Kehilangan Franco Ramos, PSIM Yogyakarta Hadapi Tantangan Berat Lawan Persebaya Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pertandingan antara PSIM Yogyakarta melawan Persebaya Surabaya dalam putaran kedua Super League 2025/2026 akan menjadi ujian berat bagi tim asal Yogyakarta. Hal ini dikarenakan kehilangan salah satu pemain kunci mereka, Franco Ramos, yang absen akibat hukuman kartu merah pada pertandingan sebelumnya. Kehadirannya di lini belakang sangat penting, dan tanpa dia, PSIM harus mencari solusi untuk menjaga stabilitas pertahanan.
Franco Ramos, bek asal Argentina, telah menjadi tulang punggung lini belakang PSIM selama beberapa bulan terakhir. Keberadaannya memberikan rasa aman dan ketenangan bagi rekan-rekannya di lapangan. Namun, performa positifnya terhenti setelah menerima kartu merah pada pertandingan melawan Madura United FC. Kekalahan tersebut tidak hanya mengganggu momentum tim, tetapi juga meninggalkan lubang besar di jantung pertahanan.
Laga melawan Persebaya Surabaya akan menjadi laga yang sangat menentukan bagi PSIM Yogyakarta. Tim asuhan Jean Paul van-Gastel harus mempersiapkan strategi yang lebih matang untuk menghadapi agresivitas Green Force. Pelatih menyadari bahwa tanpa Franco, lini belakang akan menghadapi tekanan berat. Oleh karena itu, rotasi pemain menjadi opsi utama untuk mengatasi kekosongan yang ditinggalkan oleh sang bek.
Salah satu nama yang diprediksi akan menggantikan posisi Franco adalah Yusaku Yamadera. Pemain asal Jepang ini memiliki pengalaman yang cukup baik di lini belakang dan diharapkan mampu menjaga stabilitas pertahanan PSIM. Meski belum sepenuhnya mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih, Yamadera memiliki potensi besar untuk tampil maksimal dalam laga ini.
Franco Ramos sendiri sedang dalam tren positif sebelum absen. Ia baru saja mencetak gol pertamanya bersama PSIM Yogyakarta dalam pertandingan melawan Madura United FC. Gol tersebut lahir dari situasi bola mati yang berhasil ia manfaatkan dengan sempurna. Franco mengakui bahwa tendangan bebas bukanlah tugas utamanya, tetapi ia selalu siap membantu tim saat ada kesempatan.
“Tendangan bebas jelas bukan tugas utama saya, tetapi saya selalu berusaha membantu tim saat kita mendapat tendangan bebas atau tendangan sudut,” kata Franco Ramos. Gol tersebut tidak hanya memberikan kemenangan telak bagi PSIM, tetapi juga menjadi momen berharga baginya sebagai pemain baru di Indonesia.
Kehilangan Franco Ramos tentu menjadi kerugian besar bagi PSIM Yogyakarta. Namun, ini juga menjadi kesempatan bagi pemain lain untuk menunjukkan kemampuan mereka. Dengan dukungan penuh suporter di Stadion Sultan Agung Bantul, PSIM diharapkan mampu melewati tantangan ini dengan semangat dan kekompakan.
Laga ini akan menjadi ujian awal putaran kedua Super League 2025/2026. Bagi Persebaya Surabaya, laga ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kekuatan mereka setelah perubahan signifikan dalam skema taktik dan komposisi pemain. Kedua tim akan saling bersaing untuk meraih hasil maksimal dalam pertandingan yang diprediksi akan berjalan sengit.
Dengan semua faktor yang terlibat, laga antara PSIM Yogyakarta dan Persebaya Surabaya akan menjadi pertandingan yang sangat dinantikan oleh para penggemar sepak bola Indonesia. Kedua tim memiliki motivasi kuat untuk menunjukkan performa terbaik mereka, dan ini akan menjadi laga yang penuh drama dan ketegangan.***

>

Saat ini belum ada komentar