Planetarium Jakarta Kembali Beroperasi Setelah 13 Tahun Tidak Aktif
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 24 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Planetarium Jakarta, yang sebelumnya sempat tidak beroperasi selama lebih dari satu dekade, kini kembali dibuka untuk masyarakat. Pengoperasian ulang fasilitas ini menjadi momen penting dalam pengembangan pendidikan sains dan teknologi di Ibu Kota.
Sejarah dan Perkembangan Planetarium Jakarta
Planetarium Jakarta pertama kali didirikan pada tahun 1964 dengan inisiatif Presiden Sukarno. Tujuannya adalah untuk memajukan ilmu astronomi serta mengurangi kepercayaan takhayul di kalangan masyarakat. Bangunan ini resmi beroperasi pada 1 Maret 1969, di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin.
Di awal pembukaannya, Planetarium Jakarta menjadi pusat edukasi astronomi pertama di Asia Tenggara. Fasilitas ini menawarkan simulasi langit dan observasi benda-benda langit bagi pengunjung umum. Selama beberapa tahun, tempat ini menjadi ikon pendidikan sains yang diminati oleh banyak kalangan.
Namun, pada tahun 2002, status organisasi Planetarium berubah dari nonstruktural menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta. Perubahan ini menjadi awal pergeseran dalam pengelolaan dan pengembangan fasilitas tersebut.
Proses Renovasi yang Tersendat
Pada 2019, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan rencana besar-besaran untuk perbaikan Taman Ismail Marzuki, termasuk renovasi Planetarium. Namun, proses pengerjaan mengalami hambatan selama beberapa tahun, terutama antara 2021 hingga 2024.
Meski begitu, akhirnya pada Desember 2025, Planetarium Jakarta kembali beroperasi setelah melalui proses renovasi yang cukup menyeluruh. Fasilitas ini kini dilengkapi dengan teknologi modern seperti AI Virtual Host, sehingga memberikan pengalaman baru bagi pengunjung.
Pernyataan Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi meresmikan kembali Planetarium Jakarta. Ia menyampaikan bahwa salah satu prinsip kerjanya adalah menyelesaikan proyek yang belum terselesaikan.
“Termasuk kemarin saya juga baru sadar, kita setelah hampir 12-13 tahun yang berkaitan dengan Planetarium, enggak pernah dioperasikan. Karena setiap hari Dirut Jakpro saya kejar-kejar, Alhamdulillah kemarin kita resmikan,” ujarnya.
Pramono juga menegaskan bahwa Planetarium Jakarta merupakan salah satu peninggalan penting dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin. Ia menyebut bahwa selama 13 tahun, bangunan ini tidak pernah diapa-apakan.
Fasilitas dan Program yang Ditawarkan
Setelah direnovasi, Planetarium Jakarta kini menawarkan berbagai wahana interaktif dan edukatif. Pengunjung dapat menggunakan kacamata khusus untuk mengamati simulasi gerhana matahari cincin atau menonton video tentang berbagai fenomena alam dan ruang angkasa.
Selain itu, di sekitar kompleks Taman Ismail Marzuki, terdapat fasilitas lain seperti Artotel yang telah resmi dibuka. Hotel ini memiliki 130 kamar lebih dan disebut sebagai tempat yang nyaman untuk para pengunjung.
Masa Depan Planetarium Jakarta
Dengan kembalinya Planetarium Jakarta, diharapkan bisa menjadi pusat edukasi sains dan antariksa yang lebih modern. Fasilitas ini juga akan menjadi tempat untuk mengedukasi generasi muda tentang astronomi dan teknologi.
Seiring dengan perkembangan teknologi, Planetarium Jakarta akan terus diperbarui agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan adanya AI Virtual Host, pengunjung akan mendapatkan pengalaman yang lebih interaktif dan menarik. ***

>
>
Saat ini belum ada komentar