Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » Masalah Penyaluran Bantuan Sosial di Indonesia, 2,8 Juta Penduduk Miskin Desa Belum Terima

Masalah Penyaluran Bantuan Sosial di Indonesia, 2,8 Juta Penduduk Miskin Desa Belum Terima

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Sebanyak 2,8 juta warga yang masuk dalam kategori desil terbawah atau kelompok paling miskin di Indonesia masih belum menerima bantuan sosial (bansos). Kondisi ini menjadi perhatian serius dari pemerintah dan lembaga terkait. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut hal ini sebagai exclusion error, yaitu kesalahan dalam sistem penyaluran bansos yang sedang diperbaiki.

Kementerian Sosial (Kemensos) saat ini sedang melakukan penataan ulang data penerima bansos. Tujuannya adalah untuk mengalihkan bantuan dari penerima yang dinilai tidak tepat sasaran ke kelompok yang lebih membutuhkan. Gus Ipul, sapaan akrab Menteri Sosial, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan agar bantuan sosial bisa lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kami mengalihkan dari yang tidak tepat kepada yang lebih berhak, terutama di desil terbawah,” ujar Gus Ipul dalam pernyataannya.

Data Penerima Bansos dan Tantangan yang Dihadapi

Saat ini, Kemensos mencatat ada sekitar 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan 18,25 juta KPM penerima bantuan Sembako. Namun, di sisi lain, sebagian penerima yang terdaftar dinilai kurang tepat sasaran, sementara jutaan warga di kelompok terbawah belum terjangkau.

Masalah ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam sistem distribusi bantuan sosial. Beberapa warga yang seharusnya mendapat bantuan justru tidak terdaftar, sementara penerima yang tidak layak tetap menerima bantuan. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam upaya memastikan bahwa semua warga yang membutuhkan benar-benar terlayani.

Cara Cek Status Bansos via NIK

Untuk membantu warga memastikan apakah mereka termasuk penerima bansos atau tidak, pemerintah telah menyediakan situs resmi cekbansos.kemensos.go.id. Warga dapat menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mengecek status penerimaan bansos secara mandiri.

Langkah-langkahnya cukup sederhana:
– Buka situs cekbansos.kemensos.go.id di browser HP atau komputer
– Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP
– Ketik kode verifikasi yang muncul di layar, klik refresh jika tidak terbaca
– Tekan tombol “Cari Data”
– Informasi nama, kategori desil, dan status penerimaan bansos akan tampil

Selain itu, warga juga dapat menggunakan aplikasi cek bansos dengan mengisi NIK atau nama sesuai KTP, memilih wilayah domisili, lalu klik cek. Aplikasi ini juga menyediakan fitur usul dan sanggah bagi warga yang merasa data tidak sesuai.

Pengelompokan Desil dan Hak Penerima Bansos

Desil adalah pengelompokan kesejahteraan keluarga berdasarkan kondisi sosial ekonomi, mencakup jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, hingga kepemilikan aset. Indonesia dibagi ke dalam 10 kelompok, masing-masing mewakili 10 persen populasi keluarga.

Kategori desil penerima bansos yang berhak:
Desil 1: Prioritas utama PKH dan Sembako, kelompok 10 persen keluarga paling tidak sejahtera
Desil 2: Prioritas PKH dan Sembako
Desil 3: Prioritas PKH dan Sembako
Desil 4: Batas atas prioritas PKH dan Sembako, mencakup total 40 persen keluarga terbawah
Desil 5: Tidak masuk PKH dan Sembako, namun masih bisa terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) atau BPJS Kesehatan gratis
Desil 6 hingga 10: Tidak berhak menerima PKH, Sembako, maupun PBI-JK

Desil bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Warga yang merasa kategori desilnya tidak sesuai kondisi nyata dapat mengajukan koreksi ke desa, kelurahan, atau dinas sosial setempat, maupun langsung melalui fitur usul dan sanggah di aplikasi cek bansos.

Target Digitalisasi Bansos dan Proses Penyempurnaan Data

Gus Ipul menargetkan digitalisasi bansos yang sedang berjalan dapat menjadi basis penyaluran pada triwulan IV 2026, atau paling lambat triwulan I 2027. Dengan digitalisasi, proses penetapan dan penyaluran bansos diharapkan lebih cepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan memproses pemutakhiran data tersebut secara periodik. Dengan demikian, data penerima bansos akan selalu up-to-date dan akurat, sehingga meminimalkan kesalahan dalam penyaluran bantuan sosial.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisruh Persela: Imran Batal Latih, Pemain Pindah ke PSIS

    Kisruh Persela: Imran Batal Latih, Pemain Pindah ke PSIS

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 233
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Persela Lamongan pada 10 November 2025 mengumumkan penunjukan Imran Nahumarury sebagai pelatih utama. Namun, hal tersebut tidak terwujud. Manajemen Persela mengumumkan pembatalan ini karena kesepakatan yang sebelumnya dibuat hanya berupa ucapan dengan mantan CEO Persela Faris Julinar. Oleh karena itu, tidak ada perjanjian tertulis yang kuat. Keadaan ini memperpanjang daftar masalah dalam pengelolaan tim […]

  • Pemuda Protes ke DPRD Surabaya, Karena Penundaan Audiensi Beasiswa Pemuda Tangguh

    Pemuda Protes ke DPRD Surabaya, Karena Penundaan Audiensi Beasiswa Pemuda Tangguh

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 131
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Beberapa penerima beasiswa Pemuda Tangguh di Kota Surabaya mengeluh dan melakukan protes terhadap penundaan audiensi yang seharusnya mempertemukan mereka dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya. Peristiwa ini berlangsung di Gedung DPRD Surabaya pada Senin (26/01/2026), dimana para mahasiswa mengecam tindakan pemerintah setempat yang dinilai tidak transparan dan tidak responsif. Alasan Penundaan Audiensi […]

  • Kronologi Pria Jombang Terjun ke Sumur dan Gigit Tubuh Sendiri, Keluarga Bocorkan Alasan, Ada Ancaman!

    Kronologi Pria Jombang Terjun ke Sumur dan Gigit Tubuh Sendiri, Keluarga Bocorkan Alasan, Ada Ancaman!

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 271
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Seorang pria di Jombang nekat melompat ke dalam sumur dan menggigit tubuhnya sendiri. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata pria tersebut pernah mendapat ancaman dari seseorang yang tidak dikenal. Diketahui bahwa pria tersebut bernama Eko Setiawan (27), berasal dari Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang. Ia berani melompat ke dalam sumur milik warga Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, […]

  • AI, Inovasi Fintech

    Teknologi AI dan Keuangan Terintegrasi Mendorong Inovasi Fintech Hingga 2026

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 95
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Teknologi finansial atau fintech terus berkembang pesat, dengan inovasi yang didorong oleh perkembangan artificial intelligence (AI), keuangan terintegrasi, dan solusi pembayaran real-time. Perkembangan ini akan mengubah wajah industri keuangan hingga tahun 2026, melewati fase eksperimen menuju penerapan utama. Tren Utama yang Menggerakkan Inovasi Fintech Eksplorasi teknologi AI untuk perbankan dan kepatuhan regulasi, dikenal sebagai […]

  • Serunya Classmeeting SMAN 18 Surabaya: Satukan Energi, Ciptakan Momen Tak Terlupakan!

    Serunya Classmeeting SMAN 18 Surabaya: Satukan Energi, Ciptakan Momen Tak Terlupakan!

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 329
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – SMA Negeri 18 Surabaya sukses menggelar kegiatan Classmeeting 2024 selama tiga hari pada tanggal 13, 16, dan 17 Desember. Kegiatan ini diadakan setelah siswa menyelesaikan Penilaian Akhir Semester (PAS) semester ganjil, dengan tema yang unik dan penuh makna, yaitu “Repablick (Forena energi, skapa ogonblick)” yang berarti “Satukan Energi, Satukan Momen.” Kasminah, S.Pd., Kepala […]

  • Awali Tugas Baru, Kapolres Gresik Ziarah Wali dan Ulama

    Awali Tugas Baru, Kapolres Gresik Ziarah Wali dan Ulama

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 95
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menjunjung tinggi nilai spiritualitas serta menghormati jasa para penyebar agama Islam di tanah Jawa, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melaksanakan kegiatan ziarah ke sejumlah makam wali dan ulama besar di Kabupaten Gresik, Jumat pagi (16/1/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh pejabat utama (PJU) Polres Gresik, di antaranya Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha, Kasat Reskrim, […]

expand_less