Kebutuhan Kursi Roda untuk Jemaah Haji di Surabaya Meningkat Drastis
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kebutuhan akan kursi roda untuk calon jemaah haji (CJH) yang berangkat dari Embarkasi Surabaya mengalami peningkatan signifikan. Hal ini terjadi sejak kloter 26 yang berasal dari Tuban tiba di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Peningkatan ini terus berlanjut hingga kloter terakhir asal Surabaya.
Penyebab Peningkatan Kebutuhan Kursi Roda
Menurut Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, As’adul Anam, kebutuhan kursi roda mulai meningkat sejak kedatangan kloter-kloter dari daerah seperti Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik. Peningkatan ini juga terjadi saat kloter asal Surabaya tiba di lokasi pemberangkatan.
“Sejak kloter dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, dan Surabaya tiba di Asrama Haji, jumlah kursi roda yang dibutuhkan meningkat cukup banyak,” ujar As’adul Anam pada Selasa (5/5/2026).
Biasanya, dalam sehari hanya diperlukan sekitar 10–11 unit kursi roda. Namun, kini jumlahnya meningkat menjadi 15–20 unit per hari. PPIH Embarkasi Surabaya sedang melakukan analisis bersama pihak kesehatan untuk mengetahui penyebab peningkatan ini.
Kondisi Fisik Jemaah Haji
Meskipun jumlah kursi roda meningkat, pihak PPIH memastikan bahwa semua jemaah yang menggunakan alat tersebut masih mampu berdiri dan melakukan aktivitas ringan. Mereka menggunakan kursi roda karena kondisi fisik yang tidak sepenuhnya baik.
“Nah, itu menunjukkan bahwa jemaah yang masih bisa berdiri ini minimal mereka bisa ke kamar kecil dan sebagainya tanpa merepotkan yang mendampingi,” tambah As’adul Anam.
Tindakan yang Dilakukan oleh PPIH
PPIH Embarkasi Surabaya sedang bekerja sama dengan pihak kesehatan untuk mengkategorikan kondisi jemaah yang membutuhkan kursi roda. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap jemaah mendapatkan perlakuan yang sesuai dengan kebutuhan medisnya.
Selain itu, pihak PPIH juga memastikan bahwa seluruh jemaah haji yang menggunakan kursi roda tetap dapat menjalani proses pemberangkatan dengan lancar dan aman. Ini dilakukan melalui koordinasi dengan petugas medis dan pengawas.
Persiapan untuk Kloter Berikutnya
Dengan peningkatan kebutuhan kursi roda, PPIH Embarkasi Surabaya terus memperkuat persiapan untuk kloter-kloter berikutnya. Termasuk dalam hal distribusi alat bantu jalan dan pengawasan terhadap jemaah yang membutuhkan bantuan.
Peningkatan ini juga menjadi perhatian khusus bagi pihak kesehatan yang bertugas di Asrama Haji Sukolilo. Mereka siap memberikan layanan kesehatan yang optimal kepada jemaah haji, termasuk dalam hal mobilitas dan kenyamanan selama masa pemberangkatan.
Peran PPIH dalam Menjaga Kepuasan Jemaah
PPIH Embarkasi Surabaya memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan bahwa seluruh jemaah haji mendapatkan pengalaman yang baik selama proses pemberangkatan. Hal ini mencakup pengaturan transportasi, pelayanan kesehatan, dan dukungan psikologis.
Dalam beberapa tahun terakhir, PPIH telah meningkatkan standar pelayanan agar lebih responsif terhadap kebutuhan jemaah. Dengan peningkatan jumlah jemaah lansia, ketersediaan alat bantu jalan seperti kursi roda menjadi semakin penting.
Kesiapan Jemaah Haji dalam Menghadapi Proses Pemberangkatan
Selain persiapan dari pihak PPIH, jemaah haji juga diminta untuk lebih waspada terhadap kondisi kesehatan mereka sendiri. Meskipun mayoritas jemaah masih mampu berdiri, mereka disarankan untuk memperhatikan kebutuhan kesehatan secara mandiri agar tidak mengganggu proses pemberangkatan.
PPIH Embarkasi Surabaya juga mengajak para jemaah untuk saling mendukung dan membantu sesama dalam menjalani proses pemberangkatan. Hal ini menjadi bagian dari nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang selalu ditekankan dalam ibadah haji.
Peningkatan kebutuhan kursi roda untuk jemaah haji di Embarkasi Surabaya menunjukkan adanya pergeseran dalam demografi jemaah. Dengan jumlah jemaah lansia yang semakin tinggi, PPIH harus terus beradaptasi untuk memberikan pelayanan yang optimal.
Melalui kerja sama dengan pihak kesehatan dan pengawasan yang ketat, PPIH Embarkasi Surabaya berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh jemaah haji dapat menjalani ibadah dengan nyaman dan aman.***

>

Saat ini belum ada komentar