Tensi Berkembang di Selat Taiwan Akibat Latihan Militer Cina
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sel, 30 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Latihan militer besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Tiongkok telah memicu ketegangan di sekitar Selat Taiwan. Dalam pernyataannya, pihak Tiongkok menyebut latihan ini sebagai “peringatan keras” terhadap kekuatan eksternal dan kelompok pemisah. Tindakan ini dilakukan setelah munculnya ketegangan antara Tiongkok dengan Amerika Serikat dan Jepang, khususnya terkait penjualan senjata besar-besaran oleh AS ke Taiwan serta pernyataan dari Perdana Menteri Jepang yang menyatakan kemungkinan keterlibatan militer jika Tiongkok mengambil tindakan terhadap Taiwan.
Tindakan Pemerintah Taiwan untuk Menjaga Keamanan
Pemerintah Taiwan merespons dengan menempatkan pasukannya dalam status siaga tinggi. Mereka juga mengumumkan bahwa lebih dari 100.000 penumpang pesawat internasional akan terdampak akibat pembatalan atau pengalihan penerbangan. Departemen Pertahanan Taiwan menyatakan bahwa latihan militer Tiongkok semakin memperkuat sifat agresif pihak Tiongkok dan ancaman terhadap perdamaian.
Latihan Militer yang Melibatkan Berbagai Kekuatan Angkatan Bersenjata
Dalam latihan tersebut, Tiongkok mengirimkan pasukan udara, angkatan laut, dan rudal untuk melakukan simulasi operasi bersama. Latihan ini mencakup patroli kesiapan tempur laut-udara, “penguasaan keseluruhan superioritas”, dan blokade pelabuhan penting. Ini merupakan latihan skala besar pertama yang secara publik menyebut tujuan “deterensi menyeluruh di luar rantai pulau”.
Komentar dari Pejabat Militer Tiongkok
Letnan Jenderal Shi Yi, juru bicara Komando Barat Daya Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, menjelaskan bahwa latihan ini bertujuan untuk memberikan peringatan keras terhadap kelompok pemisah dan kekuatan eksternal. Ia menegaskan bahwa tindakan ini adalah langkah sah dan penting untuk menjaga kedaulatan dan persatuan Tiongkok.
Sejarah Hubungan Tiongkok dan Taiwan
Sejak 1949, Tiongkok dan Taiwan telah berada di bawah pemerintahan yang berbeda. Setelah perang saudara, Partai Nasionalis yang kalah melarikan diri ke Taiwan. Sejak saat itu, Taiwan beroperasi dengan pemerintahan sendiri, meskipun pemerintah daratan Tiongkok tetap mengklaimnya sebagai wilayah mereka.
Dampak pada Penerbangan dan Keamanan Regional
Tiongkok juga mengumumkan adanya zona bahaya sementara di sekitar Selat Taiwan untuk latihan tembakan rudal. Hal ini menyebabkan pembatasan bagi pesawat terbang. Lebih dari 850 penerbangan internasional dijadwalkan selama periode ini, dan latihan ini diperkirakan akan memengaruhi lebih dari 100.000 penumpang.
Persiapan Pertahanan Taiwan
Pemerintah Taiwan sedang membangun sistem pertahanan udara yang disebut “T-Dome” untuk melindungi dari ancaman Tiongkok. Sistem ini mirip dengan Iron Dome yang digunakan Israel. Pernyataan resmi menyebutkan bahwa pihak Taiwan akan terus meningkatkan kapasitas pertahanan mereka.
Tindakan Politik dan Hukum
Beijing juga memberlakukan sanksi terhadap 20 perusahaan pertahanan AS dan 10 eksekutifnya setelah Washington mengumumkan paket senjata senilai lebih dari $10 miliar untuk Taiwan. UU federal AS menetapkan kewajiban Washington untuk membantu pertahanan Taipei, yang semakin menjadi sumber ketegangan dengan Tiongkok.
Komentar dari Pejabat Taiwan
Karen Kuo, juru bicara kantor presiden Taiwan, menyatakan bahwa operasi Tiongkok mengancam stabilitas dan keamanan Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik. Ia mengecam tindakan Tiongkok yang mengabaikan norma internasional dan menggunakan ancaman militer terhadap negara-negara tetangga.
Latihan militer Tiongkok di sekitar Taiwan terus meningkatkan ketegangan di kawasan. Pihak Taiwan berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan rakyatnya, sementara Tiongkok tetap bersikeras bahwa Taiwan harus berada di bawah pemerintahan mereka. Situasi ini menjadi perhatian global, dengan potensi dampak yang signifikan terhadap stabilitas regional. ***





Saat ini belum ada komentar