Cara Melacak Titik Lokasi Banjir Deli Serdang hingga Sibolga Langsung di Google Maps (Fitur Tersembunyi)
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sel, 2 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Bencana banjir dan tanah longsor yang disebabkan oleh cuaca ekstrem telah melanda sejumlah kabupaten di Sumatera Utara, termasuk Deli Serdang, Tapanuli, dan Kota Sibolga, sejak 24 November lalu.
Dalam respons terhadap situasi darurat ini, Google kini menyediakan fitur ‘Peringatan Darurat Banjir Sumatera’ untuk memudahkan pemantauan publik.
Lewat fitur ini, masyarakat dapat secara kolektif dan real-time memantau perkembangan terkini situasi banjir di berbagai titik lokasi terdampak.
Lalu, apa saja langkah-langkah spesifik untuk memanfaatkan fitur pelacakan banjir Sumatera langsung dari Google Search?
Mengaktifkan Banner ‘Flood Alerts’
Sebagai layanan pencarian terbesar di dunia, Google memiliki fitur yang dirancang untuk memberikan peringatan dini terhadap berbagai bencana, termasuk banjir. Fitur peringatan ini, yang dikenal sebagai “flood alerts”, dapat diakses dengan memasukkan kata kunci yang tepat.
Untuk menampilkan banner notifikasi ini, pengguna disarankan untuk mengetikkan kata kunci tertentu, seperti: Banjir Sumatera, Banjir di Sumatera Utara, North Sumatera Floods, Sibolga Flood, atau Banjir Tapanuli. Setelah kata kunci tersebut diinput, Google secara otomatis akan memunculkan banner “Flood Alerts” yang menyediakan ringkasan data banjir Sumatera.
Petunjuk Menampilkan Peta yang Terpengaruh di Maps
Di dalam bannerSecara khusus, informasi dibagi ke dalam dua kategori utama: informasi umum yang mencakup titik-titik lokasi yang terkena dampak, dan informasi lokal. Informasi lokal menyediakan tautan ke situs resmi pemerintah, seperti BMKG, guna memperoleh data bencana terkini.
Di bawah banner utama “Flood Alerts”, terdapat juga kolom berita yang merangkum liputan terkini dari berbagai sumber media massa tentang kondisi bencana. Salah satu fitur unggulan yang disediakan di banner ini adalah opsi untuk langsung menampilkan peta dampak atau membuka Google Maps untuk visualisasi titik-titik bencana.
Pada antarmuka Google Maps, wilayah yang sedang dilanda banjir akan ditandai dengan ikon mencolok berwarna merah yang dihiasi tiga garis bergelombang. Berdasarkan data yang dapat dilihat di Maps, tercatat ada enam titik banjir yang telah teridentifikasi secara spesifik di area Sibolga dan Tapanuli.
Meskipun titik-titik tersebut telah ditandai sebagai wilayah yang terkena dampak, perlu diketahui bahwa fitur ini belum menyediakan foto kondisi terkini.real-timedi lokasi. Jika pengguna berusaha menggunakan fitur Street View, gambar yang muncul tetap merupakan dokumentasi lama yang menampilkan kondisi biasa.
Google menyampaikan bahwa pembaruan terkini mengenai titik banjir tercatat lima hari yang lalu, yaitu pada hari Rabu (26/11/2025). Di bagian bawah peringatan tersebut, terdapat tautan “bantuan dan informasi” yang mengarah ke sumber-sumber resmi seperti BNPB, BMKG, dan instansi terkait.
Peta dan peringatan banjir ini dibuat agar bisa dengan mudah disebarkan melalui WhatsApp, media sosial, dan situs lainnya. Selain memanfaatkan Google, masyarakat tetap diharapkan untuk mengikuti perkembangan terbaru melalui laman resmi pemerintah, yaitu BMKG dan BNPB. ***





Saat ini belum ada komentar