Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Will Smith, Jada, dan Krisis Eksistensial di Balik Satu Tamparan

Will Smith, Jada, dan Krisis Eksistensial di Balik Satu Tamparan

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AA1RDUmq

DIAGRAMKOTA.COM – Di malam Oscar, segalanya berjalan dengan lancar. Cahaya berkilauan dari pakaian mewah, kamera bergerak cepat menangkap ekspresi para bintang, dan tawa terdengar saat Chris Rock memberikan lelucon khasnya. Suasana formal, mewah, dan terkendali—sebuah panggung di mana reputasi sangat dijaga.

Will Smith kemudian bangkit dari tempat duduknya. Penonton mengira itu merupakan bagian dari lelucon panggung. Chris Rock tersenyum lebar saat Will mendekat, seolah-olah siap untuk menghadapi interaksi yang biasanya terjadi dalam acara semacam ini. Lalu —boom. Dengan satu gerakan tangan, Will memberi tamparan kepada Chris.

Kedengungan tamparan terdengar mendadak, terlalu keras untuk ukuran ruangan yang begitu besar, dan seketika suasana berubah. Tawa menghilang, tepuk tangan terhenti, serta seluruh auditorium seolah berhenti menghirup napas. Dalam keheningan yang kaku itu, dunia menyaksikan sesuatu yang jauh lebih dalam daripada sekadar respons spontan.

Kejadian tersebut membuka pintu untuk mengamati pergerakan jiwa manusia—dan dinamika hubungan antara dua individu yang sangat berbeda.

Dalam psikologi Jungian, tingkah laku manusia dipengaruhi oleh tiga komponen utama: persona, bayangan, dan arketipe. Persona merupakan wajah sosial yang kita tunjukkan agar diterima dan dihargai oleh orang lain. Bayangan merujuk pada sisi diri yang kita sembunyikan—emosi, keinginan, dan luka yang tidak sesuai dengan gambaran ideal kita. Sementara itu, arketipe adalah pola psikologis dasar yang bersifat universal dan muncul sebagai kecenderungan perilaku tertentu yang diturunkan dari budaya ke budaya.

Yang sering disalahpahami ialah bahwa arketipe bukanlah satu posisi tunggal. Kita tidak hidup hanya sebagai pahlawan, atau hanya sebagai kekasih, atau hanya sebagai pembangkang. Dalam diri setiap manusia terdapat kumpulan berbagai arketipe yang saling berdampingan—terkadang saling melengkapi, terkadang saling bertentangan.

Ada aspek diri yang ingin diselamatkan, aspek yang ingin merdeka, aspek yang ingin aman, dan aspek yang ingin dihargai. Ketika kumpulan ini sejalan, seseorang tampak stabil. Namun ketika beberapa arketipe saling bertentangan, muncul konflik internal yang bisa memengaruhi tingkah laku, termasuk respons impulsif.

Pada diri Will Smith, arketipe yang paling dominan adalah The Heroatau sang pahlawan. Hal ini terbentuk dari masa kecilnya yang penuh tekanan, khususnya karena sosok ayah yang tegas. Sejak masih muda, Will berperan sebagai pelindung ibunya. Arketipe pahlawan bukan lagi sekadar kecenderungan perilaku; ia telah menjadi isu yang mendalam. Will merasa bahwa dirinya harus menjadi penjaga ketenangan, penyelamat keluarga, dan suami sempurna. Itulah identitas yang ia bentuk selama bertahun-tahun, baik dalam kehidupan pribadi maupun publik.

Namun, ketika Jada mengakui perselingkuhannya dalam acara Red Table Talk, arketipe pahlawan yang ada dalam diri Will mengalami goncangan besar. Jada tidak bermaksud menyakiti Will; ia hanya menunjukkan nilai kejujuran dan keterbukaan yang selalu ia junjung. Namun bagi Will, pengakuan tersebut memicu ketidakselarasan mental yang kuat. Gambaran dirinya sebagai pelindung bertentangan dengan kenyataan bahwa ia tidak bisa “menyelamatkan” hubungan itu dari rasa sakit. Bayangan Will—yang terdiri dari perasaan tidak cukup, gagal, dan terancam—mulai muncul ke permukaan.

Tegangan internal ini semakin meningkat. Dan ketika tekanan batin tidak memiliki cara yang sehat untuk dilepaskan, ia akhirnya muncul secara tiba-tiba. Bagi beberapa orang, bentuknya adalah mengisolasi diri. Bagi yang lain, muncul sebagai amarah. Bagi Will, bentuknya adalah tindakan spontan di panggung Oscar.

Di sisi lain, karakter Jada dibentuk oleh keinginan akan keaslian dan kebebasan. Ia tidak mematuhi tipe tokoh pahlawan atau pasangan yang harus diselamatkan. Ia lebih dekat dengan tipe pencari makna dan tipe mandiri—yang memandang hubungan sebagai ruang untuk perkembangan diri, bukan sebagai struktur yang harus dipertahankan tanpa batas. Perbedaan nilai pokok ini yang membuat dinamika hubungan mereka terasa kencang: Will ingin memperbaiki, sedangkan Jada ingin memahami dirinya sendiri.

