Potensi Stasiun Kalisetail Banyuwangi dalam Pengembangan Transportasi Darat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIDAGRAMKOTA.COM – Stasiun Kalisetail di Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Jawa Timur, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam jumlah penumpang kereta api. Stasiun ini menjadi salah satu dari tiga besar stasiun tersibuk di Daop 9 Jember. Wilayah operasional Daop 9 Jember mencakup wilayah Tapal Kuda Jawa Timur, dengan pusat operasional di Stasiun Jember. Stasiun Kalisetail memiliki peran penting dalam menghubungkan berbagai daerah di wilayah selatan Banyuwangi.
Peran Stasiun Kalisetail dalam Pelayanan Kereta Api
Stasiun Kalisetail melayani berbagai layanan kereta api penumpang antarkota seperti Mutiara Timur, Pandanwangi, Probowangi, Sri Tanjung, dan Tawang Alun. Meskipun merupakan stasiun kelas I, jumlah penumpang yang dilayani mencapai 39.683 orang, yang lebih tinggi dibandingkan Stasiun Rogojampi. Nama stasiun berasal dari Sungai Kalisetail yang berada sekitar 450 meter di sebelah timur stasiun, menjadikannya sebagai titik sentral bagi masyarakat Banyuwangi selatan.
Faktor yang Mendorong Pertumbuhan Penumpang
Kabupaten Banyuwangi menjadi wilayah paling banyak melayani keberangkatan dan kedatangan kereta api, dengan total penumpang mencapai 207.000 dari total akumulasi 416.000 orang atau 49 persen. Stasiun Banyuwangi Kota mendominasi sebagai stasiun tersibuk di kabupaten ini, dengan melayani total 62.744 penumpang, disusul oleh Stasiun Ketapang sebanyak 53.646 penumpang, dan Stasiun Kalisetail dengan 39.683 penumpang.
Aksesibilitas dan Keberadaan Stasiun
Stasiun Kalisetail memiliki aksesibilitas yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Penumpang dapat menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari dokar hingga transportasi umum lainnya untuk menuju Kecamatan Genteng, yang merupakan pusat kegiatan ekonomi di wilayah selatan Banyuwangi. Selain itu, stasiun ini juga menjadi titik transportasi penting menuju beragam wisata alam di Banyuwangi, seperti Pemandian Umbul Bening, Air Terjun Lider, Camping Ground Gerbang Raung, kebun buah naga/jeruk, dan destinasi populer lainnya di wilayah selatan.
Investasi dan Pengembangan Stasiun
Dengan potensi pertumbuhan penumpang tersebut, KAI telah melakukan investasi pengembangan dan penataan di tiga stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi, termasuk Stasiun Kalisetail. Manager Hukum dan Humas DAOP 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan bahwa langkah-langkah lanjutan akan terus dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Peran Stasiun dalam Pengembangan Ekonomi dan Wisata
Stasiun Kalisetail tidak hanya berperan sebagai tempat transit penumpang, tetapi juga menjadi sarana pendukung pengembangan ekonomi dan pariwisata di wilayah selatan Banyuwangi. Dengan akses yang mudah dan lokasi strategis, stasiun ini membantu meningkatkan mobilitas masyarakat serta memperluas akses ke berbagai destinasi wisata yang menarik.
Tantangan dan Peluang Masa Depan
Meskipun memiliki potensi besar, stasiun ini juga menghadapi tantangan dalam mengelola peningkatan jumlah penumpang dan memastikan kenyamanan serta keamanan bagi para pengguna. Namun, dengan rencana pengembangan dan investasi yang terus dilakukan, Stasiun Kalisetail berpotensi menjadi salah satu pusat transportasi utama di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar