Melestarikan Budaya Nusantara, Keris Presiden Prabowo dan Fadli Zon Tampil di Pameran Trenggalek
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Keris, sebagai salah satu warisan budaya tak benda yang diakui oleh UNESCO, memiliki peran penting dalam menjaga identitas dan nilai-nilai tradisional masyarakat Indonesia. Pameran keris yang digelar di Trenggalek tidak hanya menjadi ajang pelestarian, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan seni dan teknologi yang dimiliki bangsa Nusantara.
Kehadiran Keris Presiden dan Menteri dalam Pameran
Salah satu momen menonjol dalam pameran ini adalah kehadiran keris milik Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Keris yang dipamerkan bukan hanya sekadar benda bersejarah, tetapi juga simbol dari kepercayaan dan penghargaan terhadap budaya lokal. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyampaikan apresiasi atas partisipasi para tokoh dalam acara ini. Ia menekankan bahwa pameran ini bertujuan untuk memperingati dua dekade pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan budaya dunia.
Pameran ini juga melibatkan berbagai komunitas, seperti empu keris, pelaku seni, dan pegiat bursa pusaka. Mereka saling berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang keris, sekaligus memperkenalkan koleksi mereka kepada masyarakat luas. Hal ini membuka kesempatan bagi generasi muda untuk lebih mengenal keris dari sisi seni dan nilai budayanya, bukan hanya dari sisi mistis atau spiritual.
Karakteristik Keris yang Dipamerkan
Keris milik Presiden Prabowo memiliki ciri khas yang menunjukkan keunikan dari seni tempa Nusantara. Direktur LSP Perkerisan Indonesia, Agung Guntoro Wisnu, menjelaskan bahwa keris tersebut merupakan hasil karya dari Bali dengan warangka gading penuh. Ukiran khas Bali seperti motif Makara dan ornamen Rama-Sinta memberikan nilai estetika yang tinggi pada benda tersebut.
Sementara itu, dua keris milik Menteri Kebudayaan Fadli Zon terdiri dari satu keris Melayu dan satu keris Bali. Kedua keris ini menunjukkan keragaman bentuk dan desain yang ada di Indonesia. Menurut Agung, penggunaan keris dalam pameran ini diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda untuk belajar dan melestarikan seni tempa yang sudah turun-temurun.
Pentingnya Pelestarian Budaya
Bupati Trenggalek menekankan bahwa keris bukan hanya sebagai benda bernilai sejarah, tetapi juga sebagai representasi dari kemajuan peradaban Nusantara. Teknik menempa logam, memahat warangka dari kayu atau gading, hingga penggunaan kinatah emas menunjukkan tingkat teknologi dan seni yang sangat tinggi. Dengan demikian, keris menjadi simbol kebanggaan bangsa yang harus dilestarikan.
Pameran ini juga menjadi wadah untuk memperkuat rasa cinta terhadap budaya lokal. Dengan melibatkan masyarakat setempat, pameran ini menciptakan kesadaran bahwa keris bukan hanya milik para tokoh, tetapi juga bagian dari warisan yang harus dijaga bersama.
Pameran keris di Trenggalek menjadi langkah penting dalam upaya melestarikan warisan budaya yang telah diakui oleh UNESCO. Dengan kehadiran keris Presiden dan Menteri, serta partisipasi masyarakat, acara ini berhasil menarik perhatian publik, terutama generasi muda, untuk lebih memahami nilai-nilai budaya Nusantara. Melalui pameran ini, diharapkan keris dapat terus menjadi simbol identitas dan kejayaan peradaban bangsa Indonesia. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar