Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Kecerdasan Tidak Dipengaruhi Usia, Inilah 9 Ciri Seseorang yang Dapat Memaksimalkan Kemampuan Emosional Agar Lebih Baik

Kecerdasan Tidak Dipengaruhi Usia, Inilah 9 Ciri Seseorang yang Dapat Memaksimalkan Kemampuan Emosional Agar Lebih Baik

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Bertambahnya usia tidak serta-merta membuat Anda lebih bijaksana atau lebih kuat secara emosional. Kita semua tahu orang-orang yang justru menjadi lebih getir, lebih kaku, dan lebih tertutup seiring bertambahnya usia.

Namun, ada juga yang tampaknya semakin dewasa seiring bertambahnya usia. Mereka menjadi lebih membumi, lebih tangguh, dan lebih damai dengan diri sendiri dan dunia.

Mereka menghadapi kemunduran yang mampu merusak diri mereka yang lebih muda dengan ketenangan yang hampir anggun.

Ini bukan sesuatu yang Anda miliki sejak lahir. Ini merupakan sifat yang Anda latih, terkadang melalui pengalaman, dan seringkali dengan kesulitan.

Namun, ketika Anda mulai mengembangkannya, kualitas-kualitas tersebut akan berkembang seiring berjalannya waktu, sehingga setiap tantangan berikutnya sedikit lebih mudah diatasi dibandingkan sebelumnya.

Dilansir dari Geediting, inilah sepuluh sifat yang tampaknya muncul secara konsisten pada orang-orang yang menjadi lebih tangguh secara emosional seiring bertambahnya usia.

1. Membangun Hubungan yang Baik

Saat masih muda, setiap kegagalan terasa seperti bencana karena kita belum memiliki bukti bahwa kita mampu bertahan dan bangkit kembali.

Namun, orang-orang yang semakin tangguh seiring bertambahnya usia sering kali mengalami kegagalan berulang, sehingga mereka memahami bahwa kegagalan tidaklah menyebabkan kerusakan permanen.

Mereka kehilangan pekerjaan dan mendapatkan pekerjaan yang lain. Mereka pernah ditolak dan berpindah tempat.

Mereka pernah melakukan kesalahan dan mengambil pelajaran darinya. Setiap kegagalan memperkaya portofolio ketangguhan mereka.

Orang yang memiliki ketahanan emosional tidak menghindari tantangan karena kemungkinan kegagalan.

Mereka mengambil risiko yang terkendali karena memahami bahwa kegagalan hanyalah masukan, bukan penilaian terhadap nilai mereka sebagai manusia.

2. Belajar Menghadapi Ketidaknyamanan

Ketika hal yang tidak menyenangkan muncul, seperti percakapan yang rumit atau situasi yang tidak jelas, kecenderungan kebanyakan orang adalah menghindarinya.

Mengalihkan perhatian. Menghilangkannya melalui pekerjaan, makanan, minuman beralkohol, atau terus-menerus menggulir layar.

Orang-orang yang semakin tangguh seiring bertambahnya usia telah mempelajari cara melakukan kebalikannya.

Mereka duduk dengan rasa tidak nyaman. Belajar untuk tetap berada di tengah perasaan yang tidak menyenangkan, seperti kecemasan, kesedihan, rasa malu, atau ketakutan, menciptakan ketangguhan emosional.

Anda menyadari bahwa emosi tidak akan merusak Anda jika Anda mengizinkannya hadir. Emosi muncul, mencapai puncaknya, lalu hilang.

3 Mengendalikan Kebahagiaan Sendiri

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Ini adalah sesuatu yang membutuhkan waktu lama bagi saya untuk mengerti: tidak ada orang lain yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda. 2. Saya butuh waktu lama untuk menyadari hal ini: kebahagiaan Anda tidak bisa dijamin oleh orang lain. 3. Yang perlu saya pahami dalam waktu lama adalah bahwa tidak ada orang lain yang wajib membuat Anda bahagia. 4. Saya akhirnya memahami bahwa tidak ada orang lain yang bertanggung jawab untuk membawa kebahagiaan kepada Anda, dan ini butuh waktu lama bagi saya. 5. Hal ini memakan waktu lama bagi saya untuk mengerti: kebahagiaan Anda tidak dapat diatur oleh orang lain.

Bukan pasanganmu. Bukan anakmu. Bukan atasanmu, bukan teman-temanmu, juga bukan situasimu.

Orang-orang yang semakin tangguh secara emosional seiring bertambahnya usia tidak lagi menantikan kondisi luaran menjadi sempurna sebelum merasa puas.

Mereka menyadari bahwa kebahagiaan sebagian besar bersifat internal.

Ini tidak berarti mereka menjadi orang yang menyendiri atau berhenti menghiraukan hubungan dan situasi.

Namun, mereka berhenti mengorbankan orang lain demi kebahagiaan emosional mereka sendiri.

Mereka berhenti mengkhayal, “Aku akan bahagia ketika…” dan mulai mencari cara untuk merawat ketenangan serta kepuasan di tempat apa pun mereka berada.

Mengambil alih pengendalian terhadap perasaan Anda memberi kebebasan. Ini mengembalikan kendali kepada Anda sendiri.

4. Berdamai dengan Keterbatasan

Masa muda sering kali berkaitan dengan menunjukkan kemampuanmu. Usia tua adalah tentang menerima hal-hal yang tidak bisa kamu lakukan.

Namun, individu yang berkembang lebih kuat secara emosional memahami bahwa mengakui keterbatasan bukanlah tanda ketidakmampuan.

Hanya kebijaksanaan. Anda tidak mungkin bisa menjadi segalanya bagi semua orang. Anda tidak mampu menguasai setiap kemampuan.

Anda memiliki kelemahan dan kebutaan, dan ini wajar. Berjuang melawan keterbatasan ini menghabiskan energi yang seharusnya bisa digunakan untuk bekerja dengan atau di sekitarnya.

5. Mempertahankan Keingintahuan

Perhatikan bagaimana sebagian orang tua menjadi terpaku pada cara mereka, yakin mereka tahu segalanya, dan tidak mau mempertimbangkan sudut pandang baru? Itu bukan kekuatan emosional.

Itu sikap defensif yang menyamar sebagai rasa percaya diri. Orang yang benar-benar tumbuh lebih kuat seiring bertambahnya usia tetap ingin tahu.

Mereka bersedia mempertimbangkan kembali keyakinan yang telah lama dipegang. Mereka bertanya. Mereka mengakui ketika mereka tidak tahu sesuatu.

Ketertarikan untuk mengeksplorasi diri sendiri dan berubah memerlukan kekuatan emosional yang nyata. Jauh lebih mudah untuk tetap berpegang pada pandangan dunia yang sudah Anda miliki.

Namun, tetap terbuka dan ingin tahu membuat Anda tetap terlibat dalam kehidupan. Itu berarti Anda masih bertumbuh, masih belajar, masih berevolusi.

Di situlah ketahanan emosional berperan. Mengutamakan Koneksi yang Bermakna. Ada yang berubah seiring bertambahnya usia dan kekuatan emosionalmu.

Kamu berhenti mengkhawatirkan jumlah teman dan mulai lebih memperhatikan kualitas teman yang dimiliki.

Orang-orang yang semakin tangguh secara emosional memahami bahwa hubungan yang mendalam memberikan dukungan yang tidak pernah bisa didapat dari interaksi yang dangkal. Mereka lebih memilih satu percakapan tulus daripada sepuluh percakapan yang hanya formal.

6. Belajar Meminta Maaf dan Memaafkan

Harga diri semakin tinggi seiring bertambahnya usia. Kekecewaan yang kamu simpan, permintaan maaf yang kamu tahan, semuanya lebih mahal daripada harganya.

Orang yang berkembang lebih kuat secara emosional belajar untuk meminta maaf ketika mereka melakukan kesalahan, bukan karena mereka lemah, tetapi karena mereka lebih menghargai hubungan daripada kebanggaan diri.

Mereka juga belajar untuk mengampuni, bukan karena orang lain layak menerimanya, tetapi karena menyimpan kebencian itu melelahkan.

Ini tidak berarti menjadi penakut atau membiarkan orang lain menginjakmu. Namun, memilih perkelahian dengan bijak dan menyadari bahwa menahan marah bisa lebih menyakitimu daripada orang lain.

7. Menerima Hal Baik

Kontrol adalah bayangan yang kita bentuk di separuh awal kehidupan dan kita pelajari untuk melepaskannya di separuh akhir kehidupan.

Orang-orang yang memiliki ketahanan emosional membangun apa yang saya istilahkan sebagai penerimaan strategis.

Mereka membedakan antara hal-hal yang dapat mereka kendalikan dan yang tidak. Mereka menghabiskan energi mereka pada yang pertama dan menerima yang kedua dengan tenang.

Anda tidak mampu mengatur apa yang orang lain pikirkan tentang Anda. Anda juga tidak bisa mengontrol situasi ekonomi, cuaca, atau apakah anak-anak Anda akan membuat keputusan sesuai dengan harapan Anda.

Anda hampir tidak mampu mengendalikan pikiran dan emosi Anda sepanjang waktu.

Namun Anda mampu mengatur respons Anda. Upaya yang Anda lakukan. Sikap yang Anda tunjukkan. Integritas Anda. Perubahan fokus tersebut, dari usaha mengendalikan segala sesuatu menjadi pengelolaan yang bijaksana terhadap lingkup pengaruh Anda, merupakan hal yang membanggakan sekaligus memberi kekuatan.

8. Senang Mencari Solusi Alternatif

Orang yang berkembang lebih kuat secara emosional belajar untuk bersikap baik terhadap diri sendiri sebagaimana mereka bersikap baik kepada sahabat dekat.

Saat mereka melakukan kesalahan, mereka mengakui kesalahan tersebut, belajar darinya, dan terus melanjutkan hidup tanpa menyalahkan diri sendiri.

Ini bukan tentang mencari alasan atau menghindari tanggung jawab. Ini berkaitan dengan menyadari bahwa menilai diri sendiri secara berlebihan justru tidak efektif.

Anda mampu mempertahankan tingkat yang tinggi sekaligus bersikap ramah terhadap kekurangan yang tak bisa dihindari sebagai manusia.

9. Menemukan Makna Pribadi Sendiri

Orang yang semakin lemah seiring bertambahnya usia cenderung lebih memperhatikan diri sendiri. Sementara itu, individu yang semakin tangguh cenderung memperluas lingkup perhatian mereka.

Mereka bertindak sebagai relawan. Mereka berperan sebagai pembimbing. Mereka memberikan kontribusi untuk lingkungan sekitar mereka.

Mereka menemukan metode untuk bermanfaat tanpa terkait dengan keuntungan pribadi.

Fokus pada lingkungan sekitar bukan berarti melupakan diri sendiri. Artinya adalah menyadari bahwa Anda termasuk dalam jaringan kemanusiaan yang lebih besar, dan bahwa memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan orang lain sering kali memperbaiki kondisi kebahagiaan Anda sendiri.

Orang-orang yang menjaga tujuan dan komitmennya tampaknya lebih mudah menghadapi rintangan mereka. Mungkin karena pandangan mereka. Mungkin karena hubungan sosialnya. Mungkin karena merasa bermanfaat itu menyenangkan.

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kalender Masehi ,Hijriah

    Hari Ini Tanggal Berapa? Perbedaan Sistem Kalender Masehi dan Hijriah

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 165
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Di Indonesia, khususnya bagi umat Islam, pengetahuan tentang perbedaan antara kalender Masehi dan Hijriah sangat penting. Kedua sistem penanggalan ini memiliki dasar perhitungan yang berbeda, sehingga tanggal dalam masing-masing kalender tidak selalu sama. Hal ini membuat banyak orang bertanya, seperti “Hari ini 15 Januari 2026 jatuh pada tanggal berapa dalam kalender Hijriah?” Menurut […]

  • Gubernur Anwar Hafid Terima Kunjungan Danpuspomad, Bahas Sinergi dengan Pomdam XXIII/Palaka Wir

    Gubernur Anwar Hafid Terima Kunjungan Danpuspomad, Bahas Sinergi dengan Pomdam XXIII/Palaka Wir

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Kunjungan Danpuspomad ke Sulawesi Tengah, Fokus pada Sinergi dengan Pemerintah Daerah DIAGRAMKOTA.COM – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menerima kunjungan kerja dari Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) Mayjen TNI Eka Wijaya Permana, SH, bersama Danpomdam XXIII/Palaka Wira Wira Kolonel Cpm Indra Jaya, SE, MM, serta jajaran di ruang kerja Gubernur Sulawesi […]

  • Diskon Tarif Tol , Mudik Lebaran 2026

    Diskon Tarif Tol 30 Persen untuk Dukung Perjalanan Mudik Lebaran 2026

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 93
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah dan perusahaan pengelola jalan tol berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan balik selama libur Lebaran. Salah satu langkah penting yang diambil adalah pemberian diskon tarif tol sebesar 30 persen di beberapa ruas jalan tol utama. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi beban biaya transportasi serta menjaga kelancaran arus lalu […]

  • Timnas U-20 Indonesia

    Persiapan Timnas U-20 Indonesia untuk Kompetisi Internasional

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 112
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia U-20 telah dimulai di Stadion Gelora 10 November, Surabaya. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan skuad Garuda Muda menghadapi dua ajang internasional utama tahun ini, yaitu Piala AFF U-19 2026 dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Fokus pada Pembentukan Kerangka Tim Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto, menjelaskan […]

  • Rumah Radio Bung Tomo

    Ini Penjelasan Wali Kota Eri: Pemugaran Rumah Radio Bung Tomo dan Status Cagar Budaya

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 135
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Rumah Radio Bung Tomo di Surabaya kembali menjadi perhatian setelah Wali Kota Eri Cahyadi memberikan penjelasan terkait status bangunan tersebut. Ia memastikan bahwa bangunan yang berada di Jalan Mawar No.10, Kecamatan Tegalsari, masih berstatus sebagai cagar budaya tipe B. Perubahan Bentuk Bangunan Sejak 1975 Salah satu poin penting yang disampaikan oleh Wali Kota Eri […]

  • Apakah Harta Warisan Harus Membayar Pajak?

    Apakah Harta Warisan Harus Membayar Pajak?

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 321
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh) No. 36 Tahun 2008, disebutkan bahwa semua tambahan kemampuan ekonomi, baik yang digunakan untuk konsumsi maupun untuk meningkatkan kekayaan, merupakan objek pajak. Pertanyaan yang sering diajukan adalah apakah harta warisan harus membayar pajak. Jawaban atas pertanyaan ini tergantung pada beberapa faktor, termasuk sifat harta warisan dan tujuan pengumpulan […]

expand_less