Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » Pemerintah Targetkan Dampak Berkali Lipat Melalui Rumah Subsidi, Serap 250 Ribu Tenaga Kerja di Jatim

Pemerintah Targetkan Dampak Berkali Lipat Melalui Rumah Subsidi, Serap 250 Ribu Tenaga Kerja di Jatim

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemerintah Optimis Program Perumahan Rakyat Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah memiliki keyakinan bahwa program perumahan rakyat, khususnya rumah subsidi, mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor riil. Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan perekonomian daerah maupun nasional.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meningkatkan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 350.000 unit pada tahun 2025. Kebijakan ini diproyeksikan tidak hanya membantu masyarakat dalam mendapatkan hunian, tetapi juga bisa menciptakan lapangan kerja baru.

“Presiden sudah menambahkan 350 ribu unit FLPP tahun ini. Jawa Timur adalah wilayah dengan jumlah penduduk nomor dua setelah Jawa Barat. Saya yakin akan ada perkembangan besar karena satu rumah subsidi bisa menyerap lima orang tenaga kerja,” ujar Ara, sapaan akrab Menteri Maruarar Sirait, saat hadir dalam acara “Sosialisasi Program Kredit Perumahan” di Surabaya, Kamis (16/10/2025).

Menurutnya, jika 15% dari penduduk Jawa Timur mengambil manfaat dari kuota FLPP tersebut, maka akan ada sekitar 45.000 hingga 50.000 unit rumah subsidi. Dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak lima orang per rumah, diperkirakan akan ada sekitar 250.000 pekerja yang terlibat di Jawa Timur.

Selain itu, program ini juga diharapkan mampu merangsang pertumbuhan sektor riil di sekitar proyek pembangunan. Misalnya, pelaku usaha toko bangunan, pengusaha desain, notaris, lembaga perbankan, hingga para pedagang warung di dekat lokasi proyek. Bahkan, produk-produk industri seperti semen, paku, dan keramik juga akan ikut tumbuh.

“Belum lagi toko bangunan, belum lagi ibu-ibu yang jualan warung di dekat perumahan yang sedang dibangun, belum lagi barang industri seperti semen, paku, keramik yang akan menghidupkan ekonomi, belum lagi perbankan, asuransi, notaris, dan pegawai kontraktor,” tambah Ara.

Dalam hal bunga kredit perumahan, Ara menyampaikan bahwa tarif bunga untuk Kredit Perumahan Rakyat (KPR) tetap ditetapkan sebesar 5%. Besaran bunga ini dinilai sangat membantu bagi masyarakat yang masih membutuhkan hunian.

Selain itu, pemerintah pusat juga berencana membangun rumah subsidi di Surabaya dengan model bangunan rumah susun. Alasan utama dilakukannya proyek ini adalah karena harga lahan yang relatif mahal di kota tersebut.

“Saya sudah koordinasi. Mudah-mudahan di Surabaya kita juga bisa bangun rumah subsidi, tetapi yang high risk, yaitu rumah susun. Karena di Surabaya tanahnya sudah mahal. Kami ingin bekerja sama bagaimana skema pembiayaannya, skema lahan, teknis, legal, serta pengisian agar tepat sasaran,” ujarnya.

Prioritas Utama untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, menjelaskan bahwa urusan perumahan merupakan prioritas utama Presiden Prabowo Subianto, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memberikan berbagai insentif untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap perumahan yang terjangkau. Semua pihak diharapkan dapat mendukung inisiatif ini.

“Kami berharap penambahan kuota FLPP tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah rakyat, tetapi juga bisa membuka lapangan kerja. Mari kita kawal terus dan tentunya selain mengentaskan kekurangan rumah, juga bisa menggerakkan ekonomi dengan menciptakan pekerjaan yang layak,” kata AHY.

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinsos Sumbar Salurkan Bantuan 15 Miliar untuk Wilayah Terdampak Bencana

    Dinsos Sumbar Salurkan Bantuan 15 Miliar untuk Wilayah Terdampak Bencana

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 74
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Sumatera Barat (Sumbar) melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus mendistribusikan berbagai bentuk bantuan logistik ke seluruh kabupaten/kota yang terkena dampak bencana hidrometeorologi di Sumbar. Sampai dengan Kamis, 11 Desember 2025, jumlah total bantuan yang telah diberikan mencapai lebih dari Rp15 miliar. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi melalui Kepala Dinas Sosial […]

  • Aksi Tawuran Viral di Surabaya Gegerkan Warga, Diduga Akibat Sengketa Tanah

    Aksi Tawuran Viral di Surabaya Gegerkan Warga, Diduga Akibat Sengketa Tanah

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 203
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Warga Surabaya dikejutkan oleh tawuran yang terjadi di Jalan Embong Malang pada dini hari Minggu (24/8). Kejadian ini terekam oleh kamera penduduk dan menyebar luas di media sosial. Di dalam video yang beredar di internet, terjadi pergulatan antar kelompok di dekat Hotel JW Marriott. Perkelahian terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Teriakan dan lemparan benda […]

  • Ketum PWDPI : Apakah Pers Masih Pantas Jadi Pilar Demokrasi ?

    Ketum PWDPI : Apakah Pers Masih Pantas Jadi Pilar Demokrasi ?

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 207
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Umum, Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (Ketum PWDPI), M.Nurullah RS mengatakan situasi pers saat ini sedang tidak baik-baik saja.Tekanan industri membuat pers harus berpegang pada survival mode. “Kondisi Pers sekarang tersaingi oleh para penghembus angin sorga yang justru lebih digemari oleh pejabat negeri ini. Kue iklan mengecil berpindah ke perusahaan teknologi,”ujarnya saat […]

  • Putusan Sela Amran Sulaiman Vs Tempo: Gugatan Rp 200 Miliar Dibahas Kembali

    Putusan Sela Amran Sulaiman Vs Tempo: Gugatan Rp 200 Miliar Dibahas Kembali

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 210
    • 0Komentar

    DIAGRAMKORTA.COM – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan mengumumkan putusan sementara dalam perkara perdata yang diajukan oleh Menteri PertanianAmran Sulaimankepada Tempo hari ini. Bagaimana rangkuman perkara sebesar Rp 200 miliar itu? Ketua hakim, Sulistyo Muhamad Dwi Putro, menyatakan bahwa putusan sela diadakan pada Senin, 17 November 2025. “Jadi apakah akan dilanjutkan atau dihentikan, nanti bisa dilihat di […]

  • Belajar di Markas TNI, Siswa MI Thoriqul Huda Kenal Dunia Militer Sejak Dini

    Belajar di Markas TNI, Siswa MI Thoriqul Huda Kenal Dunia Militer Sejak Dini

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 44
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tahun Baru 2026 menjadi momen berkesan bagi para peserta didik MI Thoriqul Huda Desa Kerjo, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Rabu (7/1/2026), ratusan siswa mengikuti kegiatan outing class edukatif di Markas Kodim 0806/Trenggalek sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas yang sarat nilai kebangsaan. Cuaca cerah di pagi hari semakin menambah semangat para peserta […]

  • Virus Nipah, Thailand , Protokol Kesehatan ,Bandara

    Ancaman Virus Nipah, Thailand Perketat Protokol Kesehatan di Bandara

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Thailand kembali memperkuat langkah-langkah pencegahan penyebaran penyakit setelah menemukan kasus virus Nipah di wilayah Benggala Barat, India. Meskipun hingga saat ini belum ada laporan adanya infeksi virus tersebut di Thailand, tindakan pencegahan diperlukan karena tingkat kematian yang sangat tinggi dan tidak adanya vaksin atau obat spesifik untuk mengatasinya. Penyebab Peningkatan Langkah Pencegahan […]

expand_less