Bitcoin dan Emas: Perbandingan Performa di Tengah Ketidakpastian Pasar
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah fluktuasi pasar keuangan global, dua aset yang sering dibandingkan adalah Bitcoin dan emas. Pada perdagangan Kamis (29/1/2026), harga Bitcoin terlihat stabil di sekitar US$ 89.000, sementara emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH). Kondisi ini memicu pertanyaan mengenai peran masing-masing aset sebagai pelindung nilai dalam situasi ketidakpastian.
Harga Bitcoin Tetap Stabil Meski Ada Tekanan
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kapitalisasi pasar kripto global naik tipis 0,07% menjadi US$ 3,02 triliun pada pukul 06.30 WIB. Namun, harga Bitcoin turun sedikit 0,13% menjadi US$ 89.203 per koin. Meskipun demikian, pergerakan harga tetap terbatas, dengan Bitcoin berada dalam rentang sempit dalam 24 jam terakhir.
Sementara itu, aset kripto lain seperti Ethereum, Solana, Dogecoin, dan XRP mengalami penurunan, sementara Binance (BNB) justru melonjak 0,37%. Hal ini menunjukkan bahwa pasar kripto masih dalam kondisi volatil, meskipun tidak terlalu ekstrem.
Emas Mengungguli Bitcoin dalam Performa
Di sisi lain, harga emas melonjak tajam, mencatat rekor tertinggi sepanjang masa. Dalam 12 bulan terakhir, harga emas telah melonjak lebih dari 90%, sementara Bitcoin hanya menunjukkan kinerja yang relatif stabil. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang posisi Bitcoin sebagai “emas digital” dalam skenario inflasi atau risiko geopolitik.
CEO platform yield Tesseract Group, James Harris, menyatakan bahwa kontras antara performa Bitcoin dan emas menjadi tantangan bagi narasi Bitcoin sebagai lindung nilai makroekonomi. Menurutnya, reli emas kemungkinan mencerminkan penilaian ulang terhadap risiko geopolitik dan fiskal global, serta menunjukkan bahwa emas kembali merebut pangsa pasar dari Bitcoin.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Aset
Beberapa faktor memengaruhi pergerakan harga Bitcoin dan emas. Pertama, kebijakan moneter bank sentral AS, The Fed, yang terus dipantau oleh investor. Kebijakan yang lebih longgar biasanya mendukung harga aset berisiko seperti Bitcoin, namun dalam situasi saat ini, harga Bitcoin terlihat datar setelah pengumuman kebijakan The Fed.
Selain itu, situasi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global juga berperan penting. Di tengah pelemahan dolar AS dan meningkatnya risiko geopolitik, emas sering kali menjadi pilihan investasi yang lebih aman. Sementara itu, Bitcoin cenderung lebih rentan terhadap volatilitas pasar.
Perspektif Investor dan Analisis Pasar
Pasar saham AS juga terlihat terbatas, karena investor menanti laporan keuangan perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Meta, dan Tesla. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian di kalangan investor, yang cenderung memilih aset yang lebih stabil.
Dari segi analisis, banyak ahli percaya bahwa Bitcoin masih memiliki potensi jangka panjang, terlepas dari fluktuasi harian. Namun, dalam jangka pendek, emas tampaknya lebih unggul dalam memberikan rasa aman dan stabilitas.
Perbandingan antara Bitcoin dan emas menunjukkan bahwa masing-masing aset memiliki peran dan keunggulan tersendiri. Di tengah ketidakpastian pasar, emas terbukti lebih stabil, sementara Bitcoin masih menjalani fase penyesuaian. Namun, untuk jangka panjang, Bitcoin tetap menjadi aset yang menarik bagi para investor yang siap menghadapi volatilitas.***

>

Saat ini belum ada komentar