Free Float Saham MSCI, OJK Beri Peringatan Khusus untuk Investor di Tengah Ketidakstabilan Pasar
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan peringatan penting kepada seluruh investor yang terlibat dalam pasar modal. Hal ini dilakukan mengingat adanya fluktuasi besar yang terjadi di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa ini terjadi setelah pengumuman tentang pembekuan rebalancing indeks Morgan Stanley International Capital (MSCI) pada Februari 2026. Pengumuman tersebut menyebabkan tekanan berat terhadap pasar saham nasional. Dalam dua hari perdagangan terakhir, IHSG sempat mengalami penurunan signifikan hingga -8%.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menegaskan bahwa para investor harus tetap tenang dan rasional dalam mengambil keputusan investasi. Ia mengingatkan agar tidak terpancing oleh situasi yang sedang berlangsung.
Pada sesi perdagangan hari ini, IHSG mencoba pulih dengan kenaikan sebesar 1% di awal perdagangan. Pada titik tertentu, indeks sempat naik hingga 2% ke level 8.408,3. Namun, IHSG kembali turun ke zona merah karena respons pasar terhadap pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman.
Pengunduran Diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia
Pengunduran diri Iman Rachman disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab pribadi atas dinamika yang terjadi di pasar. Meskipun perdagangan pagi ini menunjukkan perbaikan, ia menilai langkah ini adalah yang terbaik untuk menjaga kepercayaan dan stabilitas pasar modal nasional.
“Sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan ini. Saya berharap ini adalah yang terbaik bagi pasar modal Indonesia,” ujarnya.
Setelah pengunduran diri tersebut, IHSG kembali memantul ke zona hijau dan menutup sesi pertama dengan kenaikan 1,18% ke level 8.329,15. Sebanyak 550 saham menguat, sementara 181 saham turun dan 181 saham lainnya belum bergerak. Nilai transaksi hingga jeda makan siang mencapai Rp 22,24 triliun, dengan total 33,58 miliar saham diperdagangkan dalam 2,06 juta kali transaksi.
Performa Saham Blue Chip dan Konglomerat
Saham-saham blue chip terpantau kompak menguat dan menjadi penopang kinerja IHSG. Namun, saham konglomerat milik Prajogo Pangestu justru berada di zona merah pada perdagangan hari ini.
Pasar saham terus menghadapi tantangan akibat fluktuasi yang terjadi. OJK menekankan pentingnya kesadaran dan kehati-hatian dalam menghadapi situasi seperti ini. Investor diminta untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi, terlebih saat kondisi pasar sedang tidak stabil.
Perkembangan Terkini di Pasar Modal
Selain itu, ada beberapa isu lain yang turut memengaruhi pasar. Salah satunya adalah rencana kenaikan batas asuransi di saham yang akan mencapai 20%. Dengan rencana ini, dana sebesar Rp143 triliun diharapkan segera masuk ke bursa.
Pasar juga terus memantau perkembangan terkait trading halt, yaitu penghentian sementara perdagangan. Hal ini sering terjadi ketika ada penurunan tajam atau gejolak besar di pasar. OJK dan lembaga terkait terus memastikan bahwa semua proses di pasar modal berjalan secara transparan dan aman.
Komentar dari Tokoh Pasar
Beberapa tokoh pasar juga memberikan komentar mengenai situasi terkini. Misalnya, Purbaya, mantan pejabat OJK, pernah menyampaikan bahwa bursa perlu dibersihkan dari saham-saham yang tidak sehat. Ia juga menyatakan bahwa keputusan terkait trading halt dan buyback akan diumumkan secara resmi.
Dalam konteks yang lebih luas, pasar modal Indonesia terus menghadapi tantangan dan peluang. Stabilitas pasar sangat penting untuk menjaga kepercayaan investor dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. OJK dan lembaga terkait akan terus memantau situasi dan memberikan arahan yang tepat.

>

Saat ini belum ada komentar