Apa Itu Subclade K? ‘Super Flu’?
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 30 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Subclade K adalah varian terbaru dari virus Influenza A (H3N2) yang telah beredar selama beberapa dekade. Para ilmuwan pertama kali mengidentifikasi varian ini pada Juni 2025, dan sejak saat itu, virus ini menyebar dengan cepat di berbagai wilayah. Penyebarannya tercatat di Inggris, Jepang, dan sebagian besar Amerika Serikat. Di New York, varian ini diketahui memicu 71 ribu kasus infeksi dalam waktu satu minggu.
Kemunculan Subclade K terjadi pada musim flu yang datang lebih awal 4-5 minggu dibandingkan biasanya di beberapa negara seperti Inggris dan Norwegia. Hal ini membuatnya terlihat lebih agresif. Meski demikian, Prof. Nicola Lewis, Direktur World Influenza Centre di London, menegaskan bahwa meskipun varian ini baru secara genetik, flu selalu berevolusi setiap waktu. Saat ini belum ada indikasi bahwa perubahan pada virus ini sangat luar biasa atau aneh.
Keamanan Vaksin dan Sistem Imun
Salah satu kekhawatiran utama terkait Subclade K adalah kemampuannya untuk menembus sistem imun atau vaksin yang sudah ada. Namun, hasil laboratorium menunjukkan bahwa tubuh manusia masih mampu mengenali varian ini dengan baik. Vaksin flu tahun ini juga dinilai tetap efektif dalam melindungi mencegah gejala berat dan rawat inap.
Meski begitu, para ahli tetap waspada karena jenis H3N2 secara historis cenderung menyebabkan gejala yang lebih berat pada kelompok lansia. Dr. Alex Allen, pakar kesehatan dari Inggris, mengingatkan bahwa flu tetaplah virus yang sulit diprediksi. Meskipun angka infeksi mulai menurun di beberapa negara, risiko “puncak kedua” di awal tahun baru masih sangat mungkin terjadi.
Peringatan untuk Orangtua
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim B Yanuarso, memperingatkan orangtua untuk lebih waspada terhadap kondisi anak-anak. Subclade K disebut memiliki gejala yang bisa lebih berat, terutama jika menyerang kelompok rentan seperti anak-anak dengan penyakit bawaan seperti diabetes atau obesitas.
dr. Piprim menjelaskan bahwa anak-anak dengan komorbid memiliki risiko lebih tinggi mengalami perburukan ketika terpapar virus ini. Kelompok yang rentan termasuk mereka yang mengidap penyakit jantung bawaan, gangguan paru kronis, gangguan metabolik, kelainan saraf, atau gangguan imunitas.
Selain itu, kondisi lingkungan saat ini juga menjadi perhatian. Banjir dan bencana alam di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan Selatan berpotensi mempercepat penyebaran penyakit menular. dr. Piprim meminta masyarakat tidak sampai memperparah situasi dengan tambahan kasus influenza.
Tindakan Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat
Untuk mencegah penyebaran Subclade K, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan pribadi dan lingkungan. Mematuhi protokol kesehatan seperti penggunaan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak tetap dianjurkan. Selain itu, vaksinasi flu tahun ini tetap menjadi langkah penting dalam melindungi diri dan orang lain.
Orangtua juga diminta untuk memperhatikan kondisi anak-anak, terutama jika ada riwayat penyakit bawaan. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius akibat infeksi flu. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar