Ikuti perintah KDM, Cirebon babat tanaman sawit, ganti dengan mangga
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akan mengganti pohon kelapa sawit yang ditanam di Kecamatan Pasaleman dengan komoditas mangga. Penggantian itu sebagai tindak lanjut terhadap Surat Edaran (SE) Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang melarang penanaman sawit.
Bupati Cirebon Imron dalam keterangannya di Cirebon, Senin, mengatakan pemerintah daerah telah meninjau langsung lokasi penanaman sawit yang sempat menjadi perhatian publik. Peninjauan ini, kata dia, dilakukan untuk memastikan kondisi faktual di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan yang akan ditempuh pemerintah daerah.
“Hari ini kami, melakukan diskusi bersama unsur TNI dan DPRD karena ada SE dari Pak Gubernur yang melarang penanaman sawit di Jabar,” katanya.
Ia menuturkan dari hasil peninjauan sementara, luas lahan yang telah ditanami sawit di Kecamatan Pasaleman, Cirebon baru sekitar 2,5 hektare dengan jumlah 400 batang.
Adapun total lahan, kata dia, untuk penanaman sawit mencapai 6,5 hektare, namun sebagian masih berupa rencana dan belum direalisasikan.
Imron menegaskan pemerintah daerah mendukung penuh kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Jabar, dan menindaklanjutinya di tingkat kabupaten.
“Saya kira ini masih kecil. Dengan adanya edaran Gubernur Jabar, kami dari Kabupaten Cirebon mendukung penuh,” ujarnya.
Ia memastikan dalam waktu dekat, pemerintah daerah bakal mengganti komoditas sawit dengan tanaman yang dinilai lebih sesuai dengan karakter wilayah Pasaleman, Cirebon.
Ia mencontohkan komoditas pengganti yang disiapkan adalah tanaman mangga, termasuk varietas gedong gincu yang selama ini dikenal sebagai salah satu buah unggulan daerah Cirebon.“Kami akan menyiapkan bibitnya. Sawit yang ada nanti akan dicabut dan diganti mangga,” katanya.
Meskipun demikian, pihaknya tetap akan mengadakan pertemuan lanjutan dengan pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat setempat mengenai perubahan komoditas tersebut.
Ia juga mengakui bahwa pemerintah daerah sebelumnya tidak mengetahui adanya penanaman kelapa sawit di wilayah tersebut dan baru mengetahuinya melalui liputan media.
Tidak hanya kelapa sawit, Imron juga menemukan adanya tanaman lain yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi wilayah tersebut, seperti kurma, yang belum memberikan hasil meski telah ditanam bertahun-tahun. “Jika kami mendengar ada kecamatan lain yang menanam sawit, kami akan melakukan pemeriksaan,” katanya.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar