Tri Tito Karnavian Tekankan Peran Keluarga dalam Membentuk Kualitas Bangsa
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 10 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan kualitas seseorang. Hal ini disampaikan oleh Tri Tito Karnavian, seorang penasihat Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ia menekankan bahwa kualitas manusia Indonesia tidak hanya berasal dari pendidikan formal, tetapi juga dari lingkungan keluarga yang harmonis.
Pentingnya Pembangunan Keluarga sebagai Dasar
Menurut Tri Tito, komponen terkecil dari bangsa adalah rumah tangga. Oleh karena itu, membangun fondasi keluarga yang kuat menjadi langkah awal untuk berkontribusi lebih luas. “Kalau ingin membangun lebih luas, harusnya kita bisa dulu membangun yang lebih kecil. Komponen bangsa ini yang terkecil adalah rumah tangga,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa anggota DWP memiliki peran penting sebagai istri ASN, ibu, maupun perempuan berkarier. Selain mendampingi suami dalam hal-hal dasar, mereka juga diharapkan menjadi mitra diskusi mengenai isu sosial seperti bencana alam yang terjadi di berbagai daerah. Misalnya, bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kesadaran Lingkungan dari Diskusi Keluarga
Tri Tito juga menyoroti pentingnya kesadaran menjaga lingkungan, yang dapat dimulai dari diskusi di dalam keluarga. “Itu kan bisa berdiskusi kenapa ini terjadi, bagaimana dampaknya di tempat kita sendiri yang belum terkena. Karena ternyata dampak ini juga bisa terkena di tempat kita sendiri, kalau kita tidak menjaga lingkungan,” jelasnya.
Ia menyarankan agar masyarakat mulai belajar menjaga lingkungan melalui tindakan kecil, seperti mengurangi sampah plastik atau memilah limbah. “Bagaimana caranya kita menjaga lingkungan, misalnya dari hal yang kecil,” tambahnya.
Pendidikan Karakter sebagai Fondasi Generasi Masa Depan
Selain itu, Tri Tito menekankan bahwa pendidikan karakter jauh lebih penting dibanding pendidikan formal dalam menghadapi tantangan saat ini. Ia menyebutkan bahwa generasi muda perlu dipersiapkan untuk menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita harus fokus pada pendidikan karakter, karena itu akan menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” katanya.
Buka Wawasan tentang Pekerjaan yang Beragam
Tri Tito juga mengingatkan orang tua untuk tidak memaksakan standar keberhasilan versi mereka kepada anak. Menurutnya, peluang sukses kini semakin luas dan kreatif. “Sekarang ini pekerjaan itu bukan hanya bersifat formal seperti itu. Informal pun jauh bisa lebih sukses daripada yang formal,” ujarnya.
Ia menyarankan agar orang tua membuka wawasan bagi keluarga bahwa pendidikan tidak hanya untuk bekerja formal, tetapi juga bisa terbuka untuk pekerjaan informal.
Keseimbangan antara Keluarga dan Karier
Sebagai perempuan karier atau yang aktif berorganisasi, anggota DWP juga perlu mengatur prioritas agar keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan tetap terjaga. Tri Tito menekankan bahwa dengan ritme pekerjaan yang fleksibel, para suami dan anak-anak bisa lebih mudah beradaptasi.
“Apalagi sekarang alat komunikasi sudah baik sehingga bisa berkomunikasi melalui alat komunikasi,” ujarnya.
Keberlanjutan dan Kolaborasi dalam Kesejahteraan Keluarga
Di akhir pidatonya, Tri Tito berharap DWP Kemendagri dapat terus berkontribusi bagi kesejahteraan keluarga ASN. Ia juga mendorong kolaborasi dengan berbagai mitra serta kegiatan yang sejalan dengan visi organisasi, termasuk peningkatan kesadaran akan pentingnya perlindungan dari kekerasan dalam rumah tangga.
“Jangan sampai fungsinya yaitu menyejahterakan anggota keluarga ASN, tapi kita melaksanakan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan kesejahteraan keluarga ASN,” pungkasnya. ***

>

Saat ini belum ada komentar