Jawa Timur Berhasil Mencatat Nilai Ekspor yang Signifikan Miliki Dana Rp3,95 Triliun
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 menit yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat jaringan ekspor daerah. Dalam rangkaian Festival Ekspor Jawa Timur Tahun 2025, empat pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Jatim berhasil menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Atase Perdagangan Malaysia. Kesepakatan ini mencatat nilai transaksi sebesar USD 239,52 juta atau setara Rp 3,95 triliun. Hal ini menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi ekspor terbesar secara nasional.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa fasilitasi LoI ini merupakan upaya strategis Pemprov untuk memperluas jejaring pasar global, terutama bagi pelaku IKM. Ia menyampaikan optimisme bahwa kerja sama tersebut akan mendorong peningkatan neraca perdagangan luar negeri. “Kami optimis LoI bisa menjadi jembatan membangun kepercayaan dan landasan antara kedua negara sehingga ke depannya akan terbuka peluang ekspor yang lebih luas,” ujarnya.
Empat Pelaku Usaha yang Menandatangani LoI
Empat pelaku usaha yang menandatangani LoI antara lain:
- Sang Bamboo bersama Cemara Ayu SDN BHD dengan komoditas kerajinan topi dan anyaman pandan senilai USD 239,5 juta atau Rp 3,9 triliun.
- Dona Doni Rattan Gallery juga menandatangani kesepakatan bernilai USD 2,69 ribu atau Rp 44 juta dengan Cemara Ayu SDN BHD untuk komoditas keranjang handuk.
- CV Temon Agro dan Orient Biotech BHD untuk komoditas gula aren senilai USD 12 ribu atau Rp 198 juta.
- PT Grow Artha Rimpang dengan Nad Masroni untuk produk minuman seduhan herbal senilai USD 4,7 ribu atau Rp 77,7 juta.
Kesepakatan ini mencerminkan komitmen kedua belah pihak sekaligus menjadi langkah awal penguatan hubungan dagang antara Jawa Timur dan Malaysia.
Kontribusi Jawa Timur dalam Ekspor Nasional
Kontribusi Jawa Timur terhadap ekspor nasional sepanjang Januari–September 2025 mencapai 10,58 persen. Sejumlah program strategis terus disiapkan untuk memperkuat posisi ekspor daerah, termasuk Misi Dagang Luar Negeri, business matching, pameran, pelatihan ekspor, dan berbagai fasilitasi bagi IKM serta UKM. Gubernur Khofifah memastikan bahwa pembinaan terhadap pelaku usaha akan terus dilakukan dalam berbagai bentuk pendampingan.
Rencana Misi Dagang ke Batam
Khofifah juga menyebut bahwa Pemprov Jatim akan kembali menggelar Misi Dagang pada Desember mendatang di Batam. Ia berharap langkah ini dapat membuka peluang lebih luas bagi pelaku IKM dan UKM dalam memperkenalkan produk unggulan mereka. “Bulan depan Insya Allah kami menuju Batam untuk Misi Dagang, ini adalah misi kita untuk terus mendampingi pelaku IKM maupun UKM supaya bisa memperkenalkan produk unggulannya, kemudian bisa memperluas jangkauan pasar hingga ke luar negeri,” tambahnya.
Riwayat Misi Dagang Luar Negeri
Sejak 2022, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyelesaikan enam misi dagang luar negeri, mulai dari Saudi Arabia dan Malaysia pada 2022, Timor Leste dan Hongkong pada 2023, Jepang pada 2024, hingga Singapura pada 13 November 2025. Total nilai komitmen transaksi dari seluruh rangkaian misi dagang tersebut mencapai Rp 5,896 triliun dari 68 kontrak yang terjalin. Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jatim akan terus memberikan dukungan dan semangat kepada pelaku ekspor, terutama IKM dan UKM, agar mampu memperluas pasar dan meningkatkan daya saing di kancah internasional.
Langkah Strategis untuk Meningkatkan Daya Saing
Program-program strategis seperti Misi Dagang Luar Negeri, business matching, dan pelatihan ekspor dirancang untuk memberikan wadah yang efektif bagi pelaku IKM dan UKM. Dengan adanya bimbingan dan fasilitasi yang terus-menerus, diharapkan para pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produk mereka, sehingga lebih siap menghadapi tantangan pasar global. ***





Saat ini belum ada komentar