Sampah Malam Tahun Baru di Surabaya Turun Drastis, DLH Akui Dipicu Sepinya Keramaian
- account_circle Shinta ms
- calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat penurunan drastis timbulan sampah dari perayaan malam pergantian tahun 2026.
Jika pada tahun sebelumnya volume sampah mencapai sekitar 14 ton, pada perayaan tahun ini jumlahnya bahkan tidak menyentuh angka 5 ton.
Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, menyebut penurunan tajam tersebut tidak lepas dari meredanya aktivitas keramaian warga pada malam tahun baru. Faktor ini menjadi penentu utama berkurangnya timbulan sampah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Keramaian tahun ini tidak sebesar tahun lalu. Selain itu, kami sudah memberikan imbauan kepada masyarakat dan imbauan itu didengarkan,” ujar Dedik, Jumat (2/1/2026).
Meski demikian, penurunan sampah ini juga memunculkan pertanyaan: apakah keberhasilan tersebut lebih disebabkan oleh meningkatnya kesadaran warga, atau justru karena minimnya aktivitas publik pada malam pergantian tahun.
Pasalnya, beberapa titik yang biasanya menjadi pusat keramaian tetap dipadati masyarakat, seperti kawasan Gedung Grahadi, Taman Mundu, Kota Lama, hingga Taman Suroboyo.
DLH mencatat, meski lokasi-lokasi tersebut menjadi titik kumpul warga, volume sampah yang dihasilkan relatif rendah dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan.
Sampah yang terkumpul masih didominasi botol plastik, kardus bekas, serta sisa makanan—jenis yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, hanya dengan jumlah yang jauh lebih sedikit.
Dedik menegaskan, sampah di bawah 5 ton tersebut merupakan timbulan murni dari aktivitas malam tahun baru dan tidak bercampur dengan sampah harian warga maupun sampah dari tempat penampungan sementara (TPS).
“Ini khusus dari satu kegiatan malam tahun baru saja. Bukan sampah harian warga yang masuk ke TPA Benowo,” tegasnya.
DLH menilai kondisi ini sebagai sinyal positif, baik dari sisi pengendalian aktivitas massa maupun efektivitas imbauan pemerintah kepada masyarakat.
Namun demikian, capaian ini juga menjadi catatan penting bahwa penurunan sampah belum tentu mencerminkan perubahan perilaku secara menyeluruh, melainkan masih sangat dipengaruhi oleh situasi dan skala perayaan.
Ke depan, DLH Surabaya berharap penurunan timbulan sampah tidak hanya terjadi karena sepinya perayaan, tetapi benar-benar lahir dari kesadaran kolektif warga dalam menjaga kebersihan ruang publik baik saat momentum besar seperti tahun baru maupun dalam aktivitas sehari-hari. (sms)
- Penulis: Shinta ms

>
>
>
