Banjir dan Longsor di Jember Akibat Hujan Deras, 191 Kepala Keluarga Terdampak
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(ilustrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Rabu (28/1/2026) sore hingga malam memicu berbagai bencana hidrometeorologi. Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah, mengganggu kehidupan warga dan mengancam akses jalan serta permukiman.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi menyebabkan peningkatan debit air di sungai dan saluran irigasi. Hal ini memicu banjir luapan di beberapa daerah. Selain itu, tanah longsor juga terjadi di dua lokasi berbeda, meski tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Wilayah Terdampak Banjir
Banjir menjangkau tiga kecamatan, yaitu Patrang, Sumbersari, dan Kaliwates. Total 191 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan Kecamatan Kaliwates menjadi wilayah paling parah, diikuti oleh Patrang dan Sumbersari.
Di Kecamatan Sumbersari, genangan air mencapai ketinggian 30–70 sentimeter, mengganggu aktivitas masyarakat. Beberapa ruas jalan seperti Jalan Bengawan Solo (Semanggi), Jalan Sumatra kawasan Gumuk Kerang, Jalan Kaliurang, Jalan Mastrip Gang 9, serta Jalan Karimata terendam. Genangan ini menyebabkan puluhan kendaraan bermotor mogok, rumah warga tergenang, dan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terganggu.
Perumahan Jember Permai II juga terkena dampak banjir, dengan 21 KK terdampak. Di kawasan Jalan Jawa, Lingkungan Tegal Boto Lor, akses jalan dan area usaha warga juga tergenang.
Evakuasi dan Kerusakan
Di Kecamatan Patrang, banjir merendam Kelurahan Patrang dan Jember Lor. Di Perumahan Pesona Riverside, ketinggian air mencapai 70–100 sentimeter. Petugas BPBD melakukan evakuasi terhadap tiga orang dewasa dan dua bayi. Beberapa lansia dan balita juga terdampak banjir di wilayah Jalan Srikoyo dan Jalan Manggis.
Sementara itu, di Kecamatan Kaliwates, banjir melanda Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul, dengan 43 KK terdampak. Di Kelurahan Kepatihan, sepanjang Jalan Sultan Agung, 48 KK terdampak, termasuk enam balita.
Kejadian Tanah Longsor
Selain banjir, BPBD Jember melaporkan dua kejadian tanah longsor. Longsor pertama terjadi di area persawahan Lingkungan Krajan, Kelurahan Kemuninglor, Kecamatan Arjasa, yang menutup saluran irigasi. Warga bersama petugas telah melakukan kerja bakti dan kondisi dinyatakan aman serta terkendali.
Longsor kedua terjadi di Lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang. Material longsor menimpa satu rumah warga serta merusak jalan desa dan akses menuju SMP Negeri 15 Jember. Meski tidak ada korban jiwa, perbaikan infrastruktur masih diperlukan.
Pemantauan dan Imbauan
Edy Budi Susilo menyampaikan bahwa hingga pukul 20.00 WIB, hujan masih turun meski dengan intensitas ringan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember tetap disiagakan untuk pemantauan, asesmen, pembersihan saluran air, serta evakuasi jika diperlukan.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan lebat masih ada. “Banjir luapan dimungkinkan kembali terjadi, terutama di wilayah dengan drainase tersumbat,” ujarnya.
Dampak Berkelanjutan
Bencana ini menunjukkan pentingnya pengelolaan sumber daya alam dan infrastruktur penanggulangan bencana. Masyarakat di daerah rawan banjir dan longsor perlu lebih waspada dan siap menghadapi ancaman alam yang bisa terjadi kapan saja. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi risiko bencana dan mempercepat proses pemulihan.***

>

Saat ini belum ada komentar