Kontroversi yang Mengguncang Jagat Maya, Cucu Pendiri Pondok
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sen, 10 Nov 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Seorang pendakwah muda bernama Mohammad Elham Yahya Luqman atau dikenal dengan panggilan Gus Elham kembali menjadi sorotan setelah aksinya mencium seorang anak perempuan di tengah kerumunan jamaah. Peristiwa ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat, terutama karena tindakan tersebut dinilai melanggar etika dan tidak sesuai dengan nilai-nilai keagamaan.
Video pertama yang beredar menunjukkan Gus Elham mencium pipi seorang anak perempuan, sementara video kedua memperlihatkan dirinya memasukkan sebagian pipi balita ke dalam mulutnya. Kedua rekaman tersebut cepat menyebar di media sosial, memicu kemarahan publik dan tuduhan pelecehan terhadap anak. Banyak warganet menilai tindakan tersebut melampaui batas kepantasan dan menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan serta kenyamanan anak-anak dalam ruang publik keagamaan.
Deretan Kontroversi yang Menyertai Nama Gus Elham
Kontroversi ini bukanlah kali pertama yang menimpa Gus Elham. Gaya dakwahnya yang dianggap nyleneh sering kali menjadi bahan perdebatan. Banyak pihak mengkritik cara penyampaiannya yang dinilai terlalu bebas dan sering melewati batas-batas kesopanan yang seharusnya dijaga oleh seorang tokoh agama.
Beberapa aksi yang sempat viral antara lain bercanda dengan lawan jenis tanpa batas, menyampaikan narasi aneh seperti “setiap sedotan rokok berpahala”, hingga guyonan murahan terhadap anak-anak. Tindakan-tindakan ini dinilai bisa membuka peluang perilaku tidak pantas di kalangan pengikutnya.
Tanggapan dari Tokoh Agama
Salah satu tokoh yang angkat bicara adalah Ismael al-Kholilie, pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirun As-Salafi Alkholili di Geger, Bangkalan. Ia menegur secara terbuka gaya dakwah Elham yang dinilai terlalu banyak mengandalkan sensasi. Ismael menulis di akun Instagramnya bahwa fenomena viral tersebut justru memperburuk citra kalangan pesantren dan menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
Ia juga menyinggung berbagai aksi Gus Elham yang dianggap tidak pantas. Menurutnya, tindakan-tindakan tersebut bisa merusak marwah dakwah dan moralitas publik. Ismael menegaskan bahwa kritiknya bukan dilandasi rasa iri, melainkan bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan dakwah dan nilai-nilai agama.
Kecemasan Masyarakat Terhadap Kepemimpinan Keagamaan
Peristiwa ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat tentang bagaimana seorang tokoh agama seharusnya bertindak di depan jamaah. Banyak orang khawatir bahwa tindakan seperti ini bisa mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap para pemimpin keagamaan, terutama jika dianggap tidak menjaga kesopanan dan kepatutan.
Selain itu, ada juga kekhawatiran bahwa tindakan semacam ini bisa menjadi preseden buruk bagi generasi muda, yang mungkin akan meniru perilaku tersebut tanpa menyadari dampaknya.
Penutup
Kontroversi yang melibatkan Gus Elham Yahya menunjukkan pentingnya menjaga etika dan kesopanan dalam berdakwah, terutama ketika berada di depan jamaah. Tindakan yang dianggap biasa oleh seorang tokoh mungkin bisa dianggap tidak pantas oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, para pemimpin keagamaan harus lebih berhati-hati dalam bersikap dan berbicara di ruang publik.





Saat ini belum ada komentar