PHRI Bali: Wisata Mulai Pulih Jelang Nataru
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sel, 30 Des 2025
- comment 0 komentar


DIAGRAMKOTA.COM –Ā Pemilik hotel dan restoran di Bali menyangkal anggapan bahwa Pulau Dewata kekurangan pengunjung selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, menyatakan bahwa kondisi pariwisata Bali menunjukkan arah yang baik, khususnya terkait kedatangan wisatawan asing.
Ia menyampaikan bahwa selama tahun 2025, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Bali diperkirakan mencapai sekitar 7 juta orang. Angka ini melebihi target awal sebesar 6,5 juta wisatawan dan meningkat sekitar 700 ribu dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang berada di kisaran 6,3 juta kunjungan.
“Pada tahun 2025 terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asing dibandingkan tahun 2024. Untuk wisatawan internasional mencapai 7 juta,” kata Rai, Senin (29/12).
Namun, Rai mengakui bahwa jumlah wisatawan lokal mengalami penurunan sekitar 10 persen dibandingkan target 10 juta orang pada tahun 2025.
Menurutnya, penurunan ini disebabkan oleh kecenderungan masyarakat Indonesia yang lebih memilih berwisata ke luar negeri, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.
“Karena harga tiket pesawat, jika pergi ke Bali harus ada diskon,” katanya.
Selain itu, terdapat pula masyarakat dengan kondisi ekonomi yang kurang kuat yang memutuskan untuk merayakan liburan di kota tempat tinggal mereka guna menghindari pengeluaran yang besar.
Selanjutnya, terdapat faktor lain yang berpengaruh terhadap jumlah wisatawan lokal di Bali selama liburan Natal dan Tahun Baru kali ini, yaitu kondisi perekonomian global yang masih menghadapi ketidakpastian.
Mulai Membaik

Mengenai masa liburan Natal dan Tahun Baru, Rai Suryawijaya menyatakan bahwa kondisi pariwisata Bali mulai membaik sejak 20 Desember 2025. Ia melihat masih terdapat properti dengan tingkat okupansi sekitar 60 persen.
āBali tidak sepi, situasi mulai 20 Desember ke atas ini mulai membaik, jika ada properti yang tingkat okupansinya masih 60 persen, satu atau dua properti mungkin perlu terus dievaluasi, bisa jadi kualitasnya menurun, atauāservice-nya kurang maksimal,ā jelasnya.
Ia juga menambahkan, tingkat okupansi hotel saat ini mengalami tekanan akibat meningkatnya jumlah akomodasi yang tersedia. Dalam beberapa waktu terakhir, banyak villa dan hotel baru muncul, termasuk hotel yang memperluas jumlah kamar mereka.
Berdasarkan data PHRI Bali, selama tahun 2025 jumlah wisatawan yang dikunjungi Bali diperkirakan mencapai 15,99 juta orang, mengalami penurunan sebesar 2,8 persen dibandingkan jumlah wisatawan pada 2024 yang berjumlah 16,46 juta orang.
Di dalam data tersebut, dari 1 hingga 23 Desember 2025 berdasarkan data sementara dari PT Angkasa Pura, Bali dikunjungi oleh 839.155 wisatawan, atau mengalami penurunan sebesar 43,8 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1,49 juta wisatawan. ***





Saat ini belum ada komentar