Peluang ADRO Masuk MSCI Global Standard 2026: Tantangan Teknis dan Kepatuhan Bursa
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Saham ADRO (PT AlamTri Resources Indonesia Tbk) kembali menjadi sorotan pasar modal dengan kemungkinan masuknya perusahaan ke dalam indeks MSCI Global Standard Index pada tahun 2026. Namun, proses ini tidak hanya bergantung pada kenaikan harga saham atau likuiditas yang tinggi, melainkan juga pada serangkaian aturan teknis yang ketat dari lembaga pengawas bursa.
Syarat Utama untuk Masuk MSCI
Menurut analisis dari seorang analis pasar modal, peluang ADRO masuk MSCI bergantung pada beberapa faktor penting. Pertama, kapitalisasi pasar harus memenuhi ambang batas minimal yang ditetapkan oleh MSCI. Untuk pasar negara berkembang, ambang batas minimum adalah USD3,577 miliar atau sekitar Rp60,28 triliun. Namun, karena free float ADRO sebesar 28,67 persen, target yang lebih realistis adalah mencapai kapitalisasi pasar sebesar Rp105,39 triliun agar syarat float-adjusted market cap terpenuhi.
Dari sisi harga saham, angka yang dibutuhkan adalah sekitar Rp3.600 hingga Rp3.610 per lembar, mengingat jumlah saham beredar sebanyak 29,39 miliar lembar. Meski saat ini kapitalisasi pasar ADRO masih di bawah target, para analis menilai bahwa angka tersebut bisa tercapai jika harga saham stabil dan tidak ada gangguan teknis.
Risiko Suspensi dan Pengawasan Bursa
Salah satu ancaman utama bagi ADRO adalah risiko suspensi perdagangan. Jika saham ini tersuspensi tepat pada tanggal cutoff harga atau pernah tersuspensi selama 50 hari berturut-turut dalam 12 bulan terakhir, maka saham ini otomatis tidak layak masuk ke dalam Market Investable Equity Universe.
Selain itu, ADRO juga harus menghindari masuk ke Papan Pemantauan Khusus (Papan FCA) BEI. Jika perusahaan masuk ke papan tersebut karena Kriteria 10, maka MSCI akan menolak permohonannya untuk masuk indeks. Meskipun risiko ini relatif kecil, kondisi ini menjadi perhatian serius bagi investor.
Timeline Presisi untuk Proses Peninjauan
Proses peninjauan MSCI sangat bergantung pada waktu. Akhir Februari 2026 menjadi tenggat waktu untuk menentukan equity universe dan ukuran minimum. Selanjutnya, pada 10 hari kerja terakhir April 2026, MSCI akan memilih satu hari sebagai Tanggal Cutoff Harga yang menentukan inklusi final. Pengumuman akhir dilakukan awal Mei 2026 dan efektif berlaku setelah penutupan pasar pada 31 Mei.
Dengan demikian, ADRO harus menjaga stabilitas kapitalisasi pasar di kisaran Rp105,39 triliun selama periode tersebut tanpa adanya suspensi atau masalah teknis lainnya.
Likuiditas yang Relatif Kuat
Meski risiko teknis menjadi fokus utama, ADRO memiliki keunggulan di sisi likuiditas. Syarat ATVR minimal 15 persen dinilai realistis, mengingat transaksi harian ADRO sering melampaui Rp200 miliar. Namun, bukti final tetap bergantung pada perhitungan resmi MSCI.
Faktor-Faktor yang Bisa Menggugurkan Peluang
Beberapa kondisi bisa membuat ADRO gagal masuk MSCI, antara lain:
– Tersuspensi tepat pada Tanggal Cutoff Harga
– Tersuspensi selama 50 hari berturut-turut dalam 12 bulan terakhir
– Masuk ke Papan Pemantauan Khusus BEI Kriteria 10
Dengan begitu, jalan ADRO menuju MSCI Global Standard 2026 masih terbuka, tetapi sangat sempit. Kesuksesan tidak hanya bergantung pada pertumbuhan fundamental, melainkan juga pada kepatuhan terhadap aturan teknis dan stabilitas pasar.

>

Saat ini belum ada komentar