BMRI dan BBRI Jadi Target, UBS Sekuritas Indonesia Catat Transaksi Besar Rp6,2 Triliun
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 16 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Transaksi besar yang dilakukan oleh UBS Sekuritas Indonesia menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar modal. Pada Senin, 15 Desember 2025, aktivitas transaksi melalui platform ini mencapai total nilai sebesar Rp6,2 triliun dalam satu hari perdagangan di pasar reguler. Angka ini menempatkan UBS sebagai salah satu broker dengan kontribusi terbesar dalam pasar modal nasional.
Aktivitas Transaksi yang Signifikan
Data dari platform Stockbit menunjukkan bahwa nilai beli melalui UBS mencapai Rp3,2 triliun, sementara nilai jual mencapai Rp3,0 triliun. Selisih antara keduanya membentuk net buy sebesar Rp200,6 miliar. Angka ini menggambarkan arus dana bersih yang mengalir melalui UBS meskipun aktivitas transaksi berjalan dua arah.
Dari sisi volume, transaksi UBS mencakup 7,8 miliar saham dengan frekuensi mencapai 441,7 ribu kali. Data ini menunjukkan keterlibatan aktif investor, meski frekuensi relatif lebih terukur dibanding broker ritel. Hal ini menunjukkan bahwa UBS lebih fokus pada transaksi besar dengan skala yang signifikan.
Fokus pada Saham Perbankan
Di sisi pembelian, saham perbankan menjadi tujuan utama. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tercatat sebagai saham dengan nilai beli terbesar melalui UBS. Nilai beli BMRI mencapai Rp137,8 miliar, dengan volume 277.360 lot dan harga rata-rata 4.956 per saham. Selain itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga menyerap aliran beli signifikan. Nilai beli BBCA mencapai Rp117 miliar, setara 144.469 lot, dengan harga rata-rata 8.091 per saham.
Dominasi saham perbankan besar pada sisi beli menunjukkan bahwa arus transaksi UBS terkonsentrasi pada emiten berkapitalisasi besar. Dengan nilai transaksi tinggi per saham dan volume yang relatif terjaga, saham-saham ini menjadi pilihan utama bagi investor.
Kinerja UBS dalam Daftar Top Broker
Masuknya UBS dalam jajaran broker paling aktif juga tercermin dalam daftar Top Broker All Market pada hari yang sama. Berdasarkan data tersebut, UBS Sekuritas Indonesia (AK) menempati peringkat ketiga broker dengan nilai transaksi terbesar di seluruh pasar pada perdagangan 15 Desember 2025.
UBS membukukan total nilai transaksi Rp6,2 triliun, berada di bawah Stockbit Sekuritas Digital (XL) yang mencatat transaksi Rp8,1 triliun dan Mandiri Sekuritas (CC) sebesar Rp6,3 triliun. Sementara itu, posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) dengan transaksi Rp4,9 triliun dan Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) senilai Rp3,6 triliun.
Dari sisi arus dana bersih, UBS mencatat net buy Rp200,6 miliar, lebih tinggi dibandingkan Mandiri Sekuritas yang membukukan net buy Rp119,4 miliar. Sebaliknya, Mirae Asset mencatat net sell Rp7,8 miliar, sementara Maybank Sekuritas mencatat net buy Rp32,5 miliar.
Perspektif Investor
Kombinasi nilai transaksi Rp6,2 triliun, net buy Rp200,6 miliar, serta fokus pembelian pada saham perbankan besar membentuk karakter perdagangan UBS Sekuritas Indonesia pada 15 Desember 2025. Kinerja ini menunjukkan bahwa UBS tidak hanya memiliki kapasitas transaksi besar, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan investor yang lebih memilih emiten berkapitalisasi besar.
Para analis menyatakan bahwa dominasi saham perbankan dalam transaksi UBS menunjukkan optimisme terhadap sektor perbankan. “Kami melihat adanya arus dana yang kuat masuk ke sektor perbankan,” ujar seorang analis pasar modal.
Selain itu, para investor juga menilai bahwa UBS telah berhasil membangun kepercayaan di kalangan investor, baik retail maupun institusi. “Kemampuan UBS dalam menangani transaksi besar dan memberikan layanan yang profesional membuat kami memilih mereka sebagai mitra investasi,” tambah seorang investor. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar