Sebagai Pondasi Pembangunan, Pemkot Bandung Perkuat Solidaritas Sosial
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kepedulian sosial dianggap sebagai dasar penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan sebuah kota. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, dalam perayaan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tingkat Kota Bandung Tahun 2025 yang berlangsung pada Kamis, 18 Desember 2025 malam.
Dalam sambutannya, Zulkarnain menekankan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemegahan fisik, tetapi juga dari indeks kemanusiaannya.
“Perkembangan tidak boleh hanya berbicara tentang angka dan infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh aspek kemanusiaan. Rasa solidaritas dan kerja sama adalah dasar yang penting dalam membangun Kota Bandung,” katanya.
Momentum Refleksi dan Pemenuhan Nilai Kesetiakawanan
Zulkarnain berharap perhelatan HKSN tahun ini menjadi kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengaktifkan kembali semangat saling bantu di tengah perubahan kota besar.
“Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional merupakan pengingat bahwa solidaritas sosial adalah kekuatan utama bangsa. Nilai ini harus terus kita jaga dan aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar pria yang akrab disapa Zul tersebut.
Sebagai kota yang memiliki tingkat perpindahan penduduk yang tinggi, Bandung menghadapi berbagai tantangan sosial, mulai dari kemiskinan hingga perlindungan terhadap kelompok yang rentan.
“Masih ada kelompok masyarakat yang sangat rentan menghadapi krisis sosial dan bencana. Kondisi ini tidak boleh kita lalaikan,” ujarnya menegaskan.
Zul menambahkan komitmen pemerintah dalam mendukung masyarakat:
“Pemerintah Kota Bandung akan terus hadir, menguatkan, dan membersamai masyarakat dalam setiap ikhtiar kemanusiaan. Kota yang kuat adalah kota yang warganya saling peduli dan saling menopang”. katanya.
Tantangan Kesejahteraan dan Pengujian Data Bantuan Sosial
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, memaparkan data mengenai kondisi ekonomi masyarakat. Tercatat hampir seperempat penduduk Kota Bandung masuk dalam kelompok desil 1 hingga 5, yang memerlukan perhatian khusus dari berbagai pilar sosial.
“Capaian kinerja yang ada bukan semata-mata hasil kerja Dinas Sosial, tetapi hasil kolaborasi seluruh pilar sosial di Kota Bandung untuk meningkatkan kesejahteraan sosial,” ungkap Yorisa.
Untuk memastikan program pemerintah tepat sasaran, Dinas Sosial telah mengerahkan 506 petugas verifikasi dan validasi. Langkah ini diambil guna memperbarui data penerima bantuan sosial agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Di masa depan, arah kebijakan bantuan sosial di Kota Bandung akan mengalami perubahan konsep. Berdasarkan petunjuk Kementerian Sosial RI, fokus utama akan dialihkan pada pemberdayaan ekonomi. 2. Masa depan kebijakan bantuan sosial di Kota Bandung akan mengalami pergeseran dalam pandangan. Sesuai dengan petunjuk Kementerian Sosial RI, penekanan utamanya akan berada pada pemberdayaan ekonomi. 3. Kebijakan bantuan sosial di Kota Bandung ke depan akan mengalami perubahan pola pikir. Mengikuti arahan Kementerian Sosial RI, prioritas utamanya akan ditujukan pada pemberdayaan ekonomi. 4. Arah kebijakan bantuan sosial di Kota Bandung ke depan akan mengalami pergeseran paradigma. Dengan mengacu pada petunjuk Kementerian Sosial RI, fokus utamanya akan diberikan pada pemberdayaan ekonomi. 5. Kebijakan bantuan sosial di Kota Bandung pada masa mendatang akan mengalami perubahan konseptual. Sejalan dengan arahan Kementerian Sosial RI, penekanan utamanya akan berada pada pemberdayaan ekonomi.
“Program bantuan sosial tidak hanya berupa bantuan langsung, tetapi juga harus mendorong kemampuan diri masyarakat agar mereka mampu mandiri secara terus-menerus,” kata Yorisa.
Selain penanggulangan kemiskinan, penguatan langkah mitigasi bencana juga menjadi fokus utama dengan dibentuknya Kampung Siaga Bencana di berbagai kecamatan, mengingat sepanjang tahun 2025 tercatat ratusan peristiwa bencana yang memengaruhi ribuan penduduk. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar