Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » FORUM OPINI » Harapan di Tengah Kacau Politik

Harapan di Tengah Kacau Politik

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Yantho Bambang

Rohaniwan Rogationis, tinggal di Manila

DIAGRAMKOTA.COM – “Negara di Ujung Tanduk.” Itulah judul sebuah novel terkenal karya Tere Liye yang paling diminati dan sering dibaca.

Buku yang memiliki 360 halaman ini menggambarkan ketidakadilan, kebohongan, pengkhianatan, kerusakan, perjuangan, dan harapan dalam masyarakat yang sedang tertekan.

Meskipun novel tersebut merupakan karya imajinasi, jika dilihat lebih mendalam, cerita dan kondisinya tampak sedikit sesuai dengan skenario dan situasi yang terjadi di negara kita saat ini.

Sama seperti keadaan yang digambarkan dalam novel tersebut, keadaan negara kita saat ini semakin memburuk; demokrasi menurun, korupsi meningkat, ketidakadilan dan kemiskinan merajalela, kesenjangan sosial semakin lebar, serta pengkhianatan demi pengkhianatan semakin parah.

Ironisnya, dalam kondisi bangsa yang demikian, muncul kabar terbaru yang kemudian memicu berbagai respons dan kritik, di mana pemerintah secara resmi mengangkat presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, sebagai pahlawan nasional.

Sikap dan kritik tersebut memang wajar karena semakin menegaskan ketidaklogisan politik negara kita saat ini.

Soeharto dan Pahlawan Nasional

Menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional sejati sesungguhnya merupakan puncak ketidakmasukakalan dalam politik negara ini.

Mengapa? Karena membicarakan sosok Soeharto selalu tidak bisa dilepaskan dari rezim yang pernah memimpin negara ini selama beberapa dekade.

Meskipun memiliki berbagai kontribusi dalam pembangunan (infrastruktur), pertanian, serta memodernisasi bangsa, masyarakat tetap mengingat pemerintahannya sebagai pemerintahan totaliter dan sentralistik.

Di mana-mana, pemerintahan yang memiliki sifat demikian cenderung bersifat korup dan tidak adil, sebagaimana dikatakan oleh Lord Acton, “kuasa cenderung merusak, dan kuasa mutlak merusak secara mutlak”, artinya kekuasaan cenderung membuat korup, dan kekuasaan absolut pasti menyebabkan korupsi.

Sifat pemerintahan seperti itu cenderung menerapkan motto Raja Prancis, Louis XIV, “L’etat, c’est moi” yang berarti negara adalah saya.

Menurut Hannah Arendt, personifikasi kekuasaan seperti itu pasti berbahaya karena segala sesuatu menjadi sah dan dibenarkan.

Sejarah Indonesia selama 32 tahun pemerintahan Soeharto menunjukkan bahwa pernyataan Lord Acton dan Arendt benar, yaitu penggunaan kekuasaan secara berlebihan oleh Soeharto menyebabkan berbagai bencana atau krisis, termasuk di bidang ekonomi, politik, sosial, lingkungan, moral, dan kemanusiaan.

Di sektor ekonomi, kita mengetahui adanya krisis yang menyebabkan nilai tukar rupiah mengalami penurunan sementara utang luar negeri berkembang secara pesat.

Selanjutnya di bidang politik, tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme marak terjadi dan bahkan menjadi budaya.

Di tengah struktur sosial, perbedaan antara kalangan elit dan masyarakat luas terasa sangat jelas, serta konflik sosial yang tidak bisa dihindari.

Kemudian dari sisi ekologis, kita tahu, bumi pertiwi mulai rusak karena segera setelah dilantik sebagai presiden dan selanjutnya ia membuka pintu lebar-lebar bagi investor asing untuk menguras sumber daya negara ini.

Selanjutnya dalam kerangka etika dan kemanusiaan, terdapat banyak sekali kasus pelanggaran hak asasi manusia.

Berdasarkan laporan dari kompas.com, setidaknya terdapat beberapa kasus pelanggaran berat selama masa pemerintahan Soeharto, antara lain; pembunuhan misterius (1981-1985), peristiwa Tanjung Priok (1984-1987), peristiwa Talang Sari (1984-1987), peristiwa 29 Juli 1996, peristiwa Trisakti pada 12 Mei 1998, serta kerusuhan yang terjadi pada 13 hingga 15 Mei 1998 (Kompas.com, 23 Oktober 2025, 17:29 WIB).

Tumpukan krisis dan bencana tersebut akhirnya memicu munculnya reformasi sebagai bentuk perlawanan dan perbaikan menyeluruh terhadap pemerintahan Soeharto yang otoriter.

Namun hingga kapan pun, masa gelap tersebut akan tetap terukir dalam ingatan masyarakat karena merupakan bentuk tindakan jahat dan pengkhianatan terbesar terhadap sesama saudara sebangsa dan setanah air yang pernah terjadi.

Oleh karena itu, memberikan gelar atau penghargaan sebagai pahlawan nasional kepada seseorang yang diingat sebagai simbol totaliter dan korup tidak hanya melukai hati nurani keluarga para korban yang sedang menantikan keadilan dan kebenaran atas tindakan rezim, tetapi juga hati nurani seluruh bangsa Indonesia.

Tindakan tersebut tidak hanya berpotensi merusak prinsip-prinsip dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti nilai keadilan, kebenaran, dan hak asasi manusia, tetapi juga berisiko membawa negara ini ke ambang kehancuran.

Melampaui pragmatisme politik

Benar, jika dilihat lebih mendalam, beberapa isu yang dihadapi negara kita saat ini, termasuk penunjukan Soeharto sebagai pahlawan nasional, sebenarnya berasal dari konflik kepentingan atau sering disebut sebagai politik pragmatis.

Namun tanpa disadari, tindakan tersebut akhirnya membawa negara ini ke dalam jurang krisis. Dan di tengah kondisi bangsa yang semakin memburuk dan tidak masuk akal, muncul pertanyaan, apakah masih ada harapan agar bangsa ini dapat selamat? Jawabannya “ya”.

Karena seperti cerita fiksi dalam novel Negeri Di Ujung Tanduk – yang telah saya sebutkan di bagian awal – karya Tere Liye, meskipun berada dalam situasi krisis (ketidakadilan, penindasan, kemiskinan, KKN, dan pengkhianatan), sebenarnya masih terdapat semangat harapan yang menyala.

Di manakah api harapan itu? Api harapan tersebut terletak di dalam diri kita sebagai anak bangsa, baik sebagai pemimpin maupun sebagai rakyat biasa.

Ia hanya perlu dihidupkan dengan sesuatu yang sederhana, yaitu dengan menciptakan komitmen untuk melebihi praksis politik yang telah lama merusak dan mengikis moral serta semangat bangsa ini.

Bentuk komitmen untuk melebihi prinsip-prinsip politik yang sekadar mengutamakan keuntungan adalah dengan berani menghentikan kebohongan dan mulai memperjuangkan keadilan.

Ini adalah tindakan nyata dalam usaha menyalakan semangat harapan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi bangsa.

Karena terus-menerus menyembunyikan serta mempermainkan keadilan dan kebenaran hanya akan memperparah kondisi dan meningkatkan risiko pengulangan kesalahan-kesalahan di masa lalu.

Oleh karena itu, pemerintah perlu bersikap jujur, bertanggung jawab, dan terbuka dalam memimpin bangsa yang besar ini. Berikan pendidikan politik yang tepat kepada generasi penerus bangsa.

Mereka juga memerlukan teladan yang baik dari para pemimpin mengenai bagaimana menjadi seorang pemimpin dan warga negara yang tidak hanya setia, tetapi juga aktif berkontribusi dalam membangun bangsa dan negara.

Jangan biarkan mereka terbenam dalam lautan ketidakpastian mengenai apa yang telah, sedang, dan akan terjadi di negara ini.

Jangan biarkan mereka merasa jenuh terhadap negara. Juga jangan membiarkan mereka tertipu oleh kebohongan yang sering diulang hingga dianggap sebagai kebenaran.

Mereka sudah cukup khawatir menghadapi masa pasca-kebenaran yang membuat pandangan hidup mereka menjadi bingung.

Dan, oleh karena itu, negara sebagai fondasi penyelamat harus berani menciptakan narasi alternatif dengan mulai menyebarkan kebenaran dan memperjuangkan keadilan.

Karena hanya dengan cara itu negara ini dapat selamat meskipun berada di ambang kehancuran. (*)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Hotel Murah Bintang 5 di Singapura

    5 Hotel Murah Bintang 5 di Singapura

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Rekomendasi Hotel Terjangkau di Singapura yang Cocok untuk Liburan DIAGRAMKOATA.COM – Singapura sering menjadi destinasi liburan favorit bagi wisatawan dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Selain memiliki banyak atraksi menarik, kota ini juga menawarkan berbagai pilihan penginapan dengan kualitas bintang, tetapi tetap terjangkau. Berikut adalah lima rekomendasi hotel yang bisa menjadi pertimbangan saat berkunjung ke Singapura. 1. […]

  • Polresta Malang Kota Siagakan 3000 lebih Personel Gabungan Siap Amankan Pilkada 2024

    Polresta Malang Kota Siagakan 3000 lebih Personel Gabungan Siap Amankan Pilkada 2024

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2024
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 246
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polresta Malang Kota menegaskan kesiapan mereka dalam mengamankan Pemilu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dengan menggelar Apel Pasukan Operasi Mantap Praja (OMP) Semeru 2024 di Stadion Gajayana Kota Malang. (Kamis, 15/08). Apel yang diikuti sekitar 600 personel gabungan ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si didampingi Kasdim […]

  • Manfaat Konsumsi Probiotik Setiap Hari

    Manfaat Konsumsi Probiotik Setiap Hari

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 148
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tentu, ini draf artikel "High Value Konten" tentang Manfaat Konsumsi Probiotik Setiap Hari dengan perkiraan 900 kata. Rahasia Kesehatan Optimal: Manfaat Konsumsi Probiotik Setiap Hari untuk Tubuh dan Pikiran Anda Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, tuntutan pekerjaan, paparan polusi, dan pola makan yang seringkali kurang ideal, tubuh kita menghadapi tantangan yang tak […]

  • Siapa Tom Lembong Yang Terjerat Dalam Kasus Dugaan Korupsi Impor Gula?

    Siapa Tom Lembong Yang Terjerat Dalam Kasus Dugaan Korupsi Impor Gula?

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Siapa Tom LembongYangTerjerat dalam Kasus Dugaan Korupsi Importasi Gula? DIAGRAMKOTA.COM – Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan Thomas Trikasih Lembong (TTL) atau Tom Lembong di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan guna kepentingan penyidikan. Berdasarkan pantauan dinamikadunia.com di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa, Tom Lembong digiring keluar dari ruang pemeriksaan pada […]

  • Prediksi Skor Persebaya Surabaya dan Malut United, BRI Super League

    Pelatih Persebaya Akui Pemilihan 3 Pemain Brasil Dilakukan Secara Matang

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan bahwa perekrutan tiga pemain asing baru, yaitu Bruno ParaĂ­ba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes, dilakukan secara mandiri. Proses perekrutan ini berlangsung setelah melalui observasi mendalam dan sesuai dengan kebutuhan tim serta anggaran yang tersedia. Tavares menjelaskan bahwa manajemen klub memberikan batasan anggaran tertentu, dan dari situ ia bersama […]

  • Kasus Korupsi di Pertamina, Anak Riza Chalid

    Kesiapan Pasokan BBM untuk Libur Natal dan Tahun Baru di Jawa Timur

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 61
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jawa Timur dalam kondisi aman selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pemantauan yang dilakukan menunjukkan bahwa stok BBM mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di tengah lonjakan mobilitas akibat liburan panjang. Kepala BPH Migas, […]

expand_less