Greenland 2: Pengalaman Kembali Gerard Butler dalam Migration
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jum, 9 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Film Greenland 2: Migration kembali menghadirkan Gerard Butler sebagai tokoh utama dalam dunia pasca-apokalips. Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, film ini menawarkan pengalaman yang cukup berbeda dari pendahulunya, meskipun tidak sepenuhnya sukses dalam menyampaikan pesan yang ingin disampaikan.
Kembali ke Dunia Pasca-Apokalips
Setelah kemenangan pertama dalam perjalanan keluarga John Garrity (Gerard Butler), film ini melanjutkan cerita dengan suasana yang lebih gelap dan penuh teka-teki. Keluarga Garrity tinggal di bunker di Greenland setelah bumi menjadi tidak layak huni akibat fragmen komet. Namun, ketenangan yang mereka rasakan terusik oleh gempa bumi yang merobohkan bunker mereka. Mereka kemudian memutuskan untuk mencari tempat baru yang lebih aman, yaitu sebuah kawah di Prancis yang diperkirakan memiliki udara yang layak untuk bernapas.
Dinamika Keluarga dan Tantangan Baru
Dalam film ini, dinamika keluarga Garrity tetap menjadi inti cerita. John terus-menerus melakukan perjalanan keluar bunker untuk mencari sumber daya, sementara putranya Nathan mulai merasa bosan dan ingin menjelajahi dunia luar. Konflik antara ayah dan anak ini menjadi salah satu elemen penting dalam film ini. Meskipun demikian, film ini juga membawa tantangan baru seperti fragment komet kecil, badai radiasi, dan gelombang pasang yang terjadi secara tidak terduga.
Penyutradaraan dan Pengambilan Gambar
Sutradara Ric Roman Waugh, yang sebelumnya bekerja sama dengan Butler dalam beberapa film, kembali mengambil alih arahan film ini. Meskipun aksi dalam film ini terus bergerak, tidak semua bagian terasa menarik. Beberapa adegan terasa terlalu konyol, seperti ketika keluarga harus melewati jembatan yang tampak sangat rapuh. Di sisi lain, ada beberapa adegan yang menampilkan pemandangan pasca-apokalips yang menarik, meskipun pengambilan gambar dekat terkadang terlihat kurang sempurna.
Keseriusan yang Berlebihan
Salah satu hal yang membuat film ini kurang menarik adalah keseriusannya yang berlebihan. Film ini sering kali terjebak dalam suasana sedih dan dramatis yang tidak selalu sesuai dengan konteks cerita. Meskipun cerita pasca-apokalips memang membutuhkan elemen kesedihan, cara penyampaian dalam film ini terasa agak berlebihan dan tidak realistis. Hal ini membuat penonton sulit merasakan empati terhadap karakter-karakter dalam film.
Konteks yang Kurang Relevan
Film ini juga coba mengangkat isu-isu seperti masker dan rasa takut terhadap penyakit radiasi, yang seolah-olah mengacu pada situasi pandemi. Namun, isu ini tidak dikembangkan secara mendalam dan hanya digunakan sebagai alat untuk memberikan kesan bahwa film ini relevan dengan dunia nyata. Sayangnya, film ini gagal mempertahankan hubungan tersebut hingga akhir.
Meskipun Greenland 2: Migration memiliki potensi, film ini tidak sepenuhnya berhasil menciptakan pengalaman yang memuaskan bagi penonton. Dengan alur cerita yang terkadang tidak konsisten dan keseriusan yang berlebihan, film ini mungkin tidak akan menjadi favorit bagi banyak orang. Namun, bagi penggemar Gerard Butler dan genre film aksi pasca-apokalips, film ini tetap layak ditonton.***




