Ucapan Terakhir Epy Kusnandar: Wejangan ‘Lauhul Mahfudz’ yang Diunggah Istri di Instagram
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 5 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kepergian aktor senior Epy Kusnandar (61), atau yang kita kenal sebagai Kang Mus, meninggalkan luka mendalam bagi dunia hiburan.
Namun, duka paling terasa datang dari sang istri, Karina Ranau, yang dengan pilu membagikan momen dan pesan terakhir suaminya melalui akun Instagram pribadinya, @karinaranau9.
Karina tak hanya mengumumkan kabar duka, tetapi juga mengisahkan momen-momen yang kini ia yakini sebagai isyarat perpisahan.
Kisah-kisah ini mengubah kesedihan menjadi untaian firasat yang mengharukan.
“Catatan Hidup” yang Diunggah di Instagram:
Beberapa jam sebelum Epy Kusnandar berpulang, ia tiba-tiba mendatangi warung makan milik keluarga mereka di kawasan Samali Pancoran Jakarta Selatan.
Karina sempat terkejut, namun momen tersebut menjadi rekaman terakhir yang abadi.
Dalam unggahan Instagram @karinaranau9 tertulis:
“Pi malam itu kamu berusaha datang ke warung dengan semangat yang baik, hanya untuk menyampaikan kata-kata ini. Hanya beberapa jam saja tiba-tiba kamu meninggalkan kami,” tulisnya.
Pesan yang disampaikan Epy kepada karyawan warungnya, yang kemudian diabadikan Karina di media sosial, adalah wejangan spiritual tentang takdir dan tanggung jawab.
“Tanpa disuruh, catatan-catatan kita tuh sudah ada di lauhul mahfudz. Jadi tanpa kita catat, perbuatan kita menyiapkan buku catatan, mencatat setiap pembeli yang datang,” tulisnya lagi.
Ternyata pesan tersebut menjadi penutup yang indah, seolah-olah ia sudah menyelesaikan “catatan” dunianya.
Firasat ‘Pertemuan Terakhir’ dan Ucapan Awal yang Disangka Canda:
Beberapa hari sebelumnya, Epy Kusnandar pernah mengundang anak-anaknya. Ia menyampaikan kalimat yang terdengar biasa, tetapi kini disadari sebagai tanda perpisahan:
“Mungkin ini adalah pertemuan terakhir. Atau mungkin justru awal dari segalanya,” kata mendiang Epy Kusnandar.
Karina Ranau juga mengenang panggilan telepon terakhir dari suaminya sebelum ia sakit. Epy sempat berkata: “Bun, saya sedang bersiap. Dari apartemen ke bawah, mau naik Gojek. Bunda, saya sedang merangkak sekarang.” tulis Karina menirukan perkataan suaminya.
Karina sempat mengira suaminya bercanda, hingga Epy datang ke warung dengan senyum dan keceriaan, tanpa terlihat sakit sedikit pun. Siapa sangka, itu adalah energi terakhir yang ia sisakan untuk mengucapkan selamat tinggal.
Tangis Pilu di Pusara: “Aku Tidak Punya Tempat Cerita Lagi”:
Puncak kesedihan Karina Ranau terekam saat prosesi pemakaman di TPU Jeruk Purut. Air mata dan jerit histerisnya tak terbendung saat melepas sang suami.
Karina, yang selama ini menjadi teman dekat Epy dalam kebahagiaan dan kesedihan, menyampaikan rasa sedih yang paling dalam.
Saat Epy Kusnandar dimakamkan, terdengar ratapan Karina yang menyentuh jiwa, menunjukkan rasa kehilangan yang sangat mendalam:
“Aku mencintaimu, Papi. Aku sudah tidak punya tempat untuk bercerita lagi, Pi. Hanya kita berdua, Pi,” teriak Karina.
Ungkapan ini menunjukkan betapa besar peran Epy Kusnandar sebagai tempatnya bersandar dan berbagi cerita.
Selamat jalan, Kang Mus. Dedikasi dan pesan-pesan bijakmu akan selalu menjadi pengingat. Rest in Peace, Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa.***

>

Saat ini belum ada komentar