Objek Wisata Teh Jangkung, Pemandangan Sunset Menakjubkan di Bandung
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 17 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Nama Pangalengan dan Ciwidey di Kabupaten Bandung mungkin lebih terkenal bagi penduduk luar Bandung dibandingkan daerah lainnya.
Tidak diragukan lagi, dua nama kecamatan ini memiliki berbagai objek wisata alam yang setiap liburan selalu ramai dikunjungi oleh para pengunjung dari Bandung Raya maupun kota-kota lainnya.
Banyak destinasi alam menarik yang terdapat di Pangalengan, Kabupaten Bandung, seperti perkebunan teh Malabar yang memiliki ikon Rumah Boscha dan pabrik teh Malabar yang hingga saat ini masih beroperasi.
Rumah Pengabdi Setan
Selain itu, terdapat destinasi wisata seperti Wayang Windu, Taman Langit, area menikmati matahari terbenam di Cukul, Situ Cileunca, arung jeram di Situ Cieunca dan Rahong, kolam air panas Cibolang, Rumah Pengabdi Setan, serta objek wisata Nimo Highland.
Banyak destinasi pariwisata yang tersedia di Pangalengan, salah satunya adalah Teh Jangkung yang berada di Banjarsari, Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Lokasinya tidak jauh dari makam Karel Rudolf Bosscha, pendiri dan pengelola perkebunan teh Malabar yang rumah peninggalannya hingga saat ini sering dikunjungi oleh para pengunjung.
Dari gerbang Perkebunan Teh Malabar, pengunjung berbelok ke kanan. Jaraknya sekitar 2 KM. Setelah sampai di persimpangan yang menuju Nimo Highland, lanjutkan perjalanan lurus.
Perkebunan teh Jangkung Malabar adalah sebuah perkebunan teh yang dikelilingi oleh pemandangan bukit yang sangat menarik, berada tepat di sebelah jalan menuju rumah Boscha.
Lahan perkebunan teh yang terbuka ini semakin menjadi ikonik berkat kehadiran ratusan pohon teh yang mencapai ketinggian 2-3 meter. Berdasarkan spesies teh ini, tempat wisata ini dikenal sebagai objek wisata Teh Jangkung. Jangkung dalam bahasa Sunda berarti tinggi.
Tiket Murah
Setelah membayar biaya masuk sebesar Rp 15.000 per orang, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas di kawasan tersebut, beberapa pedagang makanan dan minuman disediakan oleh pengelola wisata di sisi kanan agar para pengunjung lebih mudah mendapatkan makanan atau minuman jika merasa lapar atau haus.
Kehadiran jembatan kayu yang berada di atas perkebunan teh sering menjadi objek swafoto bagi para pengunjung, sambil berjalan mengelilingi jembatan kayu berbentuk persegi panjang ini, sesekali pengunjung mengambil foto atau video.
Sebuah pohon yang tinggi menghalangi jalur di jembatan kayu tersebut menjadi subjek foto yang menarik.
Pohon raksasa ini menjadi salah satu objek menarik untuk dijadikan latar foto dengan mengarahkan sudut kamera ke bukit yang berada di belakangnya.
Di sebelah kiri terdapat luasnya perkebunan teh yang dihiasi oleh pohon Teh Jangkung. Para remaja memilih kawasan Teh Jangkung sebagai latar video yang menarik. Alih-alih mengusung konsep video khas India.
Menikmati sunset
Kondisi yang lebih sesuai adalah saat matahari terbenam, para pengunjung dapat menikmati pemandangan alam yang sangat mengagumkan di kawasan perkebunan teh ini.
Pemandangan langit berwarna jingga, bersatu dengan kabut halus yang sering muncul di musim hujan.
Pemandangan indah ini sering diabadikan oleh para wisatawan dan diunggah melalui media sosial, tak heran jika banyak pengunjung datang setelah melihatnya melalui platform tersebut yang dianggap efektif dalam menarik minat wisatawan.
Beberapa penjaja tikar akan mendekati para pengunjung yang ingin duduk di tanah lapang sambil membentangkan tikar, menikmati makanan dan minuman sambil menikmati pemandangan perkebunan teh.
Ingin mengabadikan momen luar biasa di kawasan perkebunan Teh Jangkung? Jangan tunda, segera datang ke Pangalengan. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar