USD113 per Barel Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam, Kenaikan Terbesar dalam Sejarah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Harga minyak dunia mengalami kenaikan yang sangat signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Senin pagi (9/3/2026), harga minyak Brent mencapai US$113,68 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$113,25 per barel. Lonjakan ini memperpanjang tren penguatan yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Pergerakan harga minyak menunjukkan percepatan yang sangat cepat dalam dua pekan terakhir. Dari posisi US$70,85 per barel pada 25 Februari, harga Brent naik ke US$72,48 pada 27 Februari, lalu melonjak ke US$77,74 pada 2 Maret dan US$81,4 pada 3-4 Maret. Setelah itu, reli semakin tajam dengan harga menyentuh US$85,41 pada 5 Maret, melonjak ke US$92,69 pada 6 Maret, dan akhirnya menembus US$113,68 pada pagi ini. Sementara itu, WTI juga mengalami kenaikan serupa, dari US$65,42 pada 25 Februari menjadi US$113,25 hari ini.
Faktor Pemicu Kenaikan Harga Minyak
Kenaikan harga minyak didorong oleh ketegangan geopolitik yang meningkat antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Konflik ini memicu kekhawatiran serius terhadap pasokan energi global, terutama karena dampaknya terhadap Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia. Sekitar 20% konsumsi minyak global biasanya melewati selat sempit tersebut.
Selain itu, sejumlah produsen minyak di Timur Tengah mulai menekan produksi. Kuwait, produsen minyak terbesar kelima di OPEC, mengumumkan pemangkasan produksi dan output kilang sebagai langkah pencegahan setelah Iran mengancam keamanan kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Gangguan pasokan juga datang dari Irak. Tiga pejabat industri mengatakan kepada Reuters bahwa produksi dari tiga ladang minyak utama di selatan Irak turun sekitar 70% menjadi hanya 1,3 juta barel per hari. Sebelum konflik memanas, ladang-ladang tersebut memproduksi sekitar 4,3 juta barel per hari.
Perkiraan Harga Minyak di Masa Depan
Secara teknikal, analis pasar melihat reli minyak masih berpotensi berlanjut. Dalam analisis Reuters, harga Brent berpotensi bergerak ke kisaran US$120 hingga US$128 per barel, sementara WTI berpotensi mendekati level puncak 2022 di sekitar US$130,50 per barel, apabila krisis geopolitik saat ini terus berlanjut.
Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat masih optimistis situasi di Selat Hormuz dapat segera membaik. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan lalu lintas kapal tanker diperkirakan akan kembali normal dalam beberapa minggu ke depan setelah kemampuan Iran untuk mengancam kapal berhasil dilemahkan. Namun ia mengingatkan bahwa kondisi pasar energi saat ini masih jauh dari stabil.
Perspektif Pasar dan Prediksi
Analisis dari berbagai lembaga pasar menunjukkan bahwa tekanan terhadap pasokan minyak akan terus berlanjut jika situasi geopolitik tidak segera mereda. Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan tengah mengelola produksi minyak lepas pantai secara hati-hati. Perusahaan minyak nasional Abu Dhabi, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), menyebut operasi produksi darat masih berjalan normal, namun kapasitas penyimpanan mulai menjadi perhatian akibat gangguan distribusi.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar