Terence Crawford, Bintang Tinju Tak Terkalahkan Umumkan Pensiun Usia 38 Tahun
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rab, 17 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Terence Crawford, seorang petinju tak terkalahkan dengan rekor sempurna 42-0, mengumumkan pensiun dari olahraga tinju pada usia 38 tahun. Keputusan ini diumumkan setelah kemenangan spektakuler atas Canelo Álvarez di Las Vegas pada bulan September, yang membawanya menjadi juara super middleweight tanpa tantangan.
Kemenangan yang Mengubah Sejarah Tinju
Kemenangan Crawford atas Álvarez menjadi momen penting dalam kariernya. Dalam pertandingan tersebut, Crawford tampil dominan dan memperoleh keputusan bulat dari juri. Ini adalah kemenangan yang membuatnya menjadi satu-satunya petinju yang memegang gelar juara WBA, IBF, dan WBO di kelas super middleweight. Namun, keberhasilannya tidak sepenuhnya mulus karena ia juga pernah kehilangan gelar WBC akibat sengketa biaya penyelenggaraan pertandingan.
Alasan Pensiun: Bukan Karena Kelelahan, Tapi Kemenangan yang Berbeda
Dalam video pengumuman pensiunnya, Crawford menjelaskan bahwa keputusannya bukan berasal dari kelelahan atau ketidakmampuan untuk terus berlaga. “Saya mundur dari kompetisi, bukan karena saya sudah selesai bertinju, tapi karena saya menang dalam pertarungan yang berbeda,” ujarnya. Ia menyebutkan bahwa ia ingin berhenti pada waktunya sendiri, bukan karena tekanan eksternal.
Crawford juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, kota tempatnya lahir, serta dirinya sendiri sebagai anak yang dulu hanya memiliki mimpi dan sarung tinju. “Saya bertarung untuk keluarga saya, untuk kota saya, dan untuk anak kecil saya yang dulu tidak punya apa-apa selain mimpi dan sarung tinju. Saya lakukan semuanya dengan cara saya sendiri.”
Rekor yang Membuatnya Jadi Legenda
Karier Crawford berlangsung selama tiga dekade, dimulai dari debut profesionalnya pada tahun 2008. Dalam waktu singkat, ia menjadi salah satu bintang terbesar dalam dunia tinju. Pada 2014, Crawford memenangkan gelar dunia pertamanya, yaitu gelar WBO lightweight, setelah mengalahkan Ricky Burns dari Skotlandia.
Selama kariernya, Crawford memenangkan 18 gelar dunia dalam lima kelas berat. Kemenangan terakhirnya atas Álvarez menjadi puncak kesuksesannya. Ia retak dengan rekor sempurna, tanpa pernah dikalahkan secara resmi dalam pertandingan. Semua kemenangannya dicapai melalui keputusan bulat atau pemenang knockout, tanpa pernah ada juri yang memberi skor bagi lawannya.
Pengaruh yang Tak Terlupakan
Crawford dikenal sebagai petinju yang sangat disiplin dan memiliki mental baja. Ia tidak pernah merasa puas dengan pencapaian yang telah diraih, selalu mencari tantangan baru. Hal ini membuatnya menjadi inspirasi bagi banyak atlet muda yang ingin mengikuti jejaknya.
Pengumuman pensiunnya menjadi momen penting dalam sejarah tinju modern. Bagi para penggemar, Crawford bukan hanya seorang petinju, tetapi juga simbol ketekunan, dedikasi, dan keberanian untuk terus berjuang meskipun dunia sering kali meragukannya. ***




