Uston Nawawi Kecewa! Persebaya Kecolongan di Akhir Pertandingan Lawan Bhayangkara FC
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Uston Nawawi terlihat menahan rasa kecewa setelah Persebaya Surabaya kembali gagal mempertahankan kemenangan yang hampir diraih. Ia menyatakan hasil imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC terasa sangat menyakitkan karena gol penyamaan datang di detik akhir pertandingan.
Pelatih sementara Persebaya Surabaya mengungkapkan perasaan jujurnya setelah pertandingan yang berlangsung di Bandar Lampung.
“Kami sangat kecewa karena kemasukan di menit akhir,” ujarnya dalam konferensi pers.
Ia menilai bahwa anak didiknya tampil optimal dan memperlihatkan kemampuan terbaik sepanjang pertandingan.
“Kami bersyukur pemain telah menunjukkan seluruh kemampuan terbaiknya dalam pertandingan ini,” kata Uston.
Bagi Uston, performa tim secara keseluruhan tidak terlalu buruk, namun fokus di akhir pertandingan kembali menjadi kendala. Ia mengatakan para pemain telah menjalankan instruksi dengan baik, tetapi satu momen kehilangan konsentrasi membuat segalanya berubah.
Persebaya Surabaya sebenarnya sudah dalam posisi unggul ketika mencetak gol 1-0 pada menit ke-82 melalui gol bunuh diri pemain Bhayangkara yang terjadi akibat keributan di depan gawang tuan rumah. Gol ini meningkatkan semangat Green Force karena mereka merasa situasi sedang menguntungkan mereka.
Namun, harapan itu sirna ketika waktu tambahan hampir berakhir dan Dendi Sulistyawan mencetak gol penyama untuk Bhayangkara. Kondisi ini membuat pemain Persebaya Surabaya hanya bisa terpaku karena kemenangan yang nyaris diraih tiba-tiba hilang.
Uston menyebut situasi ini menjadi pelajaran berat bagi timnya agar tidak kendor hingga menit akhir pertandingan. Ia menganggap Liga Super memiliki tingkat intensitas yang tinggi sehingga setiap detik bisa memengaruhi jalannya pertandingan.
Dalam wawancara yang sama, Uston juga menyebutkan beberapa keputusan wasit yang menurutnya merugikan Persebaya Surabaya. “Tensi tinggi memang terjadi di Super League, tetapi ada beberapa hal yang menurut saya tidak seharusnya mendapat kartu kuning,” katanya.
Meskipun demikian, ia memutuskan untuk tidak membicarakan terlalu dalam mengenai wasit agar tidak memperburuk suasana. “Jadi saya tidak ingin memberikan komentar lebih lanjut tentang wasit lapangan,” tambahnya.
Bagi Uston, keputusannya untuk menahan diri merupakan bagian dari menjaga konsentrasi tim agar tidak terganggu oleh isu kontroversial. Ia berharap Persebaya Surabaya tetap fokus pada evaluasi internal daripada membuang energi pada hal-hal yang tidak bisa dikendalikan.
Hasil seri tersebut menyebabkan Persebaya Surabaya terjebak di posisi kedelapan dalam klasemen sementara dengan 17 poin dari empat kemenangan, lima hasil imbang, dan tiga kekalahan. Kondisi ini membuat Uston semakin menekankan betapa pentingnya memperhatikan hal-hal kecil dalam setiap pertandingan.
Sebaliknya, Bhayangkara Presisi Lampung FC naik ke peringkat ketujuh dengan 19 poin yang diperoleh dari lima kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan. Tambah satu poin dari pertandingan ini memperkuat persaingan di zona tengah.
Pertandingan berlangsung dengan atmosfer yang sangat ketat karena kedua tim memerlukan poin untuk meningkatkan peringkat mereka. Kondisi ini membuat setiap pelanggaran, kartu, dan kesempatan terasa lebih penting bagi masing-masing tim.
Pemain Persebaya Surabaya berupaya mempertahankan keunggulan setelah gol yang tercipta dari tendangan sendiri lawan, namun tekanan dari Bhayangkara semakin membesar dalam 10 menit akhir. Keadaan ini memaksa Persebaya Surabaya untuk bertahan lebih mendalam dan kehilangan kendali atas serangan.
Gol penyama yang tercipta di masa tambahan waktu menjadi serangan mematikan bagi Green Force. Saat itu, suasana di kubu Persebaya Surabaya menjadi sunyi karena mereka merasa telah cukup disiplin dalam menjaga lini pertahanan.
Uston berharap kekecewaan itu tidak membuat pemainnya kehilangan keyakinan diri. Justru, ia ingin pengalaman sulit ini menjadi bahan penting untuk memperkuat semangat tim di masa depan. Menurutnya, semangat dan tekad para pemain patut dihargai meskipun hasil akhir belum memuaskan. Ia menekankan bahwa para pemain telah memberikan yang terbaik di lapangan dan hal itu menjadi bekal positif.
Uston juga menekankan bahwa timnya tidak boleh terjebak dalam perasaan frustrasi karena jadwal kompetisi yang sangat padat. Mereka harus segera beralih fokus ke pertandingan berikutnya agar tidak kehilangan poin yang tidak penting. Ia memastikan akan dilakukan evaluasi yang mendalam agar kesalahan serupa tidak terulang. Persebaya Surabaya perlu meningkatkan konsentrasi dan ketenangan pada menit-menit penting yang sering menentukan hasil pertandingan.
Uston yakin timnya akan bangkit karena para pemain memiliki semangat yang tangguh dalam menghadapi tekanan. Meski “kecewa karena kebobolan di menit akhir,” ia percaya kondisi ini menjadi dorongan semangat untuk tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Dengan dasar kerja keras yang telah ditunjukkan oleh para pemain, Uston berharap Persebaya Surabaya dapat kembali menemukan konsistensinya. Ia berharap hasil ini menjadi awal perubahan yang membuat Green Force semakin dewasa dalam kompetisi Super League musim ini. ***





Saat ini belum ada komentar