Kondisi Nenek Siamah di Jember yang Menggugah Perhatian, 90 Tahun Hidup Tanpa Tempat Tinggal
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

(ilustrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Nenek Siamah, seorang lansia berusia 90 tahun, tinggal dalam kondisi yang sangat memprihatinkan di sebuah rumah sederhana di Dusun Grujukan, Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember. Rumah tersebut memiliki dinding dari bambu dan tidak memiliki fasilitas dasar seperti air bersih atau listrik. Nenek Siamah hidup sendirian tanpa keluarga yang menemani. Selama bertahun-tahun, ia bergantung pada bantuan tetangga dan dermawan yang peduli terhadap kondisinya.
Tidak adanya dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK) membuat Nenek Siamah tidak terdaftar dalam sistem pemerintah. Hal ini menyebabkan ia tidak menerima bantuan sosial apa pun dari pemerintah setempat. Keadaannya semakin memburuk karena usianya yang sudah sangat tua dan tidak ada orang yang bertanggung jawab atasnya.
Penyebab dan Dampak Keterabaikan
Pola hidup Nenek Siamah yang tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya menjadi cerminan dari masalah yang lebih besar dalam sistem administrasi kependudukan di daerah tersebut. Tanpa dokumen resmi, warga seperti Nenek Siamah tidak bisa mengakses layanan kesehatan, bantuan sosial, atau perlindungan hukum. Ini menjadikannya rentan terhadap kesengsaraan dan pengabaian.
Selain itu, ketiadaan perhatian dari pihak berwenang juga berkontribusi pada situasi ini. Nenek Siamah tidak pernah mendapatkan intervensi dari lembaga pemerintah atau organisasi sosial yang seharusnya melindungi warga lanjut usia yang membutuhkan bantuan. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem perlindungan sosial masih jauh dari sempurna, terutama untuk kelompok rentan seperti lansia.
Respons dari Pihak Terkait
Kabar tentang Nenek Siamah akhirnya menyebar melalui media sosial, mengundang perhatian publik dan pihak berwenang. Tim dari Griya Lansia Husnul Khatimah Kabupaten Malang akhirnya datang untuk menjemput Nenek Siamah dari rumahnya yang nyaris roboh. Mereka membawanya ke panti lansia untuk mendapatkan perawatan yang layak.
Dinas Sosial Kabupaten Jember juga turut campur tangan setelah mengetahui keberadaan Nenek Siamah. Kepala Dinas Sosial Jember, Akhmad Helmi Lukman, menyampaikan apresiasi kepada pihak Griya Lansia Husnul Khatimah yang telah cepat merespons situasi Nenek Siamah. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya melakukan koordinasi dan assessment langsung ke panti lansia tersebut untuk memastikan kondisi Nenek Siamah dan lansia lainnya.
Langkah-Langkah yang Diambil
Tim Dinas Sosial Jember juga mengunjungi sejumlah lansia lain di panti lansia tersebut. Mereka menilai bahwa seluruh penghuni panti lansia terlihat terawat dengan baik, dengan fasilitas yang bersih dan memadai. Helmi berharap kerja sama seperti ini dapat terus terjalin agar tidak ada lagi warga lansia yang terabaikan hanya karena persoalan administrasi kependudukan.
Selain itu, pihak Griya Lansia Husnul Khatimah memberikan keleluasaan kepada Dinas Sosial Jember untuk menjemput kembali Nenek Siamah jika diperlukan, dengan mekanisme yang sesuai dan transparan. Hal ini menunjukkan komitmen pihak panti lansia untuk memberikan perlindungan dan perawatan yang layak bagi lansia yang membutuhkan bantuan.
Pentingnya Sistem Perlindungan Sosial
Peristiwa Nenek Siamah menegaskan pentingnya sistem perlindungan sosial yang kuat dan efektif. Setiap warga, terutama lansia yang rentan, harus memiliki akses ke layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial. Kehadiran sistem administrasi kependudukan yang baik akan memastikan bahwa semua warga bisa mendapatkan perlindungan dan dukungan yang mereka butuhkan.
Selain itu, partisipasi masyarakat dan organisasi sosial juga sangat penting dalam memastikan bahwa tidak ada warga yang terabaikan. Kesadaran masyarakat terhadap isu-isu sosial seperti keterabaikan lansia dapat mendorong tindakan proaktif dan kolaborasi antara pemerintah, organisasi sosial, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan adil bagi semua warga.

>
>
>

Saat ini belum ada komentar