Trump Hina Pemimpin Eropa Karena Izinkan Imigran
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 11 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik para pemimpin Eropa. Ia menggambarkan Eropa saat ini sebagai “lemah” dan “beracun” karenamigrasi.
Trump mengatakan kepada Politico yang dikutip dari Al Jazeera bahwa negara-negara Eropa perlu mengusir pendatang yang masuk ke negara ini secara ilegal. “Eropa, mereka ingin bertindak benar secara politik, dan hal itu membuat mereka lemah,” ujar Trump pada Selasa, 9 Desember 2025.
Presiden Amerika Serikat sejak lama menentang arus imigrasi ke negara-negara Barat. Ia sering menggunakan bahasa yang kasar untuk mengkritik para imigran, khususnya dari negara-negara Afrika dan mayoritas Muslim. “Eropa berbeda. Jika terus seperti ini, saya pikir banyak negara di sana tidak akan lagi menjadi negara yang layak,” ujar Trump. “Kebijakan imigrasi mereka adalah bencana.”
Pernyataan Trump muncul kurang dari seminggu setelah pemerintahnya mengeluarkan Strategi Keamanan Nasional yang mengkritik Eropa dan memperingatkan tentang “penghapusan peradaban” di benua tersebut. Dokumen itu menyerukan pembentukan penolakan terhadap jalur Eropa saat ini dalam negara-negara Eropa.
Saat ditanya mengenai kemungkinan campur tangan dalam urusan internal Eropa, Trump menyatakan bahwa ia lebih memperhatikan pengelolaan pemerintahan Amerika Serikat. Namun, ia tidak menolak kemungkinan untuk mendukung calon dan partai dalam pemilu Eropa, mirip dengan dukungannya terhadap politisi sayap kanan di Amerika Latin.
Trump juga membenarkan bahwa sekutunya di Hungaria, Perdana Menteri Viktor Orban, sedang mengajukan permohonan dana bantuan dari Amerika Serikat. Paket tersebut mirip dengan bantuan sebesar 40 miliar dolar AS yang disalurkan Washington kepada pemerintahan Presiden Argentina Javier Milei.
Kontroversi yang dilakukan oleh Trump telah dimulai sejak masa jabatannya pertama pada tahun 2017. Pernyataan Trump memicu ketegangan diplomatik dengan Inggris ketika ia menyebarkan video palsu. Video tersebut menampilkan seorang tokoh sayap kanan Inggris yang menggambarkan imigran Muslim sebagai individu yang melakukan tindakan kekerasan.
Perdana Menteri Inggris pada masa itu, Theresa May, menyatakan bahwa unggahan tersebut tidak benar. Sejumlah politisi mengkritik presiden Amerika Serikat.
Pada hari Selasa, Trump sering kali mengkritik Wali Kota London Sadiq Khan. Ia meragukan keyakinan Khan dan menyatakan bahwa walikota, yang merupakan seorang Muslim, dipilih oleh para imigran. Pernyataan Trump ini mencerminkan teori konspirasi “pergeseran besar” yang menyebutkan adanya rencana tidak berdasar untuk menggantikan pemilih kulit putih dengan pendatang baru. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar