Surabaya Membangun Kota dengan Kepedulian dan Kolaborasi Sosial
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya terus menunjukkan inovasi dalam membangun kota yang berkelanjutan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari penghargaan atau popularitas, tetapi dari kemampuan menggerakkan semangat gotong royong dan mensejahterakan masyarakat.
Dalam seminar “Kepemimpinan Nusantara” di Universitas Airlangga, Eri menyampaikan pesan penting tentang kepemimpinan yang berbasis nilai-nilai Pancasila. Ia menilai, meskipun Surabaya telah mendapatkan pengakuan internasional, seperti predikat Kota Layak Anak dan masuk jaringan UNESCO Learning City, hal itu tidak akan bermakna jika masalah dasar masyarakat belum terselesaikan.
Nilai Pancasila dalam Kebijakan Harian
Eri menjelaskan bahwa kepemimpinannya di Surabaya didasarkan pada prinsip tolong-menolong dan gotong royong. Menurutnya, Pancasila tidak cukup hanya dihafal, tetapi harus hadir dalam kebijakan ekonomi dan sosial yang nyata. Salah satu inisiatif yang ia luncurkan adalah Kampung Pancasila, yang bertujuan menghidupkan kembali perekonomian lingkungan.
Dalam program ini, masyarakat diajak untuk membeli kebutuhan pokok di toko kelontong sekitar rumah. Hal ini membantu roda ekonomi warga tetap berjalan dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
Pembangunan Sumber Daya Manusia
Selain fokus pada ekonomi, Eri juga lebih memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia. Sejak 2020, ASN Pemkot Surabaya diwajibkan berkantor di Balai RW agar lebih dekat dengan permasalahan masyarakat. Dengan pendekatan ini, para pegawai dapat langsung merasakan kondisi masyarakat dan memberikan solusi yang tepat.
Di sisi lain, zakat profesi ASN muslim di lingkungan Pemkot Surabaya dikelola secara kolektif untuk membantu warga kurang mampu. Ini menjadi bentuk kepedulian yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada masyarakat.
Pelayanan Publik yang Lebih Responsif
Eri juga mengubah sistem pelayanan publik agar lebih sesuai dengan siklus kehidupan warga. Mulai dari masa kehamilan hingga usia lanjut, layanan kesehatan dan sosial disesuaikan agar semua lapisan masyarakat bisa merasakan manfaatnya.
Kolaborasi Seluruh Elemen Masyarakat
Menurut Eri, pembangunan kota tidak bisa dilakukan sendirian. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk RW, pengusaha, dan perguruan tinggi, untuk bekerja sama melalui program Kader Surabaya Hebat. Tujuannya adalah memperkuat kepedulian sosial dan menciptakan kota yang lebih harmonis.***

>
>

Saat ini belum ada komentar