Warga Kampung Citiis di Bandung Barat terisolasi lebih dua pekan akibat longsor, akses tertutup material
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 22 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA/COM – Kondisi memprihatinkan dialami warga Kampung Citiis, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Lebih dari dua pekan, Citiis terisolasi setelah material longsor menutup dan merusak akses kampung terpencil tersebut.
Pantauan “PR” Minggu 21 Desember 2025, sejumlah titik longsor terlihat di perlintasan menuju Citiis. Di kawasan hutan dekat kampung itu misalnya, sebagian badan jalan tampak tergerus longsor. Semakin mendekati kawasan permukiman, titik longsor lain juga terlihat menutup badan jalan. Sementara longsor terparah berada di area permukiman. Di sana, lumpur hingga batu menutup nyaris seluruh akses.
Rekahan tebing yang telah berguguran menutup jalan tampak jelas di lokasi itu. Elin (17), warga Citiis mengungkapkan, motor hingga mobil tak bisa melewati titik longsor terparah tersebut. “Sesah ngalangkung (Mobil dan motor susah melewati titik longsor),” kata Elin di Citiis, Minggu siang.
Elin berharap, pemerintah segera memberikan bantuan agar material longsor bisa dikeruk sehingga aktivitas warga pulih kembali.
Hal senada dikemukakan warga Citiis lainnya, Maman Suryaman (47). Maman mengungkapkan, terdapat sekitar lima titik longsor yang menimbun akses Citiis.
Longsor terjadi lebih dari dua pekan lalu. Peristiwanya bersamaan dengan kejadian banjir bandang Sungai Cibitung yang meredam kawasan wisata Curugan di Cililin, beberapa waktu lalu. Sebagian titik longsor memang telah dikeruk oleh warga Citiis. Namun, hujan yang masih kerap mengguyur membuat material longsor kembali turun dan masuk jalan. Bantuan Pemerintah KBB berupa pengerukan menggunakan alat berat juga belum ada.
Akibatnya, warga sangat kesulitan saat melakukan aktivitas ekonomi hingga pendidikan. Warga sulit untuk berbelanja ke pasar karena akses yang masih tertimbun longsor.
Tak cuma aktivitas ekonomi, urusan pendidikan juga terkena dampak longsor tersebut. Siswa asal Citiis mengalami kesulitan untuk bersekolah. Ipah (35), warga Citiis mengungkapkan, anaknya yang berstatus siswa SMP di wilayah Pasirbuleud menjadi enggan berangkat ke sekolah karena kondisi itu. “Jalan sesah, mapah tebih (Jalannya jadi sukar dilewati, jika berjalan kaki ke sekolah jaraknya jauh),” ucapnya. Jarak dari Citiis ke sekolah mencapai setidaknya 7 kilometer.
Siklon tropis
Sementara itu hasil analisis BMKG, pusat sirkulasi bibit siklon tropis 93S berada di Samudra Hindia, sebelah barat daya Jawa Barat per Minggu 21 Desember 2025. Bibit siklon tropis 93S akan menjadi siklon tropis kategori 1 pada Minggu 21 Desember 2025 malam dengan pergerakan ke arah barat, menjauh dari Indonesia.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu menyampaikan monitoring dan analisis dari Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, BMKG. Setelah sempat mengalami penurunan intensitas dalam 12 jam terakhir, sistem kembali menunjukkan peningkatan secara perlahan.
“Intensitas bibit siklon tropis 93S diprakirakan meningkat secara perlahan dalam 24 jam ke depan. Hal itu ditandai dengan munculnya kembali area dengan gale force wind selama 6 sampai 12 jam ke depan dan peningkatan kecepatan angin menjadi 45 knot atau 83 kilometer per jam. Sistem diprediksi akan menjadi siklon tropis kategori 1 pada 21 Desember 2025 malam dengan pergerakan ke arah barat, menjauhi wilayah Indonesia,” kata Rahayu, Minggu 21 Desember 2025. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar