Strategi Pengelolaan Keuangan untuk Hidup Layak di Jakarta Gaji 5,7 Juta
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jum, 26 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM –Â Hidup di Jakarta dengan gaji sebesar Rp 5,7 juta per bulan memang terdengar menantang, terutama mengingat tingginya biaya hidup di kota metropolitan ini. Namun, dengan perencanaan keuangan yang tepat, penghasilan tersebut bisa dikelola agar cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar dan bahkan menyisihkan dana untuk tabungan serta investasi. Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini, memberikan panduan terkait cara mengatur anggaran agar bisa bertahan hidup layak di ibu kota.
Pola Alokasi Dana yang Tepat
Mike Rini menjelaskan bahwa banyak generasi muda, khususnya Gen Z, menggunakan aturan 50-30-20 sebagai dasar dalam mengatur pengeluaran. Dalam skema ini, 50% dari gaji dialokasikan untuk kebutuhan pokok, 30% untuk gaya hidup, dan 20% untuk tabungan dan investasi. Namun, ia menilai pola ini kurang efektif bagi pekerja yang tinggal di Jakarta.
“Jika seseorang harus menyewa tempat tinggal dan menggunakan transportasi umum, maka skema 50-30-20 tidak akan cukup,” ujarnya. Menurut Mike, skema yang lebih realistis adalah 70-20-10, di mana 70% digunakan untuk kebutuhan dasar, 20% untuk gaya hidup, dan 10% untuk tabungan dan investasi.
Penyesuaian Gaya Hidup untuk Keseimbangan Keuangan
Menurut Mike, poin yang paling penting untuk disesuaikan adalah gaya hidup. Ia menekankan bahwa pengeluaran untuk kebutuhan non-esensial harus dikurangi agar dana untuk tabungan dan investasi tetap terjaga.
“Yang bisa kita sesuaikan adalah gaya hidup. Bisa saja 70% buat kebutuhan dasar, 10% buat gaya hidup, dan 20% buat menabung dan investasi. Namun, saya sarankan untuk mengumpulkan dana darurat terlebih dahulu,” kata Mike.
Ia juga menegaskan bahwa kesadaran untuk menabung dan berinvestasi sangat penting. “Kalau kita punya gaji lebih dari UMP pun, kalau tidak disiplin, kalau tidak punya niat mau menabung, tidak bangun sistem yang memungkinkan untuk bisa berinvestasi, gaji di atas UMP pun tidak akan habis semuanya untuk kebutuhan dasar saja,” tambahnya.
Disiplin dalam Pengelolaan Keuangan
Mike menekankan bahwa hidup layak di Jakarta dengan gaji Rp 5,7 juta bergantung pada disiplin dan strategi pengelolaan keuangan yang baik. Ia menyarankan agar setiap individu membuat anggaran yang detail dan konsisten.
“Kunci utamanya adalah disiplin. Jika Anda memiliki rencana keuangan yang jelas, maka penghasilan yang Anda terima bisa digunakan secara optimal,” ujarnya.
Tips Tambahan untuk Menghemat Pengeluaran
Selain penyesuaian anggaran, beberapa langkah lain juga bisa dilakukan untuk menghemat pengeluaran. Misalnya, memilih transportasi umum yang lebih murah, membeli kebutuhan harian secara grosir, atau menghindari pengeluaran impulsif.
Tidak hanya itu, membangun sistem keuangan yang baik seperti menabung secara rutin dan melakukan investasi jangka pendek atau panjang juga menjadi kunci untuk mencapai kemandirian finansial.
Dengan kombinasi antara disiplin, perencanaan yang matang, dan pengurangan pengeluaran yang tidak perlu, hidup layak di Jakarta dengan gaji Rp 5,7 juta bukanlah hal yang mustahil. ***





Saat ini belum ada komentar