Ketika dua tujuan batin tidak sejalan, hubungan memasuki area yang berisiko. Pada titik ini, orang sering mengatakan tentang “growing pains—istilah yang menggambarkan perasaan tidak nyaman yang muncul ketika dua orang berusaha berkembang bersama.Growing painsbukan konflik yang merusak, melainkan rasa sakit yang timbul ketika seseorang belajar melepaskan kesombongan, berkomunikasi lebih jujur, atau memahami pandangan pasangan. Namun istilah ini sering disalahpahami. Tidak semua rasa sakit dalam hubungan menunjukkan perkembangan.Growing pains hanya terjadi jika kedua belah pihak memiliki kemampuan untuk merenung, keinginan untuk berubah, serta tujuan hubungan yang sejalan.

Sebaliknya, rasa sakit yang timbul darired flag fundamental bukan growing pains—ini merupakan tanda ketidaksesuaian. Jika dibiarkan, rasa sakit tersebut dapat merusak harga diri, memicu rasa bersalah yang terus-menerus, dan pada akhirnya menyebabkan krisis keberadaan yang berdampak buruk pada kesehatan mental seseorang.

Kisah Will Smith dan Jada menunjukkan bahwa cinta saja tidak cukup. Hubungan memerlukan kesesuaian antara kepribadian, bayangan, dan konstelasi arketipe masing-masing individu. Dua orang bisa saling menyayangi namun tetap tidak cocok secara psikologis. Pada situasi demikian, kedewasaan bukan hanya tentang bertahan, tetapi juga kemampuan untuk melihat diri sendiri dan pasangan dengan jelas: apakah hubungan ini memperluas atau justru mengurangi kepribadian kita?

Dari malam Oscar tersebut, dunia menyaksikan sesuatu yang tampak sederhana namun sebenarnya sangat rumit: bagaimana luka hati yang belum terselesaikan bisa muncul dalam sebuah tindakan spontan di tempat yang paling tidak terduga. Dan bagaimana dua kehidupan batin yang berbeda dapat saling bersentuhan, saling mencintai, tetapi juga saling melukai—tanpa adanya niat jahat dari salah satu pihak. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gresik, Bahas Pengelolaan Barang Milik Daerah

    Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gresik, Bahas Pengelolaan Barang Milik Daerah

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 161
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – DPRD Kabupaten Gresik menggelar rapat paripurna kemarin (20/10) di kantor dewan. Agendanya, penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (raperda) tentang pengelolaan barang milik daerah dan raperda tentang penambahan penyertaan modal pemerintah daerah kepada PT Gresik Migas. Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Gresik M Syahrul Munir dan diikuti jajaran pimpinan, anggota, Organisasi Perangkat Daerah […]

  • Penguatan Pendidikan sebagai Fondasi Pembangunan Sumber Daya Manusia Digital

    Penguatan Pendidikan sebagai Fondasi Pembangunan Sumber Daya Manusia Digital

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung talenta digital nasional. Langkah ini dilakukan melalui penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Kesiapan ini ditunjukkan dengan diadakannya Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional yang diikuti oleh 2.600 tenaga pendidik secara hybrid di Kantor […]

  • POLRESTABES

    Polrestabes Surabaya Tingkatkan Pengamanan Pendaftaran Paslon Pilkada 2024

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 138
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menjelang pendaftaran pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya untuk Pilkada 2024, Polrestabes Surabaya memperkuat langkah pengamanan di area Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama proses pendaftaran. Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Pasma Royce, melalui Kabagos […]

  • Jatim Berjaya di Ajang Boling PON XXI Aceh 2024

    Jatim Berjaya di Ajang Boling PON XXI Aceh 2024

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 196
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tim boling Jawa Timur (Jatim) tampil gemilang di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Mereka berhasil mengoleksi 3 medali emas, 3 perak, dan 5 perunggu, menempatkan Jatim di puncak klasemen sementara cabang olahraga boling. Keberhasilan ini membuat Wakil Ketua Umum KONI Jawa Timur, M Ali Afandi, merasa bangga dan optimistis. Ia menambahkan […]

  • Surabaya Pilot project nasional

    Surabaya Pilot Project Nasional, 239.277 KK DTSEN Tak Ditemukan! DPRD: Alarm Keras Bagi Pemkot

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 48
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Status Surabaya pilot project nasional Program Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) memantik sorotan tajam DPRD Kota Surabaya. Temuan 239.277 kepala keluarga (KK) berstatus tidak ditemukan mendorong DPRD membunyikan alarm keras kepada Pemerintah Kota Surabaya, agar persoalan data sosial tidak berubah menjadi bom waktu kebijakan. Seharusnya menjadi standar emas pendataan sosial ekonomi. Namun […]

  • Kapolda Jatim Irjen Pol. Imam Sugianto Resmi Tutup Turnamen Bulutangkis Antar Media

    Kapolda Jatim Irjen Pol. Imam Sugianto Resmi Tutup Turnamen Bulutangkis Antar Media

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 177
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Turnamen bulutangkis antar media dalam rangka Hari Bhayangkara ke-78 resmi ditutup oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Imam Sugianto, pada Kamis (11/7/2024) di Gedung Bulutangkis Tangguh Semeru, Mapolda Jatim. Turnamen ini diikuti oleh 22 tim dari berbagai media dan berlangsung selama dua hari, dari 10-11 Juli 2024. Tim dari Memorandum berhasil keluar sebagai […]

expand_less