Mbak Sukoharjo 2025 Jenar Kabisatya Maharani Bersinar di Sukoharjo Fashion and Food Festival 2025
- account_circle Arie Khauripan
- calendar_month Rabu, 31 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Denyut kreativitas Kabupaten Sukoharjo kembali bergema lewat gelaran spektakuler Sukoharjo Fashion and Food Festival 2025 (SF3 2025) yang sukses memikat ribuan pasang mata.
Bertempat di Taman Budaya Suryani Sukoharjo, Jumat (14/11/2025), festival ini menjelma menjadi panggung prestisius yang merayakan keindahan mode, kekayaan kuliner, dan semangat kolaborasi lokal.
Diselenggarakan dengan dukungan DISKOPUMDAG Kabupaten Sukoharjo dan kolaborasi kreatif bersama Fs Model, SF3 2025 menghadirkan satu harmoni megah antara dunia fashion dan kuliner dalam balutan budaya yang membanggakan.
Kemegahan acara kian terasa dengan kehadiran langsung Bupati Sukoharjo Hj. Etik Suryani, S.E., M.M., Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo, serta jajaran Forkopimda.
Tak sekadar hadir, para pimpinan daerah tersebut turut melenggang di atas catwalk, memperagakan busana rancangan desainer lokal sebuah simbol nyata dukungan terhadap kreativitas anak daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Sukoharjo menegaskan bahwa SF3 2025 bukan sekadar festival, melainkan panggung strategis untuk mengangkat potensi daerah.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mengangkat potensi Kabupaten Sukoharjo, khususnya pelaku UMKM di bidang fashion, kuliner, dan inovasi produk lainnya. Ini adalah bukti bahwa Sukoharjo tidak kalah bersaing, bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan global,” tegasnya.
Sorotan utama festival turut tertuju pada Parade Mas dan Mbak Sukoharjo 2025, yang tampil anggun dan penuh percaya diri sebagai duta wisata daerah. Salah satunya adalah Jenar Kabisatya Maharani, Mbak Sukoharjo 2025, yang tampil memukau sekaligus menyuarakan optimisme kebangkitan ekonomi kreatif Sukoharjo.
Dengan penuh antusias, Jenar mengungkapkan kebanggaannya dapat ambil bagian dalam SF3 2025. Menurutnya, festival ini menjadi ruang pertemuan hangat antara desainer lokal, pelaku UMKM kuliner, seniman, dan masyarakat yang merindukan pengalaman budaya yang autentik dan membanggakan.
“Lebih dari sekadar festival, Sukoharjo Fashion and Food Festival 2025 adalah simbol kolaborasi dan kebangkitan ekonomi kreatif. Ketika fashion, food, dan budaya bersatu, lahirlah ruang inspirasi yang menghidupkan kota, menguatkan identitas lokal, dan membuka peluang baru bagi generasi kreatif,” ujar Jenar.
Ia juga menyoroti kekuatan sektor fashion yang tampil memukau dalam festival tersebut. Mulai dari eksplorasi batik kontemporer, sentuhan etnik modern, hingga karya-karya inovatif yang merepresentasikan Sukoharjo sebagai daerah yang kaya tradisi namun tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Festival ini bukan hanya meninggalkan kesan visual dan cita rasa, tetapi juga harapan besar—bahwa Sukoharjo terus melangkah maju sebagai pusat kreativitas yang berakar kuat pada budaya, sekaligus terbuka pada inovasi masa depan,” pungkasnya.
Dengan gemerlap panggung, cita rasa kuliner, dan semangat kolaborasi yang menyala, SF3 2025 menegaskan satu pesan kuat: Sukoharjo siap melaju sebagai episentrum kreativitas, budaya, dan kebanggaan lokal menuju panggung yang lebih luas. (dk/chan)
- Penulis: Arie Khauripan

>
>
>
