Pemkot Surabaya Perkuat Standar Higiene dalam Program Makan Bergizi Gratis
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat standar higiene pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) supaya bisa berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran. Kebijakan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas layanan gizi yang diberikan kepada masyarakat.
Langkah Strategis untuk Memastikan Keamanan Pangan
Ketua Satgas Pelaksana MBG Kota Surabaya yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Lilik Arijanto mengatakan bahwa saat ini satgas melakukan monitoring dan evaluasi sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan program. Dengan jumlah penerima manfaat yang mencapai 207.355 orang, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk memastikan pelaksanaannya sesuai standar, terutama dalam aspek keamanan pangan dan higiene sanitasi.
“Koordinasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi bagian dari upaya penguatan pengawasan dan perbaikan berkelanjutan,” ujarnya di sela koordinasi monitoring dan evaluasi bersama Koordinator Wilayah BGN Surabaya.
Kondisi SPPG di Kota Surabaya
Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 87 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Surabaya. Dari jumlah tersebut, 67 SPPG telah beroperasi dan melayani masyarakat, sementara sisanya dalam proses persiapan maupun penyesuaian administrasi dan teknis.
Sebanyak 36 SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Adapun SPPG lainnya tengah didorong untuk segera melengkapi sertifikasi tersebut sebagai bagian dari komitmen menjaga mutu, keamanan pangan, serta kualitas layanan gizi yang diberikan kepada masyarakat.
Tindak Lanjut dan Upaya Sinergis
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Surabaya telah menerbitkan surat imbauan kepada yayasan dan mitra pengelola SPPG yang belum memiliki SLHS agar segera mengurus sertifikasi tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan persyaratan administrasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi di seluruh titik layanan.
Lilik Arijanto menegaskan bahwa sinergisitas lintas sektor akan terus diperkuat, tidak hanya dalam aspek perizinan, tetapi juga terkait kesiapan tenaga kerja, keamanan pangan, hingga pemetaan sasaran penerima manfaat.
Dalam kesempatan tersebut, Lilik Arijanto menyampaikan, “Program MBG di Surabaya saat ini telah menjangkau 207.355 penerima manfaat. Oleh karena itu, kami memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai standar, terutama dalam aspek keamanan pangan dan higiene sanitasi.”
Langkah-langkah yang diambil oleh Pemkot Surabaya menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kualitas layanan publik. Dengan fokus pada higiene dan keamanan pangan, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan akses terhadap gizi yang seimbang.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar