Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Latar Belakang Jabatan Sekda Ponorogo, Nomor 9 Terciduk OTT KPK

Latar Belakang Jabatan Sekda Ponorogo, Nomor 9 Terciduk OTT KPK

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) di Kabupaten Ponorogo memiliki peran penting dalam menjalankan pemerintahan daerah. Sebagai salah satu posisi strategis, Sekda bertugas sebagai motor penggerak birokrasi yang mengkoordinasikan berbagai kebijakan dan program pemerintah setempat. Namun, jabatan ini kini menjadi sorotan tajam setelah Agus Pramono, Sekda Ponorogo sebelumnya, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi.

Agus Pramono ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada November 2025. Kini, kursi Sekda sementara diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) hingga proses hukum terhadap Agus Pramono berkekuatan hukum tetap (inkrah). Peristiwa ini memicu pertanyaan tentang stabilitas pemerintahan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem birokrasi di wilayah tersebut.

Sejarah Sekda Ponorogo dari Masa ke Masa

Berikut adalah daftar lengkap Sekda Ponorogo dari masa ke masa, yang disusun berdasarkan data pemerintahan Kabupaten Ponorogo:

  1. Imam Agoeng (1971–1974)
  2. R. Soeprapto Hadiwinoto (1974–1982)
  3. Wijoto (1982–1987)
  4. Iwan Masroer Hadipoetranto (1987–1993)
  5. Soemo Noeryanto (1993–1994)
  6. Supardjimin (1994–1999)
  7. R. Soenarto (1999–2005)
  8. Luhur Karsanto (2005–2011)
  9. Agus Pramono (2012–2025) – Terseret OTT KPK pada November 2025

Setiap periode kepemimpinan Sekda Ponorogo menunjukkan perubahan dan tantangan yang berbeda, tergantung pada kondisi politik dan ekonomi saat itu. Kehadiran Agus Pramono dalam daftar ini mencerminkan peran pentingnya dalam pemerintahan sebelum kasus korupsi terungkap.

Dampak OTT KPK terhadap Pemerintahan Ponorogo

Operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Sekda Agus Pramono menyebabkan pengecekan ulang terhadap berbagai aspek pemerintahan. KPK memberikan konfirmasi bahwa data yang terbuka selama OTT menunjukkan penurunan signifikan dalam sistem pengelolaan SDM dan tata kelola pemerintahan di Ponorogo.

Selain itu, beberapa proyek infrastruktur seperti Monumen Reog juga dikaitkan dengan dugaan penyimpangan. Proyek ini sempat dipuji oleh Menteri dan Wakil Presiden, namun kini menjadi sorotan karena ada jejak tender bermasalah yang disorot oleh KPK.

Peran Plt Bupati dan Penanganan ASN

Dalam situasi ini, Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, memutuskan nasib 138 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terkait langsung atau tidak langsung dengan kasus OTT. Keputusan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran pelayanan publik dan menjaga transparansi serta akuntabilitas dalam pemerintahan.

Lisdyarita, yang berasal dari Partai Gerindra, dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan sering disebut sebagai “Bundanya Warga Bumi Reog”. Keputusan ini menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas administrasi dan menjawab tuntutan masyarakat akan keadilan dan kejujuran dalam pemerintahan.

Perspektif Akademisi dan Masyarakat

Akademisi menyatakan bahwa skandal korupsi yang melibatkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Sekda Agus Pramono telah menyakiti nurani rakyat. Mereka menilai bahwa kasus ini bukan hanya sekadar masalah hukum, tetapi juga merupakan bentuk ketidakpuasan terhadap sistem pemerintahan yang dinilai tidak transparan.

Selain itu, masyarakat juga mulai memperhatikan lebih teliti terhadap berbagai proyek pemerintah daerah, termasuk pembangunan infrastruktur dan pengelolaan anggaran. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan hak mereka untuk mendapatkan pemerintahan yang bersih dan berkelanjutan.

Peristiwa OTT KPK terhadap Bupati dan Sekda Ponorogo menjadi momen penting dalam sejarah pemerintahan daerah ini. Kasus ini tidak hanya memengaruhi struktur birokrasi, tetapi juga memicu perubahan dalam cara masyarakat memandang pemerintahan dan partisipasi dalam pengawasan kebijakan. Dengan adanya Plt Bupati dan penanganan ASN secara hati-hati, diharapkan dapat membawa perbaikan menuju pemerintahan yang lebih baik dan berintegritas. ***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Informasi Terkini: Jadwal Kapal Pelni Rute Sorong-Jayapura Bulan Maret 2026

    Informasi Terkini: Jadwal Kapal Pelni Rute Sorong-Jayapura Bulan Maret 2026

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 59
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Perjalanan laut antara kota-kota di wilayah Indonesia, khususnya rute dari Sorong ke Jayapura, menjadi salah satu jalur penting bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan lintas pulau. Dalam rangka memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat, PT Pelabuhan Indonesia (Pelni) telah mengumumkan jadwal pelayaran kapal untuk bulan Maret 2026. Daftar Kapal yang Beroperasi Beberapa kapal milik Pelni akan berlayar […]

  • Jelang Pilkada 2024, Kasat Samapta Polrestabes Surabaya Pastikan Kesiapan Pos Shelter

    Jelang Pilkada 2024, Kasat Samapta Polrestabes Surabaya Pastikan Kesiapan Pos Shelter

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 288
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, Polrestabes Surabaya melalui Satuan Samapta terus memastikan kesiapan berbagai elemen pendukung keamanan di Kota Surabaya. Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Teguh Santoso, melaksanakan pengecekan langsung terhadap sejumlah Pos Shelter pada Kamis, 14 November 2024. Langkah ini merupakan tindak lanjut perintah Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. […]

  • Dugaan Korupsi Rp. 200 M Akibat Fraud pada PT. Petrosida Gresik, ex-Komisaris dan Direksi Dilaporkan ke KPK

    Dugaan Korupsi Rp. 200 M Akibat Fraud pada PT. Petrosida Gresik, ex-Komisaris dan Direksi Dilaporkan ke KPK

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 434
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86) menemukan data dugaan korupsi terjadi pada anak perusahaan PT. Petrokimia Gresik, PT. Petrosida Gresik senilai Rp. 200 Miliar. Kasusnya pun dilaporkan ke KPK untuk diusut tuntas dan menyeret para pelakunya ke penjara, terutama ex-komisaris dan direksi periode 2021-2023. Perusahaan yang berhubungan dengan suplier bahan baku Petrokimia Gresik itu […]

  • Kapolres Pasuruan Silaturahmi ke Pengasuh Ponpes Cangaan II Bangil

    Kapolres Pasuruan Silaturahmi ke Pengasuh Ponpes Cangaan II Bangil

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 72
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H melaksanakan silaturahmi dengan Pengasuh Pondok Pesantren Cangaan II, KH. Huda Cholili, di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Senin (26/1/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal Kapolres Pasuruan dalam mempererat sinergi Polri dengan tokoh ulama guna menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Kapolres Pasuruan didampingi Wakapolres […]

  • Mengenal Seni Kain Tenun Dari Berbagai Daerah Di Indonesia

    Mengenal Seni Kain Tenun Dari Berbagai Daerah Di Indonesia

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 386
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Mengenal seni kain tenun dari berbagai daerah di IndonesiaDari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki teknik, motif, dan filosofi tersendiri yang terpatri dalam setiap helainya. Kain tenun bukan sekadar penutup tubuh, melainkan cerminan identitas, sejarah, dan kearifan lokal masyarakatnya. Mari kita telusuri keindahan dan keunikan seni tenun dari berbagai daerah di Indonesia. Sumatera: […]

  • Komitmen Dukung Pemulihan Pascabencana Sumatra, Polri Targetkan Bangun 569 Sumur Bor, 249 Titik Telah Terealisasi

    Komitmen Dukung Pemulihan Pascabencana Sumatra, Polri Targetkan Bangun 569 Sumur Bor, 249 Titik Telah Terealisasi

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 73
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polri melalui Divisi Humas terus melakukan upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, salah satunya melalui pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah. Hingga hari ini, pembangunan sumur bor direncanakan pada 569 titik di tiga provinsi, dengan 249 titik telah terealisasi, terdiri atas 236 titik aktif dan 13 titik masih dalam proses pembangunan. Karopenmas […]

expand_less