Pergerakan Saham Super Bank (SUPA) Pasca-Debut di Bursa
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 22 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mengalami penurunan signifikan pada hari keempat setelah melantai di bursa. Pada Senin (22/12/2025), saham tersebut turun hingga mencapai level auto rejection bawah (ARB) sebesar 14,63 persen, dengan harga Rp1.050 per unit. Penurunan ini terjadi setelah saham SUPA sempat mengalami kenaikan besar dalam tiga hari berturut-turut.
Pengamatan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa antrean jual di kolom offer mencapai 918 ribu lot. Hal ini menunjukkan ketidakpastian dan kekhawatiran investor terhadap valuasi saham yang mulai menyentuh tingkat PBV yang tinggi.
Kinerja Saham Selama Tiga Hari Pertama
Sebelumnya, saham SUPA berhasil menembus batas auto rejection atas (ARA) selama tiga hari berturut-turut. Pada tanggal 17, 18, dan 19 Desember 2025, saham tersebut ditutup dengan kenaikan hingga 25 persen. Kenaikan ini menunjukkan antusiasme pasar terhadap peluncuran bank digital Grup Emtek.
Namun, situasi berubah pada hari keempat setelah debut. Penurunan tajam ini menjadi pertanyaan bagi banyak analis dan investor tentang faktor-faktor yang memengaruhi kinerja saham tersebut. Salah satu pengamat pasar modal, Michael Yeoh, menjelaskan bahwa valuasi saham SUPA saat ini menjadi sorotan.
Analisis Valuasi dan Potensi Risiko
Menurut Michael Yeoh, nilai valuasi saham SUPA telah mencapai tingkat yang sama dengan saham bank digital lainnya seperti ARTO. “Berdasarkan angka PBV 4 kali, SUPA sudah menyentuh angka tersebut,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa saham SUPA memiliki potensi risiko jika tidak mampu mempertahankan kinerja yang baik.
Selain itu, pergerakan saham SUPA juga dipengaruhi oleh dinamika pasar modal secara keseluruhan. Saat ini, banyak saham lain yang juga mengalami fluktuasi akibat perubahan kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.
Komentar dari Pengamat Pasar
Pengamat pasar lainnya juga memberikan pandangan mereka tentang kinerja saham SUPA. Mereka menilai bahwa meskipun awalnya sangat positif, tren penurunan ini bisa menjadi indikasi bahwa investor mulai waspada terhadap valuasi yang terlalu tinggi.
Beberapa ahli menyarankan agar investor lebih hati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Mereka menekankan pentingnya memperhatikan laporan keuangan dan kinerja operasional perusahaan sebelum melakukan investasi.
Reaksi Investor dan Pasar
Reaksi investor terhadap penurunan saham SUPA cukup beragam. Beberapa investor memilih untuk menjual saham mereka, sementara yang lain tetap optimis dan percaya bahwa penurunan ini hanya sementara. Namun, hal ini menunjukkan bahwa pasar sedang mengalami ketidakpastian.
Dalam konteks yang lebih luas, penurunan saham SUPA juga dapat menjadi indikator bagi perusahaan-perusahaan lain yang baru saja melantai di bursa. Ini menunjukkan bahwa pasar modal masih rentan terhadap perubahan dan fluktuasi.
Prediksi dan Harapan di Masa Depan
Meski ada ketidakpastian, banyak ahli tetap optimis tentang masa depan saham SUPA. Mereka berharap bahwa perusahaan akan mampu memperbaiki kinerja dan kembali naik dalam waktu dekat. Prediksi ini didasarkan pada potensi pertumbuhan perusahaan dan strategi yang diambil oleh manajemen.
Selain itu, harapan juga ditempatkan pada kemampuan perusahaan untuk meningkatkan layanan dan memperluas pangsa pasar. Dengan demikian, saham SUPA bisa kembali menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik.
Pergerakan saham Super Bank (SUPA) pasca-debut di bursa menunjukkan dinamika yang kompleks. Meskipun awalnya sangat positif, penurunan tajam pada hari keempat menimbulkan pertanyaan tentang valuasi dan potensi risiko. Namun, dengan strategi yang tepat dan kinerja yang baik, saham SUPA masih memiliki potensi untuk pulih dan berkembang. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar