Gangguan Operasional Kereta Api Akibat Banjir di Jawa Tengah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 16 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Banjir yang terjadi di wilayah Grobogan, Jawa Tengah, pada Senin (16/2/2026), menyebabkan gangguan signifikan dalam operasional kereta api. Luapan air menggenangi jalur rel di sejumlah titik, termasuk jembatan antara Stasiun Tegowanu dan Brumbung serta jembatan antara Gubug dan Tegowanu. Hal ini memaksa PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melakukan penyesuaian rute perjalanan.
Penyebab Keterlambatan Kereta
Berdasarkan informasi dari Manager Humas Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, banjir tersebut berdampak langsung pada prasarana perkeretaapian. Sebagai langkah antisipasi, KAI mengalihkan rute perjalanan melalui lintas Brumbung–Gundih–Gambringan. Akibatnya, empat kereta yang biasanya melintasi jalur utara menuju wilayah Daop 8 Surabaya mengalami keterlambatan.
Berikut daftar kereta yang terdampak:
- KA Argo Anjasmoro (KA 30F) dengan rute Gambir–Surabaya Pasarturi
- KA Gumarang (PLB 164A) dengan rute Pasar Senen–Surabaya Pasarturi
- KA Jayabaya (KA 92/93) dengan rute Pasar Senen–Surabaya Pasarturi–Malang
- KA Harina (KA 96) dengan rute Bandung–Surabaya Pasarturi
KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Selain itu, pihak perusahaan juga membatasi kecepatan kereta di area yang terdampak sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko.
Upaya Pemulihan dan Pengawasan Berkala
Meski ada keterlambatan, operasional kereta secara keseluruhan mulai pulih. Namun, pihak KAI tetap melakukan pemantauan berkala di lokasi yang terkena dampak banjir. Tujuannya adalah memastikan bahwa prasarana perkeretaapian benar-benar stabil sebelum kembali beroperasi normal.
“Petugas kami akan melakukan pemantauan berkala hingga kondisi prasarana benar-benar stabil,” ujar Mahendro.
Penumpang diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari KAI agar dapat mengetahui perkembangan terbaru mengenai jadwal perjalanan mereka. Dengan adanya penyesuaian rute dan pembatasan kecepatan, KAI berupaya memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa transportasi darat tersebut.
Dampak pada Perjalanan Wisatawan dan Masyarakat
Keterlambatan perjalanan kereta tidak hanya memengaruhi para penumpang biasa, tetapi juga wisatawan yang sedang melakukan perjalanan ke wilayah Jawa Timur. Beberapa pengguna jasa mengeluhkan ketidakpastian jadwal perjalanan, terutama bagi mereka yang memiliki rencana perjalanan penting.
Salah satu penumpang mengatakan, “Saya harus mengubah rencana perjalanan karena KA yang saya tumpangi terlambat. Ini sangat mengganggu.”
Dalam situasi seperti ini, KAI diharapkan mampu memberikan solusi cepat dan transparan kepada masyarakat, sehingga kepercayaan terhadap layanan transportasi darat tetap terjaga.
Tindakan Pencegahan di Masa Depan
Peristiwa ini juga menjadi peringatan bagi pihak berwenang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam, khususnya di wilayah yang rawan banjir. Langkah-langkah pencegahan seperti pengadaan sistem drainase yang lebih baik, penguatan struktur jembatan, dan pelatihan petugas darurat bisa menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
Selain itu, peningkatan koordinasi antara KAI dengan instansi terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga diperlukan agar potensi bencana dapat diprediksi dan diantisipasi lebih awal. Dengan demikian, dampak banjir terhadap operasional kereta api dapat diminimalkan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar