DIAGRAMKOTA.COM – BPBD Jawa Timur (Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur) mempercepat pembentukan 70 Desa Tangguh Bencana (Destana) di sejumlah daerah di Jawa Timur. Dalam dua pekan terakhir, fokus utama mereka adalah wilayah Tapal Kuda, yang meliputi Kabupaten Probolinggo, Bondowoso, dan Situbondo.
Gatot Soebroto, Kepala Pelaksana BPBD Jatim, menyatakan dalam keterangan tertulisnya bahwa pembentukan Destana di Bondowoso dilaksanakan di Desa Penambangan, Kecamatan Curahdami, dan Desa Cindogo, Kecamatan Tapen. Di Situbondo, kegiatan serupa dilakukan di Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, dan Desa Talkandang, Kecamatan Kota.
Khusus di Kabupaten Probolinggo, BPBD Jatim menyasar tiga desa, termasuk Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih. Desa ini, yang berlokasi sekitar 8 km di lepas pantai utara Kabupaten Probolinggo, dikenal sebagai destinasi wisata bahari namun sering terdampak cuaca ekstrem seperti angin kencang dan ombak besar. Untuk mencapai desa ini, tim BPBD Jatim harus menempuh perjalanan air dengan perahu nelayan selama sekitar 45 menit dari Pelabuhan Tanjung Tembaga Mayangan, Probolinggo.
Setibanya di Desa Gili Ketapang, tim BPBD Jatim harus bermalam di rumah warga setempat karena ketiadaan penginapan. Seremoni pembukaan Destana di desa berpenduduk sekitar 10 ribu jiwa ini dihadiri oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, Camat Sumberasih, Agus Setijono, Danramil Sumberasih, Kapten Arh. I Made Lugianta, Kapolsek Sumberasih, AKP Sugeng Apriyanto, dan Kepala Desa setempat, Monir.
Monir menyampaikan rasa terima kasih kepada BPBD Jatim dan BPBD Kabupaten Probolinggo atas ditunjuknya Desa Gili Ketapang sebagai lokasi Destana. “Penunjukan ini sangat tepat karena wilayah desa kami yang berada di tengah Selat Madura ini kerap ditimpa angin kencang, ombak besar, banjir rob, dan cuaca ekstrem. Dengan dipilihnya Gili Ketapang sebagai Destana, kami berharap dapat lebih siap dalam menghadapi bencana,” ujarnya.
Dalam kurun waktu sepekan ini, akan dilaksanakan pelatihan kebencanaan yang difasilitasi oleh Relawan FPRB Jatim. Materi pelatihan mencakup pengenalan Destana, mitigasi potensi bencana di lingkungan sekitar, Kajian Risiko Bencana (KRB), SOP Peringatan Dini, dan pengenalan Rencana Kontinjensi.
Sebelumnya, pembentukan Destana Jatim juga menyasar wilayah kepulauan lainnya, tepatnya di Desa Sungairujing, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya BPBD Jatim untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat terhadap bencana di berbagai daerah di Jawa Timur. (dk/yud)