Mempersiapkan Hati Menuju Bulan Suci Ramadhan, Khutbah Jumat Terakhir Bulan Syaban 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pada bulan Syaban, umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Bulan ini menjadi momen penting untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan meningkatkan kualitas ibadah. Khutbah Jumat terakhir di bulan Syaban menjadi ajang pengingat bagi para jamaah agar menjalani persiapan spiritual yang maksimal.
Bulan Syaban memiliki makna tersendiri dalam kalender hijriyah. Sebagai bulan kedelapan, ia berada di antara Rajab dan Ramadhan. Dalam tradisi keagamaan, bulan ini sering disebut sebagai bulan persiapan rohani, tempat umat Muslim mengevaluasi amal mereka sebelum memasuki bulan penuh berkah. Dalam khutbah Jumat terakhir, khotib biasanya menekankan pentingnya taubat, memaafkan orang lain, serta memperbaiki niat dalam menghadapi Ramadhan.
Makna Taubat dalam Persiapan Ramadhan
Taubat adalah langkah pertama dalam menyucikan diri sebelum memasuki bulan Ramadhan. Taubat yang sungguh-sungguh melibatkan pengakuan atas kesalahan, penyesalan yang tulus, serta komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut. Dalam konteks spiritual, taubat bukan hanya tentang menghapus dosa, tetapi juga membuka pintu untuk menerima rahmat Allah SWT. Dengan taubat, hati akan menjadi bersih dan siap menerima nilai-nilai kebaikan yang akan diberikan oleh Ramadhan.
Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Itu adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Padahal di bulan itu amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam. Maka aku senang jika amalanku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.”
Hadis ini menunjukkan bahwa bulan Syaban bukan sekadar bulan biasa, tetapi waktu yang sangat istimewa untuk melakukan evaluasi dan latihan spiritual. Siapa pun yang mengabaikan bulan ini, kemungkinan besar akan masuk Ramadhan dalam keadaan lemah iman dan sulit menjalankan ibadah.
Memperbaiki Hubungan dengan Sesama
Selain taubat, memaafkan orang lain juga menjadi bagian penting dari persiapan Ramadhan. Memaafkan bukan hanya tentang menghilangkan dendam, tetapi juga merupakan bentuk penghargaan terhadap keberagaman dan kehidupan sosial. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan mencapai takwa—yakni hati yang bersih, jiwa yang jujur, dan akhlak yang mulia. Dengan memperbaiki hubungan dengan sesama, kita juga memberi ruang bagi Allah SWT untuk memberikan keberkahan dalam hidup kita.
Niat yang Tulus dalam Menghadapi Ramadhan
Niat adalah elemen penting dalam setiap amal ibadah. Dalam konteks Ramadhan, niat harus tulus dan semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT. Banyak orang yang berpuasa hanya untuk pamer atau menunjukkan keislaman mereka, padahal tujuan utamanya adalah memperkuat iman dan mendekatkan diri pada Tuhan. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Iman dan ikhlas itulah kuncinya. Dan iman itu lahir dari hati yang bersih. Oleh karena itu, sebelum Ramadhan datang, marilah kita bertanya pada diri kita: Apakah hati kita sudah siap menyambut tamu agung bernama Ramadhan?
Doa dan Harapan untuk Ramadhan 2026
Dalam khutbah Jumat terakhir Syaban, doa-doa sering disampaikan untuk memohon keberkahan dan keselamatan dalam menjalani Ramadhan. Doa seperti:
“Ya Allah, sampaikanlah kami pada Ramadhan, kuatkan kami di dalamnya, dan terimalah amal ibadah kami.”
Semoga Allah menjadikan Ramadhan 2026 sebagai titik balik kehidupan kita menuju hamba-Nya yang lebih bertakwa. ***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar