Percepatan Proyek Blok Masela: Langkah Strategis Menteri ESDM
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Proyek Blok Masela, yang telah lama menjadi isu strategis di sektor energi Indonesia, kini mengalami percepatan signifikan. Dalam upaya memastikan progresnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melakukan pertemuan penting dengan CEO Inpex Corporation, Takayuki Ueda, di Tokyo. Pertemuan ini menandai langkah krusial dalam mendorong proyek gas raksasa di Laut Arafura agar segera masuk tahap keputusan investasi akhir.
Kesepakatan Investasi Besar untuk Blok Masela
Dalam pertemuan tersebut, tercapai kesepakatan investasi senilai USD 20 miliar atau sekitar Rp 339 triliun. Angka ini mencerminkan komitmen kuat dari pihak Inpex untuk berpartisipasi dalam pengembangan Blok Masela. Proyek ini dianggap memiliki potensi besar sebagai sumber pasokan gas yang akan mendukung industri nasional dan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi wilayah Indonesia Timur.
Bahlil menyampaikan apresiasinya atas kemajuan yang telah dicapai. Saat ini, proyek telah mencapai sekitar 25 persen. Ia menegaskan bahwa target FEED (Front End Engineering and Design) harus selesai pada kuartal kedua 2026 atau selambatnya kuartal ketiga tahun ini. Hal ini akan memungkinkan dilakukannya tender EPC (Engineering Procurement Construction) secara paralel.
Komitmen untuk Mempercepat Realisasi
Bahlil menekankan pentingnya kepastian buyer (pembeli) untuk proyek ini. Ia menawarkan kepada Inpex agar produksi Lapangan Abadi Masela mencapai 9 Million Tonnes Per Annum (MTPA). Jika hingga akhir April 2026 belum ada pembeli serius, maka Danantara akan menjadi pembeli utama, termasuk untuk program hilirisasi.
“Kami ingin pastikan proyek ini bisa cepat, jangan ulur-ulur lagi. Ini 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun baru jadi kan. Apalagi itu kampung ibu saya,” ujar Bahlil saat pertemuan tersebut.
CEO Inpex Corporation, Takayuki Ueda, juga menyampaikan komitmennya untuk mempercepat realisasi proyek Abadi Masela. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah bekerja pada proyek ini selama 12 tahun dan sangat menghargai dukungan yang diberikan oleh Menteri ESDM.
Persetujuan Administratif yang Kuat
Di sisi administratif, proyek Blok Masela semakin solid dengan tuntasnya sejumlah perizinan krusial pada awal 2026. Persetujuan Lingkungan dengan dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) telah diterbitkan pada 13 Februari 2026. Selain itu, persetujuan pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan juga telah diperoleh pada Januari 2026.
Potensi Ekonomi yang Besar
Proyek Blok Masela tidak hanya menjadi wacana di atas kertas, tetapi kini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang sedang bersiap untuk dinyalakan. Dengan pengembangan infrastruktur energi hijau di Laut Arafura, proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar