]

  • DPRD Surabaya Eri Irawan

    98 Wali Kota Kumpul di Surabaya, DPRD: Momentum Strategis Penuhi Hak Warga atas Kota

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 245
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) berlangsung di Kota Surabaya pada 6-10 Mei 2025. Sebanyak 98 wali kota se-Indonesia mendatangi Surabaya untuk menjalankan agenda penting terkait konsolidasi pembangunan perkotaan. Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mengatakan, Munas Apeksi menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi pembangunan perkotaan di Tanah Air. […]

expand_less