Peringatan Isra Mikraj 1447 H: Menteri Agama Ajak Umat Fokus pada Keseimbangan Spiritual dan Lingkungan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai keagamaan yang tidak hanya berdampak pada kehidupan spiritual, tetapi juga sosial dan lingkungan. Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa salat memiliki makna lebih dari sekadar ritual ibadah. Ia menyampaikan pesan tersebut dalam rangkaian acara perayaan Isra Mikraj 1447 Hijriyah.
Nilai Salat sebagai Fondasi Kepribadian Muslim
Menurut Menteri Agama, salat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga sarana membentuk pribadi yang disiplin, berakhlak, dan sadar akan tanggung jawab sosial. Ia menjelaskan bahwa dalam peristiwa Mikraj, Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu, yang menjadi dasar bagi pembentukan kepribadian Muslim yang utuh.
“Salat yang dilakukan dengan penghayatan dan pemahaman yang benar akan melahirkan pribadi yang berkesadaran tinggi, memiliki kepekaan sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Prinsip Thaharah dan Tanggung Jawab Ekologis
Selain itu, Menag juga menyoroti prinsip thaharah sebagai salah satu syarat sahnya salat. Menurutnya, prinsip ini mengajarkan pentingnya menjaga kesucian diri dan lingkungan sekitar. Gerakan dan tata cara salat sendiri mengandung pesan kedisiplinan, moderasi, serta pengendalian diri dalam membangun dan memanfaatkan sumber daya alam secara adil dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa esensi Isra Mikraj menunjukkan Islam sebagai fondasi etika ekologis. Konsep tauhid, lanjutnya, mengimplikasikan kesatuan ciptaan (unity of creation), bahwa alam semesta merupakan bagian dari ayat-ayat kauniyah yang merefleksikan kebesaran Allah SWT.
“Merusak alam berarti mengabaikan tanda-tanda kekuasaan Allah, sementara menjaga dan merawat lingkungan merupakan bagian dari manifestasi keimanan dan ketaatan kepada-Nya,” ujarnya.
Kesalehan yang Menjangkau Bumi dan Langit
Melalui peringatan Isra Mikraj 1447 H, Menteri Agama mengajak seluruh umat menjadikannya sebagai momentum refleksi untuk meneguhkan kembali peran manusia sebagai khalifah di muka bumi. Ia menilai, krisis lingkungan yang dihadapi saat ini menuntut hadirnya kesalehan yang utuh, yakni kesalehan yang tidak hanya tercermin dalam ketaatan beribadah, tetapi juga dalam sikap menjaga keseimbangan alam dan menggunakan sumber daya secara bijaksana.
“Kesalehan sejati bukan hanya yang menghubungkan kita ke langit, tetapi juga yang menjaga bumi tempat kita berpijak,” pungkasnya.
Pemahaman Baru tentang Keberlanjutan
Dalam pandangan Menag, kesalehan spiritual harus diiringi dengan kesalehan sosial dan kesalehan ekologi. Ia berharap peringatan Isra Mikraj ini menjadi titik balik bagi masyarakat dalam memperkuat komitmen terhadap keadilan, kemaslahatan, dan kepedulian nyata terhadap kelestarian alam.
Beberapa poin utama yang disampaikan oleh Menteri Agama antara lain:
- Salat sebagai bentuk kesadaran sosial dan lingkungan.
- Pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
- Peran manusia sebagai khalifah di muka bumi.
- Hubungan antara keyakinan dan tanggung jawab terhadap alam.
Membangun Kesadaran Bersama
Isra Mikraj tidak hanya menjadi momen untuk merenungkan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ajang untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara iman dan lingkungan. Melalui pesan-pesan yang disampaikan, Menteri Agama berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap isu-isu lingkungan dan sosial, sekaligus menjaga nilai-nilai spiritual yang telah diajarkan oleh agama.





Saat ini belum ada komentar