Banjir di Bali: Warga dan Wisatawan Terjebak di Jalan Terendam Air
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Banjir yang melanda kawasan Legian, Kuta, Bali, pada akhir pekan lalu menjadi perhatian masyarakat luas. Hujan deras yang terjadi selama tiga hari sejak 22 Februari 2026 mengakibatkan genangan air yang mengganggu aktivitas warga dan wisatawan. Di beberapa titik, air mencapai ketinggian hingga 80 sentimeter, membuat jalan-jalan utama terlihat seperti sungai kecil.
Dalam situasi ini, banyak pengunjung hotel terpaksa membawa barang bawaannya sendiri sambil berjalan melewati genangan air. Foto-foto yang diambil oleh fotografer AFP menunjukkan bagaimana para turis dan penduduk setempat harus berjuang untuk sampai ke tujuan mereka. Tidak jarang, mereka terlihat memegang koper atau tas besar sambil berjalan perlahan di tengah air yang menggenang.
Dampak Banjir di Denpasar dan Badung
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat bahwa dalam 12 jam terakhir, yaitu dari pukul 18.00 hingga 06.00 WITA pada 24 Februari 2026, terdapat 26 titik banjir di wilayah Denpasar dan Badung. Ketinggian air rata-rata berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, kondisi ini memicu proses evakuasi di sejumlah lokasi yang terdampak. Petugas sedang bekerja keras untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat penanganan banjir agar tidak semakin parah.
Upaya Penanganan Darurat
Selain evakuasi, petugas BPBD juga melakukan pembersihan saluran air yang tersumbat akibat limbah dan sampah. Genangan air yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga oleh sistem drainase yang kurang optimal.
Beberapa warga setempat mengeluhkan bahwa banjir sering terjadi di kawasan wisata seperti Legian, terutama saat musim hujan. Mereka berharap pemerintah dapat meningkatkan infrastruktur drainase dan memperbaiki sistem pengelolaan air di kawasan tersebut.
Peran Masyarakat dalam Menghadapi Bencana
Meski situasi cukup mengkhawatirkan, masyarakat tampak kooperatif dalam menghadapi banjir. Banyak warga yang membantu sesama dengan memberikan perlengkapan seperti pelampung, sepatu bot, atau bahkan mobil untuk membantu evakuasi.
Seorang warga setempat mengatakan, “Kami sudah terbiasa dengan banjir, tapi kali ini cukup parah. Kami berharap pemerintah bisa lebih proaktif dalam mencegah hal ini terjadi lagi.”
Kondisi Cuaca dan Prediksi Ke depan
BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) memprediksi bahwa hujan masih akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hal ini meningkatkan risiko banjir di daerah-daerah yang rentan.
Para ahli cuaca menyarankan masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari area yang rawan banjir. Selain itu, penting bagi warga untuk memperhatikan informasi resmi dari BPBD dan instansi terkait.
Banjir di Bali, khususnya di kawasan Legian, menjadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya kesiapan menghadapi bencana alam. Meskipun situasi saat ini masih terkendali, diperlukan langkah-langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